Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan

Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan
Liburan


__ADS_3

"Gimana? Apa kalian semua sudah siap?" Tanya Gio kepada anak dan istrinya.


"Siap ayah," sahut Bunga terlihat begitu bersemangat.


Kini mereka sudah dalam perjalanan menuju Bandung. Mereka memutuskan membawa kendaraan sendiri, agar mereka bisa berjalan-jalan di sana.


"Bunga senang banget, akhirnya kita bisa berjalan-jalan seperti ini," ucap Bunga. Bunga tampak memeluk sang ayah. Satria duduk di depan, di sebelah supir. Sedangkan Gio memilih duduk di belakang bersama Bunga dan sang istri.


Mereka terlihat sekali menikmati perjalanan menuju Bandung. Ini pengalaman pertama bagi Bunga dan Satria. Setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam, mereka akhirnya sampai di kota Bandung. Erland sudah memesan kamar hotel untuk bosnya. Sebuah hotel yang sangat mewah di kota Bandung.


Gio sengaja mengajak ke Bandung lebih awal, agar bisa menikmati kuliner dulu di Bandung. Besok, Satria baru akan melakukan sesi wawancara di kampus ITB.


"Wow, bagus sekali hotelnya. Terima kasih ayah, aku senang sekali," ucap Bunga. Padahal, rumah mereka pun sangat mewah. Dulu, tak pernah terbayang olehnya bisa berada di posisi sekarang. Hidup dengan bergelimang harta.

__ADS_1


Mereka sudah sampai di kamar hotel. Memiliki dua buah ranjang, dan kamarnya bisa langsung terhubung ke teras yang di depannya terdapat kolam renang. Mereka bisa duduk bersantai di tepi kolam renang.


Saat itu jam menunjukkan pukul 15.00 WIB.


"Bun, apa boleh aku langsung berenang?" Tanya Bunga. Yang sudah mempersiapkan pakaian renang. Dia kini sudah mahir berenang, karena Gio mendatangi pelatih renang ke rumah.


"Iya, boleh. Tapi jangan lama-lama ya!" sahut Kinanti, ternyata Satria pun ikut berenang juga bersama sang adik. Sedangkan Kinanti dan Gio memilih duduk bersantai melihat kedua buah hatinya yang asyik berenang.


"Enggak menyangka ya, kita bisa berada di fase ini. Bahkan sebentar lagi kita akan memiliki 4 orang anak. Tapi, aku senang. Jadi lebih bersemangat cari uangnya. Nanti setelah dua tahun, aku ingin kamu hamil lagi," ucap Gio. Yang langsung dapat cubitan dari sang istri.


"Habisnya, aku suka melihat kamu hamil. Tambah seksi. Dulu, aku merasa kesepian tak memiliki saudara. Makanya, sekarang aku ingin memiliki anak yang banyak. Biar rumah kita ramai dengan celotehan mereka," jelas Gio.


"Nanti kita bicarakan lagi. Yang terpenting sekarang, fokus sama mereka berdua. Semoga, kedua anak kita yang masih di dalam kandungan aku di berikan kesehatan dan lahir sempurna tanpa kurang satu pun," ucap Kinanti dan di aminkan oleh keduanya.

__ADS_1


Mereka kini memutuskan untuk menikmati kuliner di kota Bandung. Gio mengajak istri dan kedua buah hatinya untuk berkeliling mencari tempat makanan.


"Kalian mau makan apa?" Tanya Gio.


"Kalau Bunda ingin mie kocok, sepertinya segar makan itu," sahut Kinanti


"Aku mau mie yamin," sahut Satria. Demi memutuskan makanan yang ingin dia pilih, Satria sampai browsing dulu di google. Makanan khas Bandung. Gio memesan batagor dan juga somay. Kinanti memesan es campur.


"Kalau kamu mau makan apa?" Tanya Gio kepada Bunga.


"Apa ya? Bingung aku," sahut Bunga.


"Ayah pesan nasi goreng babat. Kamu nasi goreng mau?" Tanya Gio lagi ke Bunga. Hingga akhirnya dia memesan baso rusuk, baso ditambah toping tulang rusuk dan juga iga sapi.

__ADS_1


Udara kota Bandung terasa begitu dingin. Bahkan mereka keluar menggunakan sweater. Mereka menikmati suasana malam di kota Bandung. Kinanti dan Gio terlihat mesra, sepanjang perjalanan. Gio tampak menggandeng mesra tangan sang istri. Terlebih sekarang, Kinanti sudah semakin sulit bergerak. Perutnya sudah terlihat sangat besar.


__ADS_2