Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan

Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan
Sekolah Baru Untuk Kembar


__ADS_3

"Sayang, jam berapa kamu ke sekolah kembar? Maaf ya, hari ini aku ada meeting. Aku enggak bisa mengantarkan kamu ke sekolah kembar," ujar Gio, saat sang istri membantu memasangkan dasi.


"Iya, aku mengerti kok," sahut Kinanti.


Kini mereka sudah berada di meja makan. Satria dan Bunga sudah terlihat rapi menggunakan pakaian seragam merah putih. Mereka terlihat begitu bersemangat menikmati sarapan pagi mereka, nasi goreng spesial dan telor mata sapi.


"Satria, Bunga, ayah mau minta maaf karena hari ini ayah tak bisa mengantarkan kalian ke sekolah. Hari ini ayah sibuk, ada meeting dengan klien," jelas Gio.


"Iya, Ayah tak apa-apa," sahut Satria. Bunga pun mengatakan tak apa-apa. Mereka mengerti kesibukan ayahnya.


Kini Kinanti, Satria, dan Bunga sudah dalam perjalanan menuju sekolah kembar. Gio sudah menyiapkan mobil dan juga seorang supir untuk mengantarkan kedua anak dan istrinya kemana pun dia pergi. Karena Kinanti belum bisa menyetir mobil sendiri.


Mereka kini sudah sampai di parkiran mobil sekolah itu. Tentu saja sebuah sekolah yang mewah, yang Gio pilih untuk kedua buah hatinya. Sekolah itu berada di perumahan tempat mereka tinggal.


"Bun, sekolahnya bagus banget. Enggak seperti dulu saat di Yogya. Keren banget Bun. Aku bersyukur banget punya ayah yang kaya. Jadinya, aku mau apa saja tinggal bilang," ujar Bunga, wajahnya terlihat begitu senang.


"Hush, jangan bicara seperti itu! Kita tak boleh mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kita tetap harus berusaha mandiri untuk bisa menjadi orang yang sukses. Meskipun orang tua kita berada," jelas Satria. Membuat Kinanti merasa salut dengan ucapan anaknya itu. Satria selalu tumbuh menjadi anak yang mandiri, dan penuh semangat.


Mereka memasuki area sekolah, Kinanti langsung mendatangi bagian administrasi untuk mendaftarkan anaknya bersekolah di situ. Sekolah ini berskala internasional.

__ADS_1


"Permisi Bu, maaf. Saya ingin mendaftarkan kedua anak saya di sekolah ini," ujar Kinanti.


"Ibu temui Mrs. Anna saja ya di dalam, untuk urus administrasinya," ujar seseorang yang berada di ruang administrasi.


Kinanti beserta kembar langsung masuk ke dalam untuk mencari Mrs. Anna.


"Permisi, saya ingin bertemu dengan Mrs. Anna. Saya ingin melakukan pendaftaran," ungkap Kinanti.


Kini Kinanti dan kembar sudah berhadapan dengan Mrs. Anna. Kinanti langsung memberikan berkas-berkas administrasi agar kembar bisa mendaftar. Untungnya Gio sudah menyuruh orang untuk membuat akte kelahiran kembar, mengubah alamat KTP Kinanti dengan alamat yang sama dengan Gio, dan juga membuat kartu keluarga mereka dengan menggunakan alamat rumah orang tua Gio.


"Ini tolong ibu isi dulu datanya! Untuk bisa masuk disini, ibu harus membayar administrasi sebesar 35 juta per anak untuk tingkat sekolah dasar, dan untuk setiap bulannya ibu harus membayar iuran bulan sebesar 1,7 juta per anak. Ini belum termasuk biasa catering sebesar 800 ribu dan juga biasa jemputan sebesar 700 ribu. Catering untuk 1x makan dan 1x snack. Untuk jemputan bebas, bisa ikut jemputan atau tidak. Sekolah ini juga menyediakan berbagai macam ekstrakurikuler antara lain Cheerleaders, matematika, renang, robotik, teknologi informatika, melukis, Sains, menyayangi, dan juga tarian daerah," jelas Mrs. Anna.


Sebenarnya Kinanti sangat sayang memasuki kedua anaknya ke sekolah itu, bagi dia biayanya sangat besar untuk menyekolahkan di sekolah itu. Kinanti sempat menghubungi Gio. Karena dia merasa bingung. Untungnya Gio belum memulai meeting, sehingga dia bisa mengangkat panggilan telepon dari istrinya.


Semua administrasi telah selesai. Kembar begitu antusias, terlebih mereka bisa mengembangkan kemampuan mereka dengan mengikuti ekstrakurikuler di situ. Satu hal yang selalu Kinanti pesan kepada buah hatinya, selalu rendah hati. Meskipun hidup berkecukupan.


Setelah administrasi selesai, Satria dan Bunga di ajak ke kelas mereka nantinya. Kinanti tetap setia mengantarkan anaknya. Kinanti bersyukur karena akhirnya sang anak bisa hidup bahagia, mendapatkan fasilitas dari ayah kandungnya. Tanpa harus berjuang sendiri mengumpulkan uang untuk sekolah.


"Perkenalkan, kedatangan Mrs. Anna kesini ingin memperkenalkan teman baru kita di kelas ini. Namanya Bunga Andreas dan yang satunya bernama Satria Andreas. Mereka adik kakak atau kembar," ujar Mrs. Anna.

__ADS_1


Bunga menyambut teman-temannya dengan ramah, memberikan senyuman termanisnya. Berbeda hal dengan Satria yang justru bersikap cuek, dan menatap tajam teman-temannya. Membuat Kinanti tak enak hati.


Hari ini Kembar hanya perkenalan saja, belum mengikuti pelajaran. Selesai perkenalan, kembar pulang bersama dengan sang bunda.


"Apa kalian suka bersekolah di sana? Bunda yakin kalau sekolah itu bagus. Ingat, sekolah yang rajin jangan malas! Kasihan Ayah Gio yang sudah membayar sekolah itu sangat mahal," ujar Kinanti.


"Aku senang sekali Bun, semua masih seperti mimpi Bun aku bisa sekolah di situ. Ayah seorang Sultan ya Bun? Mahal sekali sekolah disitu, beda banget sama sekolah aku dulu. Aku ingin ekskul melukis sama menari. Boleh enggak bun?" cerocos Bunga.


"Tentu saja boleh sayang, apapun keinginan baik kalian. Ayah dan Bunda akan fasilitasi. Kalau kamu Kak, ingin ambil ekskul apa? Renang bagus Kak, biar sehat tubuh kita," ujar Kinanti. Ekskul teknologi informatika dan matematika yang ingin Satria pilih.


Mereka kini sudah sampai di rumah, Gio pun sudah selesai meeting. Dia berniat untuk pulang cepat ke rumah. Karena dia ingin mengajak istri dan kedua anaknya untuk membeli semua perlengkapan sekolah kembar.


Gio rela meluangkan waktunya demi kedua anaknya. Karena dia ingin yang membelikannya. Pastinya, selera dia dan sang istri sang berbeda. Kinanti tipe yang sederhana, berbeda halnya dengan Gio yang ingin membelikan tas dan sepatu anaknya dengan harga yang tidak murah.


"Ayah, Ayah sudah pulang?" tanya Satria. Saat melihat sang ayah memasuki rumah. Saat itu Kinanti sedang sholat zuhur. Sehingga tak tahu sang suami pulang.


Satria langsung mencium tangan sang ayah. Bunga yang saat itu sedang main pun, langsung berlari menghampiri sang ayah dan mencium tangan sang ayah. Gio sempat menanyakan keberadaan sang istri kepada sang anak.


"Bagaimana tadi sekolahnya? Apa kalian suka?" Tanya Gio yang kini sudah duduk dengan kedua buah hatinya.

__ADS_1


Bunga langsung menceritakan dengan penuh antusias, dia terlihat sangat senang. Satria pun suka sekolah di sana, tetapi dia lebih terlihat cool. Setelah selesai sholat, Kinanti turun ke bawah dan melihat sang suami sudah pulang. Dia langsung mencium tangan suaminya. Kinanti selalu mencium tangan suaminya di kala suaminya berangkat dan suaminya pulang.



__ADS_2