Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan

Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan
Rumah Baru


__ADS_3

Mereka kini sudah dalam perjalanan menuju Mall yang letaknya tak jauh dari apartemen mereka. Mereka begitu senang, karena akhirnya mereka bisa berkumpul kembali.


"Kalian kangen tidak sama Ayah dan Bunda? Nakal enggak di rumah Nenek?" tanya Gio kepada sang anak.


"Kangen dong. Masa iya enggak kangen. Aku enggak nakal kok selama Ayah dan Bunda enggak ada, justru nenek sama kakek senang ada kita. Aku tidurnya sama nenek di kamar nenek, kalau Kak Satria tidurnya sama kakek di kamar Ayah," jelas Bunga dan Gio manggut-manggut.


Obrolan mereka harus terhenti, karena mereka sudah sampai di Mall yang mereka tuju. Seperti biasa, Gio turun dan berjalan sambil menggandeng tangan Bunga, sedangkan Satria di gandeng dengan sang Bunda.


"Kita mau makan apa?" tanya Gio, saat melangkahkan kakinya di Mall.


"Pizza. Kak Satria mau juga 'kan?" tanya Bunga kepada sang kakak. Satria mengiyakan, mereka sepakat untuk makan pizza.


Mereka adalah contoh keluarga yang harmonis. Tak pernah ada pertengkaran di antara mereka, hanya dibumbui perbedaan pendapat. Gio pun sangat menyayangi kedua buah hati mereka, Satria dan Bunga pun memiliki hubungan yang dekat.

__ADS_1


Setelah selesai makan, mereka langsung pulang ke apartemen. Lusa mereka akan pindah ke rumah baru yang Gio belikan untuk anak dan istrinya. Tak butuh waktu lama, mereka kini sudah sampai di apartemen.


Gio sudah memberitahu kepada Susi untuk merapihkan barang-barang yang akan dibawa. Gio sudah menghubungi pihak design interior yang mengurusnya.


Saatnya yang dinanti. Hari ini mereka akan pindah ke rumah baru mereka. Mereka kini sudah dalam perjalanan menuju rumah baru mereka. Gio dan Kinanti harap, semoga mereka segera diberikan anak untuk menambah kebahagiaan mereka.


Kembar tampak senang, saat sampai di rumah baru mereka. Rumah itu sangat mewah, dan sungguh menyenangkan. Karena sesuai keinginan sang ayah, kedua buah hatinya bisa bebas berekspresi. Kembar juga memiliki kamar masing-masing.


"Tentu saja kami suka. Bahkan semua ini seperti sebuah mimpi, kalau kami akhirnya bisa punya rumah seperti ini," sahut Kinanti. Bukan hanya Kinanti, kembar pun sangat senang.


Mereka akan mencoba untuk membuka lembaran baru yang lebih baik lagi. Demi buah hati mereka. Gio mempekerjakan satu orang pekerjaan lagi untuk membantu Kinanti mengurus rumah.


Bunga dan Satria sedan menikmati kamar mereka, sama halnya dengan Kinanti dan Gio. Mereka kini sudah berada di dalam kamar mereka.

__ADS_1


'Sekarang sudah tak usah merasa tegang dan takut ketahuan lagi sama anak-anak kalau lagi bercinta," ujar Gio sambil terkekeh. Kedua orang anaknya tak lagi tidur di kamar mereka lagi, mereka sudah memiliki kamar masing-masing.


"Nanti malam kita coba kasur spring bed baru ya," ujar Gio sambil memainkan alisnya. Membuat Kinanti memutar bola matanya. Semakin rajin saja suaminya menjamah tubuhnya, dan dia harus bersiap-siap.


Mereka kini sedang menikmati makan bersama. Satria dan Bunga merasakan senang, karena kehidupan mereka berubah saat bertemu ayahnya kembali. Mereka tak akan merasakan lagi hidup dengan kekurangan.


"Mulai nanti malam, kalian tidurnya sendiri ya di kamar kalian masing-masing. Bunda tidurnya sama Ayah," ujar Gio.


"Iya, Ayah. Kami akan tidur di kamar kami sendiri. Terima kasih sudah memberikan kami rumah dan juga kamar yang keren," ujar Bunga.


"Iya, Ayah ikut senang kalau kalian juga senang," sahut Gio.


__ADS_1


__ADS_2