
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
......................
Sesampainya di rumah Sifana, lagi dan lagi Rebecca tersenyum penuh arti hingga mendapatkan geplakan ringan dari Sifana
"Sadar, soalnya gue gak ngundang setan"ujar Sifana yang membuat Rebecca mendengus sebal di buatnya
"Lo yang setan nya"jengkel Rebecca dan segera berlalu masuk ke dalam rumah itu tanpa mau menunggu sang tuan rumah nya
"Rumah siapa sih, kok dia yang berada paling berkuasa?"tanya Sifana pada dirinya sendiri
...***...
Sementara di dalam Rumah, Langkah Rebecca terhenti saat mendengar suara serkastik seseorang
"Kamu ngapain di rumah aku?"tanya seseorang yang baru saja datang dari arah tangga
"Rumah lo?rumah bokap Sifana kali"jawab Rebecca dengan sinis
"Ya kan rumah aku juga berarti, secarakan aku adik nya"
"Hallu Lo, dah sana minggir"usir Rebecca sembari sedikit mendorong bahu Clarra
"Heh!kamu! Apa apaan kamu itu!"teriak suara melengking dari arah dapur
"Apa sih Tante, berisik Banget!"keluh Rebecca yang malah mendapati tatapan bengis dari sang empunya
"Kamu Siapa?ngapain kamu masuk ke rumah saya seenaknya?!"tanya nya dengan Serkas
"Tamu saya- lebih tepatnya saudara saya!"ujar Sifana yang baru saja memasuki rumah
"Rumah Orang tua saya, jadi terserah saya ingin mengundang siapa pun"lanjut nya yang membuat kedua orang itu bungkam di buatnya
"Exa masuk!"ucap tegas Sifana yang langsung di turuti dengan girang oleh Rebecca
"Bye-bye"ujar Rebecca sembari melambaikan tangannya centil ke arah Clarra dan juga Winda
"Hallo B'itch!"sapa Sifana dengan kekehan khas nya yang membuat bulu kuduk mereka seketika berdiri
"Jangan banyak tingkah, kita akan segera bertemu kembali"lanjut nya dengan Smirk khas nya
"Sampai jumpa"akhir Sifana dan berlenggang pergi dari sana
"Mah- gimana ini, Clarra bener bener takut sekarang"adu Clarra yang tak mendapati Respon apa apa
"Mah"panggil nya sekali lagi
"Diam Clarra!"Bentak Winda yang membuat Clarra mengatupkan bibirnya seketika
__ADS_1
"Kamu jangan takut!kita harus bisa buktikan padanya bahwa kita tidak mudah untuk di tindas!"ujar Winda penuh yakin
"Mama yakin?"
Satu pertanyaan dengan dua kalimat, tapi mampu menggoyahkan keyakinan yang di buat oleh Winda. Hancur sudah pertahanan keyakinan yang ia buat untuk melawan gadis itu
"tutup mulut mu! kita pasti bisa! ya bisa! pasti bisa!"sangkal Winda yang membuat Clarra terdiam di tempatnya
...***...
Sementara di kamar Sifana, Rebecca tak henti hentinya mengoceh akan kejadian singkat tadi
"Diem ngapa Xa, ngomong Mulu lu dari tadi perasaan"tegur Sifana
"Biarin, siapa suruh tuh dua nenek lampir buat mood gue turun"celoteh Rebecca
"mood turun tuh diem bukan ngoceh"
"ya Bodo enakan ngoceh juga"jawab Rebecca yang membuat Sifana mau tak mau mengatupkan bibirnya
"Apa rencana Lo selanjutnya?"tanya Rebecca yang penasaran
"Gak ada"
"Ha?"
"Diem gue ngantuk"ujar Sifana dan segera memejamkan matanya
...****...
Entah mereka yang terlalu kebo atau bagaimana, mereka bangun tepat di saat jam makan malam. nyenyak sekali tidur mereka bukan?
Tok Tok Tok
"Non makan malam nya sudah siap"panggil bi Surti dari arah luar kamar
"Iya"jawab Sifana dengan cepat
"baik non"ucap nya dan setelah itu tak terdengar lagi akan keberadaan nya
"Buruan turun"tutur Sifana dan segera berlalu keluar dari kamar
Sesampainya di meja makan keadaan kembali terlihat sedikit mencekam
"Kenapa tidak makan, wahai nyonya dan Nona?"tanya Sifana dengan suara yang terdengar aneh di telinga mereka
"K-kita Nunggu kakak"ucap Clarra yang tiba tiba saja gugup
"Silahkan makan"ucap Sifana saat Rebecca sudah duduk di dekatnya
"Selamat makan"ujar Winda yang berusaha agar suara nya tak terdengar gugup
__ADS_1
keheningan kembali melanda, hanya suara dentingan sendok yang terbentur piring yang terdengar, hingga sebuah suara memecahkan keheningan itu
"Mulai besok pembantu dan seluruh pengurus dan penjaga ke amanan Rumah akan libur. seperti biasa kalian tahu kan apa tugas kalian?"ucap Sifana yang membelah keheningan
"yaa gak bisa gitu dong nak-"bantah Winda yang tak jadi saat melihat tatapan Mata Sifana yang menyiratkan penuh makna
"Oh dan ya, jangan lupa buat rapiin barang barang saya ya yang ada di kamar di depannya kamar Sifana soalnya saya akan lama di sini"Ucap Rebecca yang membuat dua orang itu diam diam mengeram marah di buatnya
"Malam ini saya keluar bersama Rebecca, ingat kunci pintu nya jangan keluar apalagi buka kan pintu siapapun itu! walaupun nantinya anda melihat orang yang anda kenali, sebaiknya kalian menurut kalau masih ingin hidup"peringat Sifana yang membuat Winda mengangguk patuh
Ia tak kan lagi melanggar ucapan Sifana lagi, karena ia tak mau jika berakhir kembali masuk rumah Sakit sama seperti saat itu, dimana saat itu Sifana tengah keluar rumah dan Dion yang juga sedang tidak di rumah tiba tiba saja ada penyusup yang ingin mencelakai mereka. tapi untung saja Sifana cepat datang dan membawa sekelompok orang untuk menyelamatkan nya dengan Clarra
"Mau kemana Ra?"tanya Rebecca penasaran
"Kalo mau tau tunggal ikut. kalo gak yaudah"jawab Sifana yang membuat Rebecca mengerutkan bibir nya sebal
"Saya selesai"jawab Sifana dan segera berlalu keluar dari rumah karena sedari awal dia sudah mengganti baju nya dan juga sudah mengambil kunci mobil nya dan tak lupa Rebecca yang menguntit di belakang nya
"Mah katanya mama tadi kita harus bisa lawan dia. kok mama malah nurut aja sih tadi?"dengus Clarra sebal
"gak liat kamu sekarang jam berapa? waktu kita untuk ngelawan tuh gak tepat! apalagi dia mau keluar gini kalo sampe ada penyusup lagi mau minta bantuan ke siapa kita hah?!"omel Winda yang membuat Clarra mau tak mau menutup mulut nya rapat
"Iya deh mah"ujar Clarra yang tak mau memperpanjang Omelan Winda
...***...
Sementara di perjalanan Rebecca tak henti hentinya berteriak karena kelakuan gila Sifana
"RA!GUE TAU LO DAH GAK ADA SEMANGAT HIDUP TAPI SETIDAKNYA KAKO MAU NGAJAK GUE IKUT BALAPAN GINI NGOMONG DULU DONG!"Teriak Rebecca karena mobil Sifana yang tiba-tiba saja masuk ke Sirkuit dan langsung saja bergabung dengan para pembalap yang lain nya
"Berisik Lo, balapan mobil doang bukan motor"dengus Sifana Karena merasa teriakan Rebecca sangat menggangu konsentrasi nya
Putaran demi putaran kini telah terlewatkan, Sifana yang awalnya sangat tertinggal kini kembali memimpin permainan.
"Dady Huaaa"teriak Rebecca saat Sifana kembali menambah kecepatan pedal Gas nya saat menuju Finis
dan tak Ayal ini di menangkan oleh Sifana
"Hiks hiks"tangis Rebecca yang masih belum mereda
"Cengeng lu, gak usah lebay gue tau kelakuan busuk Lo selama di Italia"sinis Sifana yang membuat tangis Rebecca terhenti seketika
"Diem beg0 kan kalo itu gue sendiri yang bawa kalo gini kan serem soalnya gue yang Ter ombang ambing"bisik Rebecca karena melihat banyak orang yang sudah berjalan ke arah mobil yang di tumpangi nya ini
"Circle Lo tau nangis gitu turun pangkat lo"ejek Sifana yang membuat Rebecca menatap nya sebal
Cklek
"Good Girl"ujar seseorang yang telah berhasil membuka pintu mobil Sifana
**TBC
__ADS_1
Don't Forget to Like Komen and Vote**