
Kini Sifana benar benar di buat geram oleh manusia yang tengah berdiri di depannya ini. sangat menjengkelkan!
"Maaf Nona muda, gadis ini sedari tadi memaksa untuk masuk"maaf sang Security yang merasa tak enak sudah berhadapan langsung dengan anak sang bos
"Benar nona muda, anak ini mengaku ngaku sebagai anak Bos"ujar sang Resepsionis yang juga ikut turun tangan
"Emang!aku kan emang anak nya papa!"ucap orang itu dengan Sinis nya
"Diam kamu!"geram sang Resepsionis
"Kak-"
"Lo tau apa yang bakalan gue lakuin setelah ini?"tanya Sifana yang memotong panggilan orang itu- Clarra
"Tapi kan kak-"
"Gue tunggu di Rumah"Potong Sifana lagi yang membuat Clarra mau tak mau harus mengikuti Perintah Gadis itu walaupun ada rasa takut dalam hati nya
"Semua silahkan kembali bekerja. lupakan keributan ini dan jangan sampai ke telinga Ayah"Perintah Sifana yang di angguki patuh oleh mereka semua
"Ini gak adil!aku juga anak Papa sekarang! seharusnya mereka juga nge hormatin aku!"batin Clarra yang.erasa tak terima di perlakukan Secara berbeda
"Pulang!"titah Sifana yang di angguki lesu oleh Clarra
...****...
Sesampainya di rumah, Clarra di buat Benar-benar mati rasa akan tatapan tajam yang di lontarkan oleh Sifana
"Kak-"
"Mau mempermalukan diri sendiri?"
"Aku-"
"Mau ngungkap identitas bahwa Lo Anak Tiri Bokap Gue?"
"Mau ngancurin Citra yang di bangun bokap?mau jatuh miskin? Gue sih kalo bokap miskin masih ada tunjangan dari Grandma sama Grandpa gue. masih banyak seribu Cara untuk bertahan hidup dengan mewah. tapi kalo lo?- jangankan tunjangan hidup mewah sekali nya Lo jatoh miskin gue pastiin Lo bakalan terlentang Lantung di jalanan tanpa tempat tinggal ataupun Makanan!"Ujar Sifana yang membuat Clarra mengatupkan bibirnya
"Hey! sadar diri posisi Lo di sini. jangan malah ngerusak harga diri"kekeh Sifana dengan nada sinis nya
"kali ini Lo selamat dari hukuman gue, selanjutnya gue pastiin Lo balik ke rumah sakit"ungkap Sifana dan berlalu pergi dari sana
"Apa apaan ini?!bisa bisa nya kakak ngebut aku bungkam selama pembicaraan?!ini gak bisa di biarin! aku juga harus di akui oleh publik!mau bagaimana pun akan juga termasuk salah satu penerus dari keluarga Pratama!"gumam Clarra yang sudah merasa geram akan Sifana
__ADS_1
...****...
Sementara di sebuah tempat kini ada seseorang yang tengah pergi ke sebuah bangunan tua yang jauh dari pusat kota maupun warga sekitar
"Salam dan selamat datang"ucap seseorang yang menjaga di gerbang dengan sedikit membukukan badan nya dan membuka gerbang membiarkan mobil itu masuk ke dalam
"SELAMAT DATANG"ucap serempak para orang yang tengah berlatih di halaman depan dan langsung menyambut kedatangan orang itu
"Lanjutkan latihan kalian"ucap tegas orang itu yang di angguki dengan sopan oleh mereka
"Anda di sini Bos"sapa seorang pemuda tampan dan gagah yang menyapa orang tadi
"Saya ada tugas buat anda"ujarnya yang langsung di angguki
"Intai dia"ucap orang itu lagi sembari menunjukan Foto dua orang wanita yang sedang berpelukan dan tersenyum senang
"Laporkan setiap gerak gerik nya. awasi dia dari dekat"lanjut nya dengan pandangan yang masih terkesan dingin dan datar
"siap. akan saya laksanakan perintah anda!"patuh Pria itu sembari membungkuk hormat
"Saya permisi"lanjut Pria itu dan mengundurkan diri
"Gue pengen buru-buru ngancurin kalian. tapi kalo gue buru-buru yang akan jadi mainan gue yang selanjutnya siapa?"monolog orang itu yang sedang tersenyum sinis
"Bos, Maaf atas ke tidak sopanan saya sehingga tidak menyambut kedatangan anda. saya tadi sedang melatih pasukan yang baru saja di rekrut oleh wakil di halaman belakang"Terang seorang Pria dengan tubuh tinggi dengan kulit sawo matang yang baru saja tiba
"Perintah Anda siap saya laksanakan!"ujar orang itu dengan hormat
"pergilah panggil wakil ke sini"ujar orang itu yang langsung di turuti oleh pria tadi
tak selang berapa lama, kini ada seseorang yang datang dengan terburu-buru menghampiri orang tadi
"Salam, maaf saya terlambat menyambut anda"sesal orang itu yang hanya di beri Anggukkan maklum
"Duduk, gue mau ngomong sebagai temen bukan bos dan anggota"ujar orang itu yang mendapati Anggukkan dari pria tadi
"Lo udah lakuin permintaan gue?"tanya orang itu yang lagi lagi mendapati Anggukkan
"Silahkan download baca"ucap Pria itu sembari menyerahkan sebuah map kepada orang itu
"Kerja bagus Ethan"puji orang itu pada pria yang di panggil nya Ethan tadi
"Tentu Queen"jawab nya yang di akhiri dengan Smirk
__ADS_1
...****...
Pada malam hari nya Sifana telah kembali ke rumah setelah puas seharian dirinya pergi menghilang entah kemana
"Papa Pliss aku mau ikut ke acara itu"mohon Clarra pada Dion
"Gak bisa Clarra!ini bukan acara pertemuan biasa"tolak Dion sembari merapikan jas nya
"Mas, seharusnya kamu jadiin ini sebuah kesempatan untuk memperkenalkan kami pada publik!"ujar Winda yang merasa kesal akan suaminya
"Ini belum saatnya"jawab Dion yang membuat Winda jengah mendengar nya
"terus kapan!?aku capek nungguin terus! kamu gak mau bawa kita tapi kami malah mau bawa Sifana!"bentak Winda
"Jelas dia mau bawa saya, bukannya sebagai Putri satunya di keluarga Pratama saya berharap untuk mengikuti nya"Potong Sifana yang baru saja datang
"Sifana!"geram Winda
"bukan cuma kamu putri Dari keluarga Pratama! Clarra juga!"bentak Winda yang benar-benar tersulut emosi
"oh ya? dari mana nya? apa Clarra memiliki darah keluarga Pratama?apa dia Anak sah dari penerus keluarga Pratama?"tanya Sifana yang membuat Winda semakin terbakar di tempat nya
"Hanya saya Sifana Liora Gantari Pratama"tekan Sifana
"Kamu masih punya keluarga Koscielny. kami warisi saja perusahaan mereka!jangan tamak kamu juga gak akan bisa memegang dua perusahaan sekaligus!"ujar Winda yang sudah sedikit menampakkan taring nya
"Oh ya Sifana Liora Gantari Pratama dan Sifana Liona Gantari ****Koscielny****. Saya rasa nama saya sama sama bagus untuk menyandang gelar keduanya"Smirk Sifana
"Bukannya jika anda berbicara seperti tadi sudah jelas bahwa anda hanya menginginkan harta keluarga Pratama? bukan kah begitu tuan?!"tanya Sifana sembari menoleh ke arah Dion yang tengah menatap tajam ke arah Winda tanpa di sadari oleh sang empunya
"M- maksud aku bukan begitu mas"gugup Winda saat menyadari tatapan mata sang suami
"C- Clarra juga anak kamu sudah seharusnya kamu-"
"Sifana segera bersiap Ayah tunggu di mobil!"tegas Dion yang memotong ucapan Winda dan langsung berlaru pergi dari sana
"serigala ini sudah menampakkan taring nya rupanya"kekeh sinis Sifana dan berlalu pergi dari sana
"S¡al!"geram Winda yang menggerakkan Gigi nya
"kita harus ikut secara diam diam mah!"usul rencana Clarra yang di angguki oleh Winda
TBC
__ADS_1
**Lupa kalo seharusnya up, maklum lagi banyak tugas
Don't Forget to Like Komen and Vote**