Annoying Antagonis

Annoying Antagonis
Dia Siapa?


__ADS_3

Sampai pada pagi harinya Cakra tetap Setia menemani Sifana, ya walaupun sudah di Usir berulang kali oleh Sifana karna harus pula dan sekolah tapi tetap saja Cakra tak mau menghiraukan itu


"Cakra Lo budek ya?udah di bilangin juga, Pulang sana!enak bat lu mau leha lega di mari kagak mau sekolah"omel Sifana Karena sedari tadi ucapannya tak satupun di hiraukan oleh Cakra


"oh ayolah Nya... gue masih pengen di sini"Rengek Cakra yang mendapat dengusan tajam dari Sifana


"Sekolah Cakra!"tekan Sifana


"kalo gue sekolah siapa yang jaga Lo ntar?"tanya Cakra yang masih berusaha meyakinkan Sifana agar ia tak kembali di suruh pulang dan sekolah


Cklek


"Ada dia"tuding Sifana sembari menunjuk ke arah seseorang yang baru saja memasuki ruangannya


"Dia siapa?"tanya Cakra yang langsung menampilkan raut wajah Dingin nya


"Gue Barra"ucap orang itu dan langsung menghampiri Brankar Sifana


"gue gak nanya nama Lo, yang gue tanya apa hubungan Lo sama Anya?!"tekan Cakra yang hanya mendapat kekehan dari orang itu


"Lo gak perlu tau apa hubungannya gue sama Anya Lo itu,yang perlu Lo tau sekarang Anya Lo itu udah ada yang jaga jadi Lo gak usah khawatir atas keselamatan dia. udah ada gue soalnya"terang orang itu yang malah mendapat kekehan sinis dari Cakra


"gak!gue gak bakalan biarin Anya di tinggal berdua sama orang asing!"tekan Cakra yang mendapat tatapan tajam dari orang di depan nya itu


"Cakra udah, dia temen gue juga kok. gue gak papa sama dia. sekarang Lo pulang sekolah, jangan sampai Bokap Lo tau kalo Lo bolos"terang Sifana yang membuat Cakra terdiam seribu kata


"oke gue pulang. tapi Inget kalo dia macem macem sama Lo, Lo langsung Telfon gue aja gak bakalan gue biarin seorang pun nyentuh lo"ujar Cakra sembari menatap tepat di manik mata Barra


"Lo tenang aja"ujar Barra sembari terkekeh kecil


"Anya gue pulang ya"pamit Cakra yang tak lupa juga mencium sekilas dahi Sifana dan segera berlalu pergi dari sana


"Liora dia sering nyium lo kayak gitu?!"tanya Barra yang geram melihat kelakuan Cakra


"udah jalan semenjak kita kecil Raf"jawab Sifana yang membuat Barra semakin geram di buat nya


"Lio, Lo ada perasaan lebih ke dia?"tanya Barra yang berusaha memastikan


"perasaan gue gak lebih dari seorang adik yang menyayangi kakaknya Raf"jawab Sifana sesuai isi hatinya

__ADS_1


"tapi apa iya dia nganggep Lo kayak yang Lo anggep itu"ujar Barra yang yang membuat Sifana mengerutkan alisnya bingung


"bisa jadi kan dia malah ada perasaan lebih ke lo"tukas Barra yang membuat Sifana menghela nafas nya kasar


"Barra Rafeyfa sudahi asumsi gak masuk akal Lo itu, kita udah berteman sejak kecil"bela Sifana yang membuat Barra menghentikan pertanyaan pertanyaan yang sebenarnya masih banyak di benak nya itu


"oke"jawab Barra yang berakhir menyudahi pertanyaan nya itu


...***...


Sementara di sekolah kini Cakra tak henti hentinya memikirkan Sifana, entah kenapa perasaan lelaki itu menjadi semakin tak tenang, apalagi melihat lelaki asing itu. dia takut orang itu mengambil Sifana nya. katakanlah dia lebay dan semacamnya, tapi pada kenyataannya lelaki itu tak memiliki siapa siapa lagi di dunia ini. ibunya yang sudah pergi dan ayah nya yang sibuk pada dunia nya sendiri


"gak bakalan gue biarin kalo dia Sampe ngambil Anya gue!Anya itu punya gue selamanya harus jadi milik gue!"gumam Cakra yang malah tidak bisa fokus pada pelajaran yang kini tengah di jelaskan


Tuk


"Cakra silahkan keluar dari kelas saya!"teriak sang guru pengajar karena sudah tahu bahwa muridnya itu tak mendengarkan penjelasannya sedari tadi


"Baik pak"jawab Cakra dan segera melenggang pergi dari kelas nya


perjalanan dari koridor menuju ke kantin terasa sangat lama bagi Cakra, maklum saja otak nya saja tidak sedang menyatu akan tubuh nya. Cukup tubuh nya yang berada di sekolah, tapi tidak dengan Pikirannya yang masih setia berada di rumah sakit memikirkan hal hal tentang Sifana


"ya?"


"kakak ngapain di sini?"tanya Gadis itu yang merasa bingung melihat Cakra yang berjalan sendirian di koridor pada saat jam pelajaran sedang berlangsung seperti ini


"gue di keluarin dari kelas"jawab Cakra seperlunya


"ohh Sekarang kakak mau kemana?"tanya gadis itu yang masih tak henti nya ingin mengganggu Cakra


"Bukan urusan lo! mending sekarang Lo masuk kelas. gue mau pergi jangan ganggu gue!"ujar Cakra dan berlalu meninggalkan gadis itu sendirian di sana


"tapi kak-"ucap nya yang tak tersampaikan karena Cakra sudah berlalu jauh dari sana


"sial!"maki nya dan menghentak kan kakinya kesal


...****...


Sementara kini di tempat Sifana sudah ramai akan kedatangan Rebecca, Ya Rebecca Bexxa

__ADS_1


"Ora!Gila ya lu kenapa lu bisa sakit sih?"omel gadis itu yang membuat Sifana menatap jengah akan kedatangan nya


bagaimana bisa gadis dengan keturunan Asli Italia ini mempunyai banyak muka?di luar sana kadang terlihat kalem dan lemah lembut kadang juga bersifat bengis layaknya Iblis, lantas kenapa dia bisa bersikap bawel saat di depannya?hey tolong ingatkan padanya Mereka berdua itu saudari Tiri!lalu kenapa dia seperti ingin mengakrabkan diri?! bahkan Sifana pada Clarra saja merasa muak jika harus berdekatan lalu kenapa gadis di depannya ini berbeda?


"Lo bisa diem gak sih Xa?"tanya Sifana yang merasa jengah


"Gak bisa sialan!sumpah gue kesel sama Saudari Tiri sialan Lo itu Ra!apa apaan sih dia?!masak iya tadi sebelum gue ke sini gue sempet liat dia Pepet pepetin Cakra di di Koridor?!gatel banget sih jadi cewek!"curhat nya yang membuat Sifana hanya menggelengkan kepala


"terus?"


"Lo masih nanya 'Terus?Ra! oh ayolah! ya panas ini hati gue!masih aja Lo nanya gitu"omel nya yang tak terima


"di deketin dia aja pans, terus Lo juga ngerasa panas kalo Cakra Deket deket gue?"tanya Sifana yang berusaha me manas Manasin


"Enggak, eh iya ya kenapa gue malah B aja liat Cakra nempelin lu mulu?"tanya Rebecca yang merasa bingung pada dirinya sendiri


"jangan jangan Lo gak Bener bener Cinta lagi sama dia?"tanya Sifana yang berusaha memastikan


"Gak Ora!gak gue Cinta!ya gue Cinta!"yakin Rebecca yang berusaha meyakinkan Dirinya sendiri


"coba Lo deketin terus, terus abis itu coba rasain gimana perasaan Lo sama dia. jangan sampai Lo cuma mainin dia"tutur Sifana yang di angguki patuh oleh Rebecca


"Okkey!Lo emang saudari terbaik gue!yaa walaupun tiri"ujarnya yang tanpa malu langsung memeluk erat Sifana


"lepas badan Lo bau males gue deket deket sama orang bau"Celetuk Sifana yang membuat Rebecca mengerutkan alisnya seketika


"Sialan! walaupun gue gak mandi setaon pun gak bakalan bau!"teriak Rebecca yang tak terima


Sementara di luar ruangan Sifana Barra senantiasa mendengarkan apa saja yang di perbincangkan oleh kedua gadis bersaudara beda ayah dan ibu itu


"Jadi Rebecca Suka sama Cowok tadi?dan Liora yang mendukung nya?"ujar Barra yang berbicara pada dirinya sendiri


"ada yang Aneh, Cakra kan nama cowok itu? dia memang terlihat biasa saja pada Sifana, tapi entah kenapa dia seperti takut kebingungan nya?apa jangan jangan---? gak itu gak mungkin"ujar Cakra yang meyakinkan diri sendiri


"tapi kayaknya gue tetep harus memastikan sesuatu!"lanjut nya dan langsung berlalu pergi dari sana


**TBC


Don't Forget to Like Komen and Vote**

__ADS_1


__ADS_2