Annoying Antagonis

Annoying Antagonis
Pulang


__ADS_3

**BACA DULU!


Buat Silent Readers, plis kalo kalian Suka baca Cerita saya tolong akan partisipasi nya, setidaknya berikan Bintang walaupun tidak komen. Apa sesusah itu tekan tombol bintang? padahal Gratis loh


Tapi kalo kalian emang 'Cuma mau baca tapi gak mau 'Pasrtisipasi mending baca nya ntaran aja deh kalo ceritanya udah End


Serius yang kayak gini tuh nurunin Mood tau. Yang baca lumayan tapi yang Like cuma hitungan tangan? Mungkin kalian pikir saya lebay ya, mending daripada begitu kalian coba buat cerita sendiri dan setelah itu lihat bagaimana perasaan kalian kalo Nemu in Silent Readers


Suka minta up di DM an tapi gak pernah ketahuan Like nya


Oh ayolah sekedar Like maupun komen saya rasa tidak akan menghabiskan waktu setengah hidup kalian, tolong sadar diri nya dan hargai karya saya, bukan cuma bagi karya saya tapi buat karya siapa aja. Jangan cuma mau enak nya baca tapi gak kasi semangat


Semangat para Author gak butuh Readers nya koar koar minta up DM sana sini, Cukup imbangin Like sama jumlahnya pembaca di per bab itu udah buat Mood para author naik dan bisa up dengan baik


Oke sekian Terimakasih**


3 hari telah berlalu, dan selama 3 hari itu pula Sifana hanya menghabiskan waktunya di Rumah sakit dan hanya di temani oleh Cakra, Rebecca maupun oleh Barra. tanpa kedua orang tua nya karna Sifana yang malas jika harus kembali beradu argument dengan mereka


"Xa!kapan sih administrasi nya kelar!lama amat sih!"gerutu Sifana yang sudah benar benar jengah berada di sana


"Tunggu b@ngke! itu masih di urus sama sahabat kesayangan Lo itu!"kesal Rebecca karena sedari tadi selalu mendapatkan pertanyaan yang sama dari gadis itu


"B@cot lu B@b¡!"maki Sifana yang tak di tanggapi oleh Rebecca


"Nya!"Panggi Cakra yang baru saja masuk ke dalam Ruangan Sifana


"apa?"


"Lo udah boleh pulang"ujar Cakra dengan senyum manis nya yang membuat perempuan yang kini tengah berdiri di samping Sifana semakin berbunga bunga


"Eh Ra, cowok asli Asia itu kalo senyum Candu ya"bisik Rebecca yang hanya di angguki kecil oleh Sifana


"ayo nya"panggil Cakra yang kini sudah meng gandeng lengan Sifana


"Lah Ora mah enak ada gandengan, gue sama siapa terus?"tanya Rebecca pada dirinya sendiri


"Monyet Italia!buruan!"teriak Sifana yang ternyata sudah berada jauh dari hadapannya


"Anjir gue di panggil Monyet!awas Lo Ra!"amuk Rebecca dan segera berlari mengejar Sifana yang kini tertawa lepas di buatnya


...***...


Sesampainya di rumah Sifana di sambut dengan baik Oleh sang Ayah, Senyum senantiasa menghiasi wajah tampan nya itu


walaupun sudah berumur, tapi tak di pungkiri bahwa Dion masih memiliki wajah yang di bilang cukup tampan dan awet muda untuk seumurannya

__ADS_1


"Selamat datang sayang, kamu Sudah mendingan?"tanya Dion dengan senyum nya yang masih kian mengembang


"Ya"jawab Sifana seadanya


"Ayo masuk, bibi sudah masak makanan kesukaan kamu!"ujar Dion penuh Semangat yang hanya di ikuti oleh Sifana


Sementara Rebecca gadis itu tak henti hentinya menggerutu, bagaimana ia tak mau menggerutu. sedari awal kedatangan nya dia sama sekali tak di hiraukan. bapak tua itu sialan memang! geram Rebecca dalam hati


"Ayo nak makan yang banyak"ujar Dion sembari mengambil banyak nasi dan lauk pauk untuk putri nya itu


"Cukup"ujar Sifana yang sudah merasa sesak melihat porsi makannya kali ini


"kamu makan yang banyak, jangan sampe drop lagi"tutur Dion saat berhenti mengambilkan makanan untuk anak nya itu yang hanya di angguki kecil oleh Sifana


"Kak Cakra gak makan juga?"tanya Clarra yang memang sedari tadi sudah ada di sana tapi tak ada yang menghiraukan nya


"iya makan"jawab Cakra dan segera ikut mengambil makanan


Sementara Winda, entah kemana perginya wanita itu, sedari awal sudah tak terlihat batang hidungnya dan Sifana pun tak mau menghiraukan nya


"Ora di tawarin, Cakra di tawarin lah saya gak ada yang nawarin gitu?!"gerutu Rebecca secar terang terangan yang berhasil menyadarkan mereka semua bahwa masih ada satu orang lagi yang terlupakan


"Eh-"kaget Clarra saat melihat wajah Rebecca, dan itu semua tak luput dari arah pandangan Sifana


"Kamu siapa?"tanya Dion karena merasa asing akan kehadiran gadis baru itu


"Rebecca"jawab Rebecca yang memperkenalkan diri nya sembari sedikit membungkuk di hadapan Dion


"oh baiklah Rebecca, Silahkan duduk dan silahkan makan"ujar Dion dengan senyum tipis nya


"Terimakasih"jawab Rebecca dan segera ikut duduk dan ikut makan di sana


"tak tahu malu"Cibir pelan Sifana yang masih dapat di dengar dengan jelas oleh Rebecca


"yang penting gue kenyang, hati tenang"jawab Rebecca dengan Entengnya


"Kakak ngapain di sini?"tanya Clarra yang tanpa sadar dan berhasil mengalihkan antensi orang orang


"apa maksud lo?"tanya Sifana yang langsung turun tangan


"Eh- maksud aku itu______ eumm itu Kok Kak Rebecca bisa bareng kalian gimana ceritanya?"tanya Clarra yang berusaha mati matian untuk menormalkan detak jantung nya yang tiba-tiba saja berpacu lebih Cepat


"Maklumin saja, Dia saudari gue yang masih punya hati dan otak jadi gak usah di tanya kalo dia bisa bareng gue dari RS, beda lagi sama yang satunya boro boro mo jengukin nitip salam aja gak"jelas Sifana yang di bumbuhi oleh sindiran


Entah kupu-kupu dari mana yang masuk ke dalam perut dan hati Rebecca, entah kenapa dia merasa senang Sifana mau mengakui nya sebagai saudari nya, Ah- dia sudah lama ingin dekat dengan Saudari nya itu. dia sudah benar benar suka akan sifat Sifana semenjak pertama kali bertemu yaitu beberapa tahun yang lalu, saat Sifana dengan nekat Terbang ke Italia hanya untuk mencari tahu kebenaran akan keberadaan sang ibu

__ADS_1


tap beda jauh akan Rebecca, Clara kini juga diam mematung. bukan diam karena merasa senang seperti Rebecca tapi ia Dian karena merasa tersindir dan tersinggung akan ucapan yang di lontarkan oleh Sifana


"Maksud kamu Saudari itu apa nak?"tanya Dion yang merasa bingung akan ucapan putri nya itu, Saudari?apa maksudnya? bukannya Sifana Anak tunggal nya dengan Laurent dan Saudari Tiri Sifana pun hanya Satu yaitu Clarra. dan mengapa tadi putri nya itu menyebut gadis Asing itu sebagai Saudari nya? apa jangan jangan Laurent_____


"Dia anak sambung Nyonya Laurent Koscielny beserta suami baru nya Narendra"jawab Sifana dengan enteng


Damn!


Entah kenapa hati Dion terasa hancur mendengar itu, perasan apa ini?mereka sudah berpisah dari beberapa tahun lalu!kenapa ia merasakan sakit itu lagi?!benar benar tidak masuk akal!


"Ya, Perkenalkan nama saya Rebecca Bexxa anak satu satunya dari Narendra Leydenm"jelas Rebecca yang memperkenalkan nama Aslinya


Note: Marga Koscielny dan Leydenm jika tidak masuk akal ataupun kurang bagus mohon maaf karena saya tidak ngambil punya orang lain ataupun dari Google itu murni saya yang membuat nya. jika ada yang suka dan ingin mengenakan nya mohon izin nya terlebih dahulu. karena saya jamin ini benar benar yang ada di otak saya dan saya tuangkan di sini semua


"Gila Leydenm? bukannya itu keluarga terkaya di Italia? seberuntung itukah Sifana?"batin seoarang gadis yang merasa kalah telak


"dan siapa tadi, Nyonya Laurent Koscielny?dia benar benar ibu Sifana?tidak itu tidak mungkin! bagaimana bisa dia lahir dari seorang wanita yang menyandang gelar sebagai putri dari keluarga kaya?!ini tidak adil!"batin nya yang merasa geram


"Saya selesai, permisi"pamit Sifana dan segera berlalu pergi dari sana di ikuti oleh Cakra dan tak lupa dengan Rebecca yang juga ikut mengekor di belakang nya


...****...


sementara di dalam kamar Sifana, Rebecca tak henti hentinya tertawa puas melihat reaksi wajah yang di tunjukkan oleh Clarra, Ekspresi seperti apa yang di tunjukkan gadis itu, Ck benar benar kampungan! pikir Rebecca


"Gila sih Ra!se miskin apa sih dia Sampe pas denger nama marga Momy sama Dady sampe Syok gitu Hahahahaha"tawa Rebecca yang semakin menggelegar


"Mana gue tau"jawab Sifana acuh tak acuh


"gak usah hina orang lain!jangan mentang-mentang Lo kaya!"bela Cakra yang langsung menghentikan tawa dari Rebecca


"paan sih Lo ikut aja!"ujar Rebecca yang menatap sinis ke arah Cakra


"Lo di bilangin juga!"


"B@cot!"Sinis Rebecca dan segera berpamitan pergi pada Sifana


"Saudari Lo gak ada aturan Nya!"ucap Cakra sat melihat punggung Rebecca yang kian menjauh dari sana


"gak usah ngomongin dia mau bagaimanapun gue setuju akan ucapannya"bela Sifana yang membuat Cakra menganga di buatnya


"Gila Lo nya"sinis Cakra yang tak di perdulikan oleh Sifana


**TBC


Don't Forget to Like Komen and Vote**

__ADS_1


__ADS_2