Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan

Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan
Kembali ke Jakarta


__ADS_3

Pagi ini, setelah sarapan pagi. Gio dan Kinanti akan kembali ke Jakarta. Urusan di Yogyakarta sudah selesai. Mereka sudah merindukan kedua buah hatinya. Mereka juga akan mulai pindah ke rumah baru mereka.


Banyak yang harus mereka urus di Jakarta. Gio ingin anak-anaknya segera sekolah. Gio juga ingin mengurus kasus ibu tiri Kinanti yang sudah sangat lama belum juga terselesaikan.


"Apa tak ada lagi yang ketinggalan?" tanya Gio.


"Iya, sepertinya sudah. Aku sudah memeriksa semua tempat," sahut Kinanti.


Kini mereka berdua sedang menikmati sarapan pagi di hotel, setelah itu mereka aja langsung menuju bandara untuk melakukan penerbangan ke Jakarta.


"Ayo, kita berangkat sekarang!" ajak Gio.


Mereka kini sudah dalam perjalanan menuju bandara dengan menggunakan taksi online. Tak butuh waktu lama, mereka kini sudah sampai di Bandara.


Gio terlihat menggenggam tangan sang istri, menunggu saatnya keberangkatan. Sesekali dia menciumi tangan istrinya, membuat Kinanti merasa malu. Karena orang-orang di sana melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Jangan seperti ini! Malu! Kamu sadar enggak si? Kalau kita saat ini menjadi pusat perhatian orang-orang disini," ucap Kinanti pelan. Agar tak kedengaran orang.


"Biarin saja! Aku tak peduli. Lagian memang salah, mau bermesraan sama istri sendiri," sahut Gio dengan santainya, membuat Kinanti merasa gemas dengan sikap suaminya.


"Dasar keras kepala! Mau seenaknya saja! Dasar mesum!" umpat Kinanti. Seperti biasa, suaminya malah terkekeh. Bikin kesal dia. Percakapan mereka harus terhenti, karena kini ini sudah waktunya mereka berangkat.


Kini mereka sedang dalam penerbangan menuju Jakarta.


"Sudah ada isinya belum ya di perut kamu?" bisik Gio sambil mengelus-elus perut istrinya.


"Ih, maksud aku adiknya kembar. Kalau belum, berarti aku masih harus kerja keras ini. Takdir lucu ya? Mengapa dulu bisa langsung jadi ya? Aku lupa, dulu berapa kali ya mainnya," ujar Gio.


"Iya. Mana aku ingat, duluan 'kan kita sama-sama sedang mabuk. Kalau kejadian itu tak terjadi, mungkin kita tak pernah menikah," sahut Kinanti.


Tak terasa, pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat sempurna di Bandar udara internasional Soekarno-Hatta. Erland sudah menunggu mereka di bandara. Dia langsung memasukkan barang-barang bawaan bosnya ke dalam mobil.

__ADS_1


Mereka akan langsung menuju rumah orang tua Gio, karena mereka ingin segera bertemu kedua anaknya. Mobil yang membawa mereka, kini sudah sampai di parkiran rumah orang tua Gio. Kinanti dan Gio turun dari mobil, dan langsung disambut oleh kedua buah hatinya.


"Bunda, Bunga kangen sama Bunda," ujar Bunga yang langsung memeluk tubuh sang Bunda.


"Jadi, sama Ayah enggak kangen?" sindir Gio.


Bunga langsung melepaskan pelukannya ke sang Bunda, dan berganti memeluk tubuh sang Ayah.


"Bunga kangen juga sama Ayah," ucap Bunga.


Gio langsung menggendong tubuh sang anak dan mencium kedua pipi sang anak. Bunga terlihat lebih antusias, saat menyambut kedua orang tuanya. Berbeda halnya dengan Satria yang bersikap dingin. Dia hanya bersikap biasa, mencium tangan kedua orang tuanya.


"Bagaimana acara bulan madu kalian berdua? Apa menyenangkan? Semoga kami segera mendapatkan kabar bahagia dari Kinanti," ucap mama.


Kinanti dan Gio tak lama di rumah orang tua Gio, Gio langsung mengajak Kinanti dan juga kembar pulang. Karena Gio ingin mengajak mereka jalan-jalan dulu ke Mall.

__ADS_1



__ADS_2