Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan

Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan
Merasa Bersyukur


__ADS_3

Gio menggandeng sang istri dengan mesra keluar dari lobby. Erland sudah menunggu mereka di depan lobby. Mereka kini sudah di dalam mobil.


"Er, saya akan memiliki anak kembar kembali. Istri saya hamil lagi," ungkap Gio. Dia terlihat begitu bahagia, saat menceritakan kehamilan istrinya kepada sang asisten.


"Wah, selamat ya Tuan. Alhamdulillah, saya ikut senang mendengarnya. Semoga sehat selalu Ibu Kinanti dan Baby twinsnya," sahut Erland.


"Amin. Kau juga 'lah cepat-cepat menikah. Agar kau bisa bahagia seperti saya Apa kau ingin menjadi bujang lapuk seumur hidup?" sindir Gio. Membicarakan tentang pernikahan, Erland jadi teringat dengan wanita yang sempat bertemu dulu di tempat makan.


"Semoga saja, Allah mempertemukan kami kembali. Menyatukan kami dalam ikatan pernikahan," ucap Erland dalam hati.


Mobil yang membawa mereka telah sampai di kediaman Gio. Mereka langsung di sambut dengan Bunga, yang langsung berlari menghampiri kedua orang tuanya itu.


"Ayah ada kejutan untuk kamu dan Kak Satria," ucap Gio yang kini menggendong Bunga.


"Apa kejutannya Yah? Aku mau tahu dong," sahut Bunga.


Gio membawa sang anak dan sang istri masuk ke dalam, dan mengajak mereka duduk di sofa yang berada di ruang keluarga. Di sana sudah ada Satria yang sedang asyik memainkan MacBook miliknya.


"Kak Satria dan Kak Bunga, sebentar lagi akan memiliki adik," Bunga langsung bersorak gembira, dia terlihat sangat senang.

__ADS_1


"Bukan hanya satu, tetapi kalian akan punya dua adik sekaligus," ucap Gio lagi membuat kedua anaknya tampak bingung.


"Maksud Ayah, adik kami kembar seperti kami?" Tanya Bunga untuk memastikan lebih jelas.


"Ya, benar. Adik kalian kembar juga," sahut Gio.


Kinanti tersenyum, dia merasa bersyukur memiliki keluarga yang bahagia. Memiliki suami yang begitu mencintai dan anak-anak yang sehat dan pintar.


"Aku jadi tak sabar ingin segera melihat adik kembar," ucap Bunga sambil menciumi perut sang bunda berkali-kali.


"Nanti, kalau adik kembar lahir. Kakak Bunga dan Kakak Satria bantu jaga dan urus ya," ucap Gio, Bunga dan Satria menjawab iya secara bersamaan.


"Aku mau telepon Mama dulu, pasti dia senang banget mendengar kamu hamil," ucap Gio dan Kinanti menganggukkan kepalanya.


Gio langsung melakukan panggilan telepon dengan sang mama.


"Assalamualaikum," ucap Gio saat pertama kali melakukan panggilan telepon dengan sang mama.


"Waalaikumsalam, mama lagi apa?" Tanya Gio.

__ADS_1


Gio langsung mengalihkan ke panggilan video. Mengarahkan kamera ke arah Kinanti dan juga kembar untuk melakukan panggilan video dengan sang mama.


"Halo Nenek ...," sapa kembar.


"Assalamualaikum, Ma," sapa Kinanti.


"Waalaikumsalam, Halo juga cucu-cucu nenek yang tampan dan cantik," sahut mamanya Gio.


"Nek, aku 'kan sebentar lagi mau punya adik. Adiknya kembar nek. Aku punya adiknya 2," cerocos Bunga.


"Yang benar?" Tanya sang nenek.


"Iya benar. Benar 'kan Bun? Bunda saat ini sedang hamil. Hamil adik kembar," jelas Bunga.


Mendengar Kinanti Hamil, tentu saja Mamanya Gio sangat senang. Dia mengucap syukur, karena diberikan kepercayaan lagi memiliki cucu kembali.


"Makasih ya Sayang, kamu memberikan mama cucu lagi. Semoga dilancarkan semuanya hingga persalinan. Kamu dan kedua cucu mama juga diberikan kesehatan," ucap Mamanya Gio dan diaminkan oleh semuanya.


Kinanti merasa bersyukur karena memiliki mertua yang baik kepadanya. Yang sangat menyayangi dirinya.

__ADS_1


__ADS_2