
"Nak, kamu darimana saja?kenapa kamu basah kuyup begini?"tanya Dion panik saat melihat putrinya pulang larut tanpa mengabari orang rumah nya
"darimana saja"jawab Sifana sembari ingin cepat berlalu pergi ke dalam kamarnya
"nak- coba lihat Ayah terlebih dahulu!"pinta Dion sembari mencengkeram pelan kedua lengan Sifana
"kamu tidak bertemu dengannya?kan?"tanya Dion dengan menatap langsung kearah mata sang putri
"bukan urusan anda!"
"jelas urusan saya!karna saya adalah ayah mu!"
"sejak kapan?"tanya Sifana dengan suara rendah nya
"A-apa maksud mu?"
"sejak kapan anda menjadi ayah saya?"tanya Sifana yang mulai memperjelas kata kata nya
"jelas aku ayah mu!ayah yang satu darah dengan mu Sifana!"ucap Dion sembari melepaskan cengkraman nya pada Sifana
"Tidak!Saya sudah tidak memiliki satupun keluarga semenjak kejadian itu!"teriak Sifana sembari memundurkan langkahnya menjauhi Dion
"Nak-"panggil Dion yang berusaha meraih tubuh putri nya
"seharusnya anda tidak mengatakan nya lagi, seharusnya anda tidak usah menyebut diri anda sebagai ayah saya! apakah anda lupa akan sikap anda beberapa tahun yang lalu?apa anda lupa bagaimana acuh tak acuh nya anda pada seorang gadis kecil yang pada saat itu tidak mengerti sedang ada di situasi seperti apa? apakah anda lupa akan itu semua tuan!"sentak Sifana yang sudah merasa sangat lelah untuk menanggung beban pikiran untuk hari ini
"Sifana"panggil parau dari Dion yang masih tak di hiraukan oleh Sifana
"Cukup tuan!cukup, tolong biarkan saya ber istirahat hari ini. saya lelah seharian harus mengahadapi kembali masalalu kelam ini!saya mohon biarkan saya istirahat kalau bisa Untuk selamanya"Ucap Sifana yang mendapat gelengan keras dari Dion
"Ayah mohon jangan ucapkan kata kata itu lagi, ayah mohon!"ucap Dion yang kini sudah menitikkan air mata nya
"selamat malam!"ujar Sifana yang kini sudah berlari pergi untuk menjauhi Dion
...***...
sementara di tempat lain kini tengah ada sepasang suami istri yang tengah duduk dengan saling ke terdiaman
"Mas, Please help me. Please help me to take my daughter back!"ucap nya dengan memohon dan jangan lupakan mata yang sudah bengkak karena kelamaan menangis
"stop crying baby, aku akan membantu mu. tapi sepertinya ini akan sedikit sulit. walaupun nanti nya kita bisa mendapatkan hak asuh atas putri mu itu, tetapi apakah dia mau tinggal bersama kita?bahkan dia belum mengenal sosok diriku maupun putri ku"ujar sang suami yang membuat sayang istri - Laurent mengatupkan bibirnya seketika
"Mas sejahat itu ya aku?"tanya nya yang masih terisak pelan
"tidak kamu tidak jahat,buang lah jauh jauh pikiran mu yang seperti itu. ini takdir sayang berhenti lah menyalahkan dirimu sendiri"ucap sang suami - Narendra yang berusaha menenangkan Laurent
...****...
pagi ini kembali seperti pagi pagi sebelum nya, Dimana tidak ada kehadiran Sifana di meja makan dan hanya berisikan oleh Winda beserta putri nya - Clarra yang asik berceloteh ria
__ADS_1
"Mas, di makan dong sarapannya kok malah cuma di diemin"tegur Winda yang membubarkan lamunan Dion
"Sifana belum turun?"tanya Dion yang menatap ke arah meja yang biasanya di tempati oleh Sifana
"sudahlah pah, biasanya kakak juga gitu"ucap Clarra yang sok bijak
"Non!Non Ana! tunggu non, jangan pergi dulu!"teriak bi Surti yang mengejar Sifana yang turun dari arah tangga dengan tergesa gesa
"Non non Ana, itu tangan non luka!"teriak nya yang masih berusaha untuk mendapatkan Nona mudahnya itu
"Sifana!"cegat Dion yang berhasil menghentikan langkah Sifana itu
"mau kemana kamu terburu buru seperti itu? dan ---- apa apaan ini?kenapa kamu membiarkan tangan kamu terluka seperti ini?!"panik Dion saat melihat tangan putri nya yang masih mengeluarkan banyak darah segar
"lepas!"
"gak obatin dulu luka kamu!"
"Saya bilang lepas!"sentak Sifana yang langsung menjauhkan tangan nya dari Dion
"Sifana!apa apaan kamu ini!dia orang tua kamu!: sentak Winda yang juga ikut ikutan
"Diam!"
"Kak ana jangan bentak bentak mama aku dong!"bela Clarra yang merasa tak terima
"Saya bilang Diam!"Sentak Sifana yang membuat orang yang ada di sana sedikit terkejut
BRUKH
Suara benturan yang terdengar cukup kerah berhasil mengejutkan mereka yang ada di sana
PLAK
Tak cukup dengan dorongan kini sudah terdengar sebuah suara tamparan
"CLARRA!"Teriak Winda saat melihat putrinya sudah terkapar di depan mata
"Lo ngomong lagi, gue gak bakalan segan segan buat habisin lo!dasar Perusak"ancam Sifana yang masih mencekik leher Clarra
"L-lepasin K-kak!"ucap Clarra yang terbata bata akibat kuatnya cekikan pada lehernya
"Sifana LEPASIN!"teriak Cakra yang bangun dari bangku nya dan berusaha melerai
"Lo diem!"bentak Sifana yang tak di Dengar kan oleh Cakra
"Ana gue bilang LEPASIN!"keukeh Cakra yang masih berusaha melepaskan cekalan Sifana pada leher Clarra
"ANYA!"
__ADS_1
Plak
hening...... suara bentakan dan tamparan berdengung menjadi satu di telinga mereka, semuanya terjadi begitu saja. kini pipi mulus Cakra sudah di hiasi oleh cap lima jari yang berwarna merah darah karena terkena tangan Sifana yang terluka
"udah berulang kali Cakra, gue udah berulang kali bilang sama lo!gak usah ikut campur urusan gue!"teriak Sifana tepat di depan muka Cakra
sementara Clarra kini sudah berada di pelukan sang mama dengan menangis histeris seakan mengadukan kesakitan nya pada sang papa
"Nya!"
"gue gak akan mulai kalo mereka gak gangguin gue!
"tapi mereka ngapain Lo nya! yang gue liat dari tadi cuma Bokap Lo yang nyamperin Lo dan Clarra yang Lo bentak entah karena apa dan seketika Lo dorong dia saat dia jawab ucapan lo!Lo kenapa sih Nya?!"tanya Cakra dengan menggebu-gebu
"justru gue yang nanya LO YANG KENAPA CAKRA?!Lo denger pembicaraan tadi?Lo denger?Lo gak denger kan Cakra yang oo tau cuma perdebatan biasa!tapi Lo gak tau arti dalam cerita! seharusnya Lo gak asal ngomong kalo gak tau apa apa!"marah Sifana yang membuat Cakra mengatupkan bibirnya seketika
"Oh___ jadi seperti ini perlakuan kalian terhadap putri saya?!"Ucap seseorang yang baru saja datang dari arah ruang tamu
"L-laurent"kaget seseorang yang melihat kedatangan nya
"Nga- Ngapain kamu ke sini?!"Sinis Winda yang hanya mendapat kekehan dari Laurent
"saya ke sini ya jelas mau nemuin anak saya lah, yakali mau nemuin Suami Anda"Sinis Laurent dengan Smirk nya
"buat apa anda kesini?"tanya Sifana yang kini telah mengubah wajah nya menjadi datar
"sayang__ bunda kesini ingin menjemput kamu, kamu mau kan tinggal sama bunda?"tanya Laurent yang kini telah merubah Nafa bicaranya menjadi lebih halus
"Tidak!apa apaan kamu! Sifana anak saya!dia milik saya!kamu tidak berhak atas dirinya!"teriak Dion sembari menarik putri nya agar berdiri di belakang punggungnya se akan akan melindungi sang putri dari orang jahat
"Jangan gila ya kamu!Sifana itu putri saya!anak saya!saya yang melahirkannya jadi saya yang berhak atas dirinya!"murka Laurent yang tak terima
"Tidak bisa begitu!"
"Cukup! saya tidak mau! jika bisa saya tidak mau tinggal bersama siapapun saya hanya ingin tinggal dan hidup Sendiri!"potong Sifana agar perdebatan itu tak kian berlanjut
"tapi nak-"panggil Laurent
"saya pergi!"ujar Sifana dan melangkahkan kakinya melewati mereka semua menuju luar rumah
"ini semua gara gara kamu!akan saya pastikan anak saya kembali di sisi saya!"teriak Laurent yang merasa murka
"dan saya pastikan tidak akan semudah itu!"sinis Dion dan segera berlalu pergi Dari sana
"Sialan!"umpat Laurent dan segera berlalu pergi dari sana tampa melihat perubahan wajah dari seseorang yang masih setia berada di sana
"kacau"gumam nya pelan dan mengepalkan tangannya kuat
**TBC
__ADS_1
DON'T FORGET TO LIKE KOMENT AND VOTE**