Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan

Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan
Kehidupan Baru


__ADS_3

"Aku tahu pastinya sangat berat bagi kamu meninggalkan rumah itu. Sudah ya jangan sedih lagi! Sekarang 'kan sudah ada aku. Kita akan menjalani hidup baru bersama, di rumah baru kita nanti," ujar Gio dan Kinanti mengiyakan.


Kinanti mencoba mengikhlaskan semua yang terjadi selama ini di hidupnya. Sudah saatnya untuk dia membuka lembaran baru yang lebih bahagia.


"Sebenarnya aku sedih meninggalkan usaha bakso aku. Itulah usaha yang membuat aku bisa bertahan hidup dengan kembar. Usaha yang mampu membiayai kehidupan kembar, sebelum mereka memiliki penghasilan," ungkap Kinanti.


"Ya sudah, nanti kita buat lagi usaha di Jakarta. Biar kamu tak jenuh di rumah terus, jadi ada kegiatan. Nanti kita buat kafe atau restoran bakso ya. Kita cari tempat yang strategis," ujar Gio.


Berbeda halnya dengan sang suami, Kinanti justru menginginkan membuat warung bakso pinggir jalan yang lebih merakyat. Meskipun dirinya kini sudah menjadi istri pengusaha hebat, sifat kesederhanaan Kinanti tak pernah berubah.


Kini keduanya sudah sampai di hotel. Kinanti memilih untuk langsung mandi, sebelum tidur. Rencananya, besok mereka akan kembali ke Jakarta. Karena banyak urusan di Jakarta yang harus di urus.


"Jangan pakai baju! Kita main dulu sebelum tidur! Aku ingin menikmati suasana Yogya," pinta Gio.

__ADS_1


"Ya ampun, kamu ini tak ada bosannya," protes Kinanti.


"Mana mungkin aku merasa bosan bercinta dengan wanita cantik seperti ini. Sepertinya, aku sudah kecanduan sama kamu," bisik Gio di telinga Kinanti. Dia terlihat melingkarkan tangannya di pinggang ramping istrinya, dan meletakkan dagunya di pundak istrinya.


Hembusan napas Gio tampak terasa, Gio membuka bathrobe yang Kinanti gunakan saat itu. Tak butuh waktu lama, Gio sudah berhasil membuka bathrobe yang Kinanti kenakan. Kini sudah terserak di lantai.


Gio langsung menggiring sang istri ke ranjang, dan mencium bibir istrinya tanpa aba-aba. Melu*matnya dengan begitu bergairah. Gio menghentikan ciumannya, untuk membuka pakaian yang dia kenakan saat itu.


Pergulatan panas di ranjang, akhirnya terjadi. Gio tampak memompa dengan penuh semangat. Tangannya pun tak bisa tinggal diam, terlihat asyik memainkan bukit kembar milik Kinanti. Hingga akhirnya mereka mengerang bersama.


"Terima kasih sayang! Aku begitu mencintaimu," ucap Gio sambil melabuhkan kecupan di kening istrinya, dan Kinanti membalasnya dengan senyuman termanisnya.


Setelah mengatur napas dan jantungnya yang sempat berpacu cepat, Gio saat ini hendak turun karena ingin mandi, dan membersihkan sisa-sisa percintaan dengan sang istri. Tapi, semua itu tak berlangsung lama. Karena dia ingin segera beristirahat, menyusul sang istri yang sudah memejamkan matanya.

__ADS_1


"Selamat tidur sayang," ucap Gio sambil melabuhkan kecupan di kening istrinya.


Setelah itu Gio ikut membaringkan tubuhnya di sebelah sang istri. Mata Kinanti terasa berat, untuk membuka mata. Saat sang suami memeluk tubuhnya. Kinanti merasa nyaman, tidur di dalam pelukan suaminya. Wangi tubuh sang suami ibarat candu untuknya.


Bunyi adzan di ponsel Kinanti berbunyi, membuat Kinanti akhirnya membuka matanya, dan mencari keberadaan ponselnya. Jam sudah menunjukkan pukul 04.30 WIB, Kinanti hendak menjalankan ibadah sholat subuh. Namun, dirinya merasa kesulitan untuk bangun. Karena tangan suaminya menghalangi dirinya beranjak turun. Kinanti mencoba mengangkat, dan menurunkan dari perutnya secara perlahan.


Merasa ada pergerakan, Gio pun akhirnya ikut membuka matanya. Matanya masih terasa berat untuk membuka matanya.


"Aku ingin sholat subuh, lepaskan aku dong! Ini sudah mau siang," ujar Kinanti.


Akhirnya, Kinanti berhasil terlepas dari pelukan Gio. Kemudian beranjak turun dari ranjang, untuk mandi. Karena dia harus segera mandi dan sholat subuh. Kinanti sengaja menunggu sang suami selesai mandi wajib, karena dia ingin melakukan sholat berjamaah.


Gio tampak memimpin sholat berjamaah. Setelah selesai, mereka melakukan berdoa bersama, untuk kebaikan rumah tangga mereka. Mereka berniat menjalani kehidupan baru, dan melupakan masa lalu mereka.

__ADS_1


__ADS_2