
"SIFANA!"teriak seseorang dari arah luar rumah sembari berteriak sekencang mungkin yang membuat Sifana ber ngernyit kaget
BRAK
"Sialan emang Lo ya, enak banget Lo kemaren asal pergi gitu aja gak kasi tau gue! Lo Bikin Panik tau gak!"Omel orang itu yang hanya mendapat tatapan malas dari Sifana
"Na lu dengerin gue gak sih!"ujar orang itu sembari menatap Sifana yang kini tengah fokus akan hp nya yang terlihat baru lagi!
"Na!"
"lu bisa diem dulu ga sih?!"
"ada masalah lagi?"
"mending ambil kotak P3K obatin tangan gue!"ujar Sifana sembari menjulurkan tangannya yang masih sedikit mengeluarkan darah segar
"Gila Na! bagaimana bisa tangan Lo jadi kek gini?!"tanya Devan panik dan segera berlari mencari kotak P3K
"Gak sengaja pegang pisau"jawab Sifana yang langsung di mengerti apa arti nya itu oleh Devan
"Gila ya emang lo! apa apaan sih!"geram Devan dan segera mengambil tangan Sifana dan mengobatinya
"gue munafik ya Van"
"maksud lo?"tanya Devan yang merasa tak mengerti akan arah pembicaraan yang di lontarkan oleh Sifana
"otak gue bilang gak mau tapi hati gue bilang mau,otak gue bilang benci tapi hati gue malah sayang! bukannya itu gue terlalu munafik?"ucap Sifana yang terkekeh Hambar
"Kejadian kemaren? Bener dugaan gue kalo perempuan itu Nyokap lo?"tanya Devan sembari menatap dalam mata Sifana
"kapak dia bakalan balik Dev?dia juga jahat banget ya sama gue, dia bilang gak bakalan ninggalin gue tapi sekarang apa?dimana dia Dev?!"
"Gue di sini!"ucap Seseorang yang tiba tiba sudah ada di atas tangga
"gue cabut!"pamit Devan dan segera berlalu dari sana
"L-lo?"
...****...
"Lo kemana sih Nya?kenapa Lo suka banget bikin gue Panik?"gumam Cakra sembari terus mengotak Atik handphone nya
"kenapa Hp Lu gak aktif sih nya?!lu kemana sih?!"gerutu Cakra yang sekarang merasa kelimpungan untuk mencari dimana keberadaan Sifana Sahabatnya
"Nya Plis lah aktifin hp lo!Nyaa akhh"Frustasi Cakra yang berakhir membanting hp nya ke dasbor mobil
__ADS_1
"bentar Devan!ya Devan! jangan jangan dia lagi yang bawa Anya!gue harus cari tuh anak setan"dumel Cakra dan langsung berlanjut bergegas untuk mencari dimana keadaan Sifana
...****...
Sementara di suatu tempat kini ada dua orang gadis yang masih beradu kata demi kata
"Udah gue bilang! Jauhi Cakra!"marah gadis itu sembari mencengkeram kuat rambut lawan nya itu
"gak mau kak!kakak apa apaan sih!anak baru aja songong!"ucap gadis itu yang berusaha melawan
PLAK
"Ngomong apa lu?Songong?Makan ini Songong!"teriak nya dan langsung membenturkan kepala gadis itu ke dinding
Dukh
"K- kak lepasin S- sakit"Cicit gadis itu saat dahinya terasa nyeri
"emang bener ya lo itu pengganggu, perusak, munafik, gak berguna"Umpat nya yang membuat gadis di depannya menggeleng geleng kan kepala
"Lo lepasin Cakra buat gue atau Lo bakalan berakhir di tangan gue!"ancam gadis itu
"kakak kenapa bully aku sih?jelas jelas aku gak sedekat itu sama kak Cakra! seharusnya Kaka bully kak Ana aja!dia kan yang lebih dekat sama kak Cakra!"teriak gadis itu
"ohh kalo dia beda, Kalo Sifana jelas jelas yang gatel buat deket deket itu Cakra nya sendiri, tapi kalo di Lo yang Gatel buat Deket sama Cakra itu Lo nya!dasar Gatel mau gue garukin?!"ucap gadis itu dengan sinis
"iya gue gatel!udah dari sebelum gue pindah ke sini udah gatel mau apa lo?!"ucap nya yang tak kalah sinis
"Kakak jahat!"
"Emang!"ucap nya dah segera berlalu pergi meninggalkan nya di sana sendirian
...****...
Sementara Cakra yang sedang mencari Sifana kini Dion Tengah duduk termenung sendirian di kamarnya
Kenapa dia ada di sini?kapan dia kembali?apa benar dia akan merebut kembali anaknya?apa benar Sifana nya akan pergi? apakah dia siap?tidak!dia tidak siap!dan tidak akan pernah siap!dia tidak mau putri nya pergi!Sifana miliknya!Sifana putri nya!dia nyawanya! Sifana salah satu alasan nya untuk tetap bertahan hidup, ya Sifana tidak boleh pergi dari dirinya!
"Tidak Sifana itu anak ku!dia milik ku!tak akan ku biarkan orang itu mengambil nya!dia tidaklah mempunyai hak!hak Sifana seutuhnya punya ku!ya karna aku Ayah nya! perempuan itu tidak boleh Egois dia tidak boleh mengambil anak perempuan ku begitu saja!tak akan ku biarkan dia merebut Ratu ku!Racun Dion yang tengah memandang kosong ke arah Foto keluarga yang berisikan seorang lelaki dan perempuan dewasa beserta seorang anak kecil yang kisaran berumur 3 tahun sedang ada di dalam gendongannya
keluarga kecil yang ada di dalam foto itu terlihat bahagia, dengan sang suami yang berdiri tegak sembari menggendong sang Puteri dan sang istri yang merangkul lengan sang suami dan tersenyum indah
semua orang pasti akan iri melihat kebahagiaan yang terpancar dalam foto itu
tapi itu semua hanya tinggal kenangan, tidak ada lagi sang wanita yang akan berdiri di sampingnya, tidak ada lagi sang wanita yang akan merangkul mesra lengannya, tak akan ada lagi sang wanita yang akan tersenyum lembut setiap menyambut kepulangan nya
__ADS_1
dan jangan lupakan, sudah tidak ada lagi putri kecilnya yang selalu merengek padanya,sudah tidak ada lagi putri kecilnya yang selalu menangis ingin di gendong nya, sudah tidak ada lagi putri kecilnya yang akan selalu bermanja-manja setiap dia pulang kerja. kini sudah hilang semua penyemangat nya, mereka pergi. entah mereka akan kembali atau tidak?
dia menginginkan nya lagi, dia menginginkan Semua yang pernah terjadi. dia ingin memperbaiki semuanya, dia ingin Kembali pada Wanita nya
"S¡al! kenapa kalian berdua selalu membuat saya gila?!kenapa kalian tega membiarkan saya menggila sendirian di sini?!"teriak Dion yang merasa Frustasi
"bisakah waktu di putar kembali?saya menyesal akan semua ini! seharusnya saat itu saya tidak gegabah! seharusnya saya tahu bahwa saya sedang di jebak! kenapa saya begitu bodoh hanya untuk masalah seperti ini?! kenapa tuhan seperti tidak adil? kenapa?!"teriak nya yang kini sudah mengacak rambut nya menjadi sangat berantakan
"Maaf, maafkan saya, saya menyesal"lanjutnya sembari menunduk kepala nya menumpahkan seluruh air matanya
...****...
sementara di tempat Devan sendiri, lelaki itu sudah babak belur akibat dapat serangan tiba tiba dari Cakra
"gue tanya sekali lagi di mana Anya gue s¡alan!"murka Cakra sembari menarik kuat kerah baju Devan
"udah gue bilangin juga, gue gak tau S¡alan!"
"Lo bohong!Lo pasti tau!atau jangan jangan Lo sembunyi in Sahabat gue ya?!"Tuding Cakra yang hanya mendapat kekehan dari Devan
"mau gue sembunyi in ataupun gak, itu bukan urusan lo!?"kekeh Devan dengan Sinis nya
"Lo gila!dimana sahabat gue!"
"katanya Sahabat, tapi kok sahabatnya malah lebih milih lari ke orang lain sih buat tempat berpulang, situ beneran sahabatan atau cuma kenalan"Kekeh Devan yang membuat amarah Cakra semakin tersulut di buatnya
"Lo Brengsek! tutup mulut Lo!Anya cuma lagi marahan sama gue!gak usah sok tau lo!"
"oh ya? awalnya marahan, ntar lama lama musuhan eh di tinggalin deh"ledek Devan yang membuat Cakra semakin panas di buatnya
"TUTUP MULUT LO!Anya gue gak gitu! dia gak akan pernah marahan terlalu lama sama gue!gue juga gak akan musuhan sama dia! gue gak akan pernah mau jauhan sama dia! dia gak bakalan ninggalin gue!gak akan pernah!"teriak Cakra murka yang kini telah kembali memukuli wajah tampan Devan
"terserah, yang penting sekarang Dia sudah datang"Smirk Devan yang membuat Cakra tak mengerti dibuat nya
"Apa maksud lo?"tanya Cakra yang merasa bingung
"Apa maksud lo?!"tanya Cakra menggebu-gebu
"Lo akan tahu nanti!"jawab Devan sembari mendorong kuat Cakra agar menyingkir dan dia bisa segera kembali
"apa maksud dia?siapa yang kembali?Anya gak bakalan ninggalin gue kan?Anya gak gitu kan?iya Anya sayang sama gue!gue yakin Anya gak bakalan ninggalin gue!"ujar Cakra yang meyakinkan diri nya sendiri
"dasar Bodoh!Lo pikir gue gak tau apa yang terjadi di rumah Anya tadi pagi!sialan emang tuh Cowok!bisa bisa nya asal Nyalahin ratunya LinkedIn geram Devan dan segera berlalu pergi dari sana sembari mengusap darah yang menetes di sudut bibirnya
**TBC
__ADS_1
Don't Forget to Like Komen and Vote**