
"CAKRA!"Panggil seseorang dari arah luar rumah Cakra yang di kunci rapat oleh Sifana
"ANAK S¡ALAN BUKAN PINTU NYA!"teriak nya lagi
Cklek
"Ya?"tanya Sifana yang membukakan pintu
"Ngapain kamu di sini?!"tanya nya dengan Sinis
"Rumah Rumah teman saya juga, orang nya gak keberatan juga"jawab Sifana dengan enteng yang membuat orang itu mengeram kesal di buatnya
"Minggir saya mau ketemu Cakra!"bentak nya yang membuat Sifana tersenyum mengejek terhadapnya
"buat apa? bukannya tadi anda Sudah menemuinya?"tanya Sifana yang menekan kata kata nya
"Bukan Urusan anda, dan cepat menyingkir lah!"geram nya yang merasa Frustasi
"Anda jelmaan Iblis tuan Andi! Silahkan pergi sebelum saya yang bertindak seperti Sebelumnya"tekan Sifana dengan Smirk nya
"S¡alan!Gadis S¡alan! geram pria yang di ketahui bernama Andi itu dan dia segera melangkah pergi dari sana
"Pria tua menyebalkan!kenapa dia sebelas dua belas dengan si Akik tua itu"geram Sifana yang menggerakkan gigi nya
"Dia sudah pergi?"tanya seseorang dari arah belakang Sifana dengan nada yang sedikit bergetar
"gak usah takut, dia hanya pria lemah yang tau nya hanya mengancam"tenang Sifana yang membuat Pria itu- Cakra hanya mengangguk di buatnya
"Kenapa harus dia Nya?kenapa harus dia yang jadi ayah gue?"tanya Cakra dengan suara pelan nya
"entah, gue juga bingung. kenapa masih ada pria yang kayak bapak Lo maupun bapak gue di dunia gini?"ujar Sifana dengan nada ketus nya
"pulang nya, udah mau malem. gue gak bisa anterin Lo saat ini jangan sampe Ayah pusing nyariin keberadaan lo"ujar Cakra yang membuat Sifana mendengus sebal dibuat nya
"Apa peduli gue?gue juga gak terlalu yakin kalo tuh bapak bapak nyariin gue jam segini, paling paling tar kalo dah lewat jam 11/12 malem. tapi itupun kalo dia udah pulang dari pekerjaan dadakan nya yang di luar kota itu"ketus Sifana yang membuat Cakra menggelengkan kepala mendengar nya
"Gak baik juga anak Cewek malem malem masih keluyuran"nasehat Cakra yang di iringi dengan senyuman
__ADS_1
"Bodo lah Cakra, males lah sama lu"kesal Sifana dan berlalu pergi begitu saja dari rumah Cakra
"Dasar bocah"kekeh Cakra yang melihat Anya nya sedang marah pada nya
"gue harap, gue bisa selalu ada di sisi Lo nya. dan___ bisa bahagiain lo"ujar Cakra sembari menatap mobil Sifana yang sudah melesat jauh keluar dari pekarangan rumah nya
"Dan- Gue juga harus Singkirkan siapapun orang yang berani nyentuh ataupun nyakitin lo"ujar nya penuh tekat
"Gue emang takut sama Ayah gue sendiri tapi kalo dia berani nyentuh lo gue gak akan segan segan buat lenyapin dia dari dunia"lanjut nya dengan mata yang penuh akan kilat amarah
"Gue janji!"
...*****...
Sementara Sifana sendiri kini ia telah kembali ke rumah nya, dan kini ia sedikit di kejutkan oleh kedatangan seseorang. kini Pria tua itu- Ayah nya tengah berbahagia dengan keluarga baru nya itu dengan tawa yang mengisi kekosongan di ruangan itu
"Sejak kapan dia datang? bukan nya pekerjaan sedang di sabotase oleh Rebecca?lalu bagaimana Pria itu tiba tiba ada di sini?" batin Sifana yang merasa kebingungan
"Eh- kak Ana udah pulang?"sapa Clarra dengan suara yang sedikit di lembut kan
"Sayang, Sini gabung Ayah ada bawa hadiah buat kamu"ujar Dion dengan senyum lembutnya
"Sejak kapan dia di sini?"tanya Dion yang menatap punggung putri nya dengan Saudari Tiri putri nya itu
"Sejak mas pergi"ujar Winda yang hanya mendapati Anggukkan dan tidak mendapati pertanyaan lebih lanjut dari Dion
"Ya sudah Saya mau ke kamar bersihin diri terlebih dahulu"pamit Dion dan melangkah pergi dari sana saat mendapati Anggukkan dari istri beserta anak nya
"Gila! mewah banget tas nya mah!"histeris Clarra saat mendapati tas yang terlihat sangat mewah dan tentunya salah satu barang Branded
"Bener banget! apalagi sepatu ini!aaaa gak kebayang tar mama pake pas acara ibu ibu sosialita!"ujar Winda yang tak kalah histeris
...*****...
Sementara Sifana sendiri kini ia tengah menahan kesal saat mendengar cerita yang keluar dari mulut Rebecca. jadi ini alasannya kenapa pria itu cepat kembali, ternyata dia dengan pintar nya menyuruh sang tangan kanan yang menggantikan nya di sana. S¡alan memang s¡alan! Rencana sudah hancur berantakan! Geram Sifana yang mengepalkan tangannya
"Jadi gimana dong Ra?"tanya Rebecca yang ikut merasa kecewa
__ADS_1
"ntah"Jawab Sifana acuh tak acuh yang membuat Rebecca mendengus di buat nya
"boleh gak sih Ra bunuh lo?"tanya Rebecca yang sudah benar benar geram akan Sifana yang pembawa an nya terlalu Santai
...****...
Sementara di kamar lain, kini ada seorang lelaki paruh baya yang tengah berbicara serius dengan seseorang yang ada di seberang Telfon
"Tangkap penyusup itu tanpa di sadari oleh siapapun! bagaimana pun caranya saya harus mendapatkan nya!"ujar nya dengan yang terdengar mutlak tak dapat di bantah
"Apapun caranya!"ujar nya dan segera mematikan sambungan telepon itu
"Apa yang sebenarnya sudah saya lewat kan?"batin Pria itu yang merasakan ada sesuatu yang janggal di tambah akan rekaman Cctv tersembunyi yang ada di rumah nya ini
"Bagaimana pun caranya orang itu harus segera jatuh di tangan saya!tak penting jika lawan nya adalah Dia"ujar nya yang penuh akan tekad
......****......
Kembali di kamar Sifana, kini gadis itu tengah duduk santai sembari menatap layar Ponselnya yang tengah menampilkan sesuatu di sana
"Duhhh gimana dong nih Ra! duhhh kok aki aki tuh ikut ikutan sih!?"tanya Rebecca yang yang kini geram sendiri dibuatnya
"Biarin"jawab Sifana Enteng
"Halo, biarin Dia di bawa sama Mereka"ucap Sifana pada seseorang yang ada di seberang Telfon
"Oke"Jawab nya dan segera mematikan sambungan telepon nya begitu saja
"Lo Gila Ra?!"sentak Rebecca yang hanya mendapatkan jawaban yang tak memuaskan dari Sifana
"Emang Prik Lo Ra!"ujar Rebecca dan segera membaringkan tubuhnya di kasur empuk milik Sifana
"gak Prik gue cerdik"bela Sifana sembari menertawakan diri nya sendiri
"Suka suka lo"dengus Rebecca dan memejamkan matanya untuk tidur
**TBC
__ADS_1
maapin author gak up ya, maap banget. Author lagi gak enak badan alias lagi Down. mana pans banget lagi. sebenarnya Sekarang masih kurang enak badan sih, tapi ya udah lah di usahain. Happy reading Yo ygy
Don't Forget to Like Komen and Vote**