
Suara ketukan pintu ruangan Gio, membuat sepasang mata Erland dan Gio kini mengarah ke arah pintu. Sang sekretaris membuka pintu ruangan Gio.
"Permisi Tuan, maaf mengganggu waktunya sebentar. Saya hanya ingin bertanya, apa perusahaan ini memperbolehkan seorang mahasiswi melakukan magang untuk tugas akhir?" Tanya sang sekretaris Gio.
"Tentu saja boleh. Kita harus mendukung seorang mahasiswa atau mahasiswi untuk mengerjakan tugas akhir. Memangnya sudah ada yang daftar?" Tanya Gio.
Cintya mengatakan, kalau ada mahasiswi yang ingin magang di perusahaan Gio. Gio menyuruh anak itu datang besok, bertemu dengannya. Cintya langsung menghubungi nomor telepon anak yang sudah mendaftar magang. Tia merasa sangat senang, karena dia bisa magang di perusahaan referensi dari temannya. Dia tahu perusahaan itu, dari temannya. Kakak temannya bekerja di perusahaan itu, di bagian accounting.
"Besok, jam 08.00 WIB kamu datang ya ke perusahaan ini. Kamu langsung bertemu dengan Tuan Gio, selalu pemilik perusahaan itu," jelas Cintya dan Tia mengiyakan.
Tia dan Cintya mengakhiri panggilan telepon. Tak henti-hentinya Tia mengucap kata syukur, karena akhirnya dia bisa mendapatkan tempat untuk magang. Tia langsung memberitahukan hal ini kepada sang bunda. Dia terlihat begitu bahagia.
__ADS_1
Tepat jam 07.00 Tia sudah bersiap-siap untuk berangkat. Jarak rumah Tia ke perusahaan Gio, kurang lebih 30 menit. Tia sengaja berangkat lebih awal, karena dia tak ingin terlambat sampai di perusahaan itu. Dia tak ingin memberikan kesan buruk, di pertemuan pertama.
"Ma, Tia berangkat dulu ya! Doakan Tia ya Ma, semoga lancar semuanya," ucap Tia sambil mencium tangan sang mama.
"Iya, mama doakan semoga semuanya lancar ya. Hati-hati di jalan," ujar Tia. Tia mengiyakan ucapan sang mama. Dia langsung naik ke motor maticnya, dan mulai menghidupkan mesinnya. Dia terlihat sudah memakai helm, dan akan segera berangkat.
"Ma, Tia berangkat. Assalamualaikum," ucap Tia.
Untungnya satu persatu karyawan di perusahaan itu datang satu persatu, membuat keadaan kantor sudah mulai rame. Termasuk sang sekretaris dan juga sang resepsionis.
"Permisi Mba, saya Tia. Saya mahasiswi semester akhir, yang ingin magang di perusahaan ini. Saya di suruh datang dan bertemu Pak Gio. Apa Pak Gio sudah datang?" Tanya Tia.
__ADS_1
"Oh iya Mba. Mba tunggu dulu ya! Soalnya Pak Gio belum datang, mungkin sebentar lagi," ujar sang resepsionis ramah. Tia mengiyakan, dan duduk kembali menunggu Gio datang.
Gio baru sampai di perusahaan. Dia masuk lebih dulu, karena Erland harus memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di tempat parkiran mobil.
Gio berjalan melewati Tia begitu saja. Dia terlihat berwibawa, semua karyawan yang bertemu menyapa selamat pagi dan menganggukkan kepalanya memberi hormat.
"Apa itu yang namanya Pak Gio ya? Wajahnya seperti tak asing pernah aku lihat. Tapi, dimana ya?" Tia bermonolog. Dia mencoba mengingat-ingat.
"Mba, apa itu yang namanya Pak Gio?" Tanya Tia kepada sang resepsionis.
"Iya, tunggu ya! Pak Gio enggak bisa langsung di temuin, kalau baru sampai," jelas sang resepsionis dan Tia menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Tia membalikkan badannya hendak kembali ke tempat duduknya, berpapasan dengan Erland yang memasuki perusahaan. Keduanya tampak terkejut. Netra mereka saling bertemu.