Annoying Antagonis

Annoying Antagonis
Sekolah


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


......................


Seperti pada hari hari biasanya, kini Sifana akan mulai kembali ke sekolah, tanpa sarapan dan menyapa orang rumah. kebiasaan yang sudah lama di terapkan


"Sifana, kamu tidak mau sarapan terlebih dahulu?"panggil Dion yang menghentikan langkah Sifana


"tidak"


"sebaiknya kau sarapan nak, hari di sekolah akan terasa sangat panjang dan melelahkan. kamu butuh asupan"terang Dion yang berusaha untuk membujuk putri nya agar mau ikut sarapan bersama


"Rebecca akan membawakan sesuatu untuk saya"jawab Sifana dengan Cepat


"Nak, kamu jangan terlalu percaya pada mereka-"


:Saya hanya berteman dengan Rebecca tidak dengan yang lainnya, dan sayang juga tidak pernah menaruh kepercayaan lebih pada seseorang"terang Sifana yang langsung memotong perkataan Dion


"Nak kamu-"


"tidak ada satu orang pun di Dunia ini yang bisa mengambil rasa kepercayaan saya yang sepenuhnya tuan, termasuk Cakra"timpal Sifana yang lagi dan lagi memotong ucapan Dion


"Cakra saja yang selalu ada di sisi saya belum bisa mengambil rasa kepercayaan saya, lantas bagaimana akan diri anda?"tanya Sifana yang menatap Dion dengan tatapan yang tak bisa di artikan


"Saya permisi"lanjut Sifana saat tak mendapatkan jawaban dari Dion


"Papa, papa itu seharusnya tegas sama kak Ana, dia gak boleh asal potong ucapan papa kayak gitu"terang Clarra pada Dion


"benar kata anak kamu itu Mas, anak gadis tidak baik berpendidikan seperti itu. bila perlu kamu masukan saja dia ke asrama ataupun pesantren"timpal Winda yang juga ikut ingin Menasehati


"Pah-"


"cepat berangkat, kamu akan telat"Potong Dion dan berlalu pergi dari sana tanpa memperhatikan lagi raut wajah dari mereka berdua


"seperti nya kita harus mempercepat rencananya nak"ujar Winda yang menatap penuh arti ke arah sang putri


"mama benar"Jawab nya yang di sertai oleh Anggukkan


......****......


Sesampainya di sekolah Sifana tak henti hentinya menatap jengkel ke arah wanita yang tengah berjalan di sampingnya itu


"Ora, ayolah gue tuh mau nginep di rumah Lo tau. mau pendekatan sama si Mak lampir beserta anaknya itu"mohon Rebecca yang menampilkan puppy eyes nya


"No!"


"Yes"


"kok malah Lo yang jawab Yes, kan keputusan nya di tangan gue"tak terima Sifana


"aelah Ra, sama saudari sendiri juga"


"gak punya sodara maupun saudari"sangkal Sifana


"Halah kagak Lo gak mau ngaku, jelas jelas kemaren mulut Lo sendiri yang ngucap"Sinis Rebecca yang kembali tak di tanggapi oleh Sifana

__ADS_1


"Tunggu Bokap gue pergi dari rumah, baru Lo bisa main sepuasnya"jawab Sifana yang membuat senyum antusias mengemban di bibir Rebecca


"Ngapain lo?:tanya Sifana yang melihat Rebecca mengotak Atik handphone nya dengan cepat sembari tersenyum sumringah


"Liat aja sebenar lagi"jawab nya dengan girang


Drrtt Drttt


Tn.Dion


"Ya?"tanya Sifana saat sudah mengangkat telfon nya


"Nak, ayah ada urusan di luar Negeri ada sedikit masalah di sana. tidak apa kan jika ayah tinggalin kamu di rumah sama mereka berdua?"tanya orang di seberang Telfon yang tak lain adalah Dion


"Silahkan"Jawab Sifana sekenanya


"oke, jaga diri baik-baik ya. dah"ujar Dion dan segera memutuskan sambungan nya


"Gimana?"tanya Rebecca yang masih menampilkan wajah Antusias nya


kerjaan Lo kan pasti?!"tuding Sifana yang hanya mendapatkan Anggukkan semangat dari sang empunya


"Sialan emang lo"sinis Sifana dan langsung berlalu pergi dari sana


"OKE RA! BERARTI TAR GUE PULANG KE RUMAH LO!"teriak Rebecca karena melihat Sifana yang sudah pergi terlalu jauh dari tempat nya berada


"Siap siap Lo duo nenek lampir, malem ini kita main"ujar Rebecca dengan senyum Smirk nya


...***...


Sungguh saat ini ia sedang takut, bagaimana dia tidak takut? sekarang dia hanya akan bertiga di rumah besar itu, dan Sifana lah ketakutan terbesarnya


walaupun masih ada sang Mama, tapi jika Sifana sudah bertindak tidak akan ada yang bisa menghentikan aksi aksinya


"Bagaimana ini?aku gak mau kalau sampai masuk rumah sakit lagi"panik Clarra yang kini menggigit kuku kuku jarinya


"terus tadi pas di parkiran aku gak salah dengar kan? maksutnya tuh anak baru mau pulang ke rumah kak Sifana apaan?jangan sampe dia ikut nginep bisa mati berdiri ntat"ujar nya yang kini bertambah panik


"Gak gak gak, kenapa aku harus panik?kenapa aku gak lawan aja? kan gak ada papa toh?!jadi ya bebas dong buat lawan!"ujarnya yang berusaha meyakinkan diri


"tapi kalo aku ngelawan, dan lawanan nya masih kalah telak dari kak Ana bisa bisa berakhir masuk RS lagi ntar"lanjut nya yang kini mulai bimbang


"Aaaa gak mau gak mau! nanti muka cantik aku jadi lecet!terus kak Cakra gak mau sama aku!"sebal nya sembari menarik narik rambut nya Frustasi


"oke tenang, Clarra kamu harus tenang, sekarang kamu tenangin dulu pikiran kamu terus baru deh pikirin buat rencana perlawanan untuk si beban keluarga itu"ucap nya yang menenangkan diri dan setelah itu tersenyum dibuat nya


"oke gak papa- aku pasti bisa lawan mereka!"ujar nya dengan yakin


...****...


Tak jauh dengan keadaan Clarra, kini Winda tengah kalang kabut sendiri di dalam kamar nya di rumah nya - eh ralat Rumah Sifana


"Sial! bagaimana ini!bisa bisa nya Mas Dion pergi keluar negeri begitu saja?! sebenarnya apa yang di lakuin staf di sana sampai harus melibatkan Mas dion?!ini gawat!saya tidak mau harus tinggal bersama anak itu!dia pembawa celaka!"teriak nya dalam kamar yang merasa Frustasi


"bagaimana jika dia kembali melukai putri ku?atau mencelakai diriku sendiri?tidak tidak ini tidak boleh terjadi!"lanjut nya yang menatap aneh ke seluruh penjuru arah


"Dia berbahaya! dia lebih berbahaya dari yang pernah saya duga! dia Licik! apa yang harus saya lakukan? bagaimana caranya saya menghindar? atau- bagaimana jika untuk sementara saya pergi saja dan kembali saat mas sudah pulang?. ya sepertinya itu jawaban yang benar!"ucap nya dan segera mengambil dompetnya

__ADS_1


"Sial!gak pegang uang Cash lagi! ATM ya ATM!"ujarnya yang kalang kabut sembari mencari cari dimana keadaan ATM nya berada


"Dimana ATM saya?! kenapa tidak ada Semua?! kelakuan siapa ini?!"Teriak nya yang bertambah Frustasi sendiri


Sementara di balik balkon kamarnya Winda tak menyadari akan kehadiran seseorang, di sana di luar sana. kini tengah ada seseorang yang masih berusaha bersembunyi agar tak kelihatan lalu menghubungi seseorang secara diam diam


"Halo bos, saya sudah menjalankan perintah"ujarnya berbisik agar tak terdengar oleh orang lain


"Tarok semua kartu itu di tempat yang sudah saya tentukan lalu segera pergi yang jauh"perintah orang yang ada di seberang Telfon


"Siap laksanakan"jawab nya dan segera memutuskan sambungan telepon nya


...****...


Kembali ke sekolah, tepat nya di kelas Sifana ia tak henti hentinya melebarkan senyumnya saat sudah mendapatkan informasi dari seseorang


"emang apa sih yang pernah Lo lakuin?kenapa dia terlihat sangat panik?"tanya Rebecca setengah berbisik agar tak di Dengar oleh orang lain


"Lo gak perlu tau, Lo bisa liat aja nanti apa yang bakalan gue lakuin. gak usah banyak bantah ataupun banyak tanya"jawab Sifana dengan cepat saat melihat Rebecca yang kembali ingin membuka mulutnya


"Yaelah gak seru lo!"sebal Rebecca


"tapi bener kan ntar gue juga bisa ikut main sepuasnya?"tanya Rebecca untuk yang ke sekian kalinya hanya untuk memastikan


"nanya sekali lagi, peluang itu hangus"ancam Sifana yang langsung membuat Rebecca diam di tempat nya


"punya sodara gini amat ya Tuhan, gak seru banget deh"dumel Rebecca yang masih bisa di dengar dengan jelas oleh Sifana


"Dumel Mulu, lama lama lidah Lo yang gue potong"Serkas Sifana yang hanya mendapat Cengiran menyebalkan dari Rebecca


"iya deh iya diam"jawab nya yang masih saja menunjukkan deretan gigi rapi nya


...***...


Tak terasa jam berlalu begitu cepat, dan sekarang sudah menunjukkan waktu untuk pula dan ber istirahat


Senyum Rebecca kini kian mengembang, yang membuat Sifana hanya mendengus sebal melihatnya


"aaaaa gak sabar!ayo cepetan Ra! Buruan!"ujar Rebecca sembari menarik narik paksa lengan Sifana


"Jangan gegabah, bawa santay aja. semuanya butuh trik dan strategi, jangan sampai malah kita yang terjerumus kembali"ucap Sifana yang di angguki mengerti oleh Rebecca


"Siap komandan!"jawab nya dengan antusias


Sementara tidak jauh dari tempat Sifana dan Rebecca berada. kini ada seorang gadis yang menatap lurus ke arah mereka, mata itu menyiratkan ke khawatiran dan ketakutan. ntah apa yang sedang ada di benak nya itu


"Sial!kenapa rasa takutku semakin besar!"kesal nya yang kini malah menghentak hentakan kaki nya dan berlalu pergi dari sana


**TBC


Don't Forget to Like Komen and Vote


......................


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...

__ADS_1


__ADS_2