
Hari ini hari Senin, dan dengan malasnya Sifana harus pergi ke sekolah. ya walaupun dia cuma akan berbuat onar tapi dia harus tetap pergi ke sekolah bukan?yaa walaupun hanya sekedar pencitraan agar di masa depan dia masih mendapat tunjangan untuk menjadi penerus keluarga
katakanlah Sifana Licik. tapi memang itulah tabiat Asli dari dirinya
"Eh Ra, berita itu bener?"tanya Rebecca yang kini tengah berjalan di samping Sifana
"Ya"
"Bukannya dia ngejar Lo ya-"
"Diem"Potong Sifana dengan tatapan tajam nya yang membuat Rebecca mengatupkan bibirnya seketika
"Yahh enak dong Clarra dapetin anak tunggal kaya raya"lesu Rebecca karena ia kira tidak akan bisa membully Clarra lagi
"Kata siapa"
"Maksudnya?"
"Dia bebas dari Bullyan Sekolah tapi dia gak akan bebas di tangan dia"ujar Sifana yang mengeluarkan Smirk nya
...***...
Di tempat Clarra berada
di sebuah ruangan sempit kotor dan terlihat gelap, menjijikan tikus yang berlarian semut yang rombongan
"TOLONG!"teriak Clarra yang menggelegar
"GUE BILANG DIEM!"bentak orang itu dengan kejam
"K- kamu mau a- apa?, t- tolong lepasin aku"ucap Clarra dengan suara bergetar nya
"Gara gara lo! Gara gara Lo yang nyatain pernyataan bodoh itu gue gak jadi buat milikin gadis gue!SIFANA ITU PUNYA GUE! DIA MILIK GUE! DAN LO PENGHANCUR SEMUANYA!"Teriak orang itu - Bahar yang merasa Murka saat ini
"A- aku minta maaf... hiks"ujar Clarra yang kini telah mengeluarkan Isak tangis nya
"jangan deket deket gue lagi habis ini!karna gue bakalan lakuin apa pun agar pertunangan ini dapat di batalkan"ucap Bahar dengan wajah yang mengeras
"kamu gak bisa gitu in aku! sekarang aku udah jadi Tunangan kamu! seharusnya kamu hargain aku!"teriak Clarra yang merasa tak terima
PLAK
"aaaa"
"DIEM LO CEWEK MURAHAN!LO TUH GAK PANTES DI SAMPING GUE! MURAHAN BANGET LO!"marah Bahar saat setelah berhasil menampar pipi milik Clarra
"Awas lo!"ujar nya dan berlalu pergi meninggalkan Clarra yang sudah terisak sendiri di sana
__ADS_1
"Gak gak ini gak bisa di biarin!kak Ana udah dapetin kak Cakra jadi sekarang Bahar harus jadi milik aku!"
"Aku gak boleh sia sia in kesempatan ini, ya ini mas walaupun sedikit berkarat tapi masih bisa di gunakan"ucap Clarra pada Dirinya sendiri
...****...
Sementara Sifana sendiri kini ia tengah duduk dengan santai nya di dalam kelas sembari memainkan ponselnya, hingga dia menyadari sesuatu. Cakra! kemana lelaki itu?
"Angkat Cakra!"geram Sifana saat menatap ponselnya yang tidak bisa menyambung ke ponsel Cakra
"Sial!"Umpat Sifana dan langsung berlari kencang membelah kerumunan para murid yang ingin memasuki kelas
"LIORA MAU KEMAN LO?!"Teriak Rebecca saat melihat Sifana yang berlari kencang hingga tak sadar jika ia sempat menabrak dirinya
"RA TUNGGU!"panggil Rebecca dan ikut berlari mengejar Sifana
...*****...
*CTARR
BRUKH
BUGH
PLASS*
"ANAK SIALAN!MATI AJA KAMU!GAK BERGUNA!"Teriak orang itu yang kini di tangan nya tengah me megang ikat pinggang
"SEHARUSNYA KAMU GAK MENGACAUKAN INI SEMUA! BELUM PUAS KAMU BUAT MALU SAYA HAH?!"teriak nya yang semakin Murka
"Apa lagi salah Cakra Pah?"tanya Cakra dengan suara lemah nya
Ya dia - Cakra sahabat Sifana
"Masih berani nanya kamu?!kamu kan yang buat Istri saya luka kayak gitu? iya kan?!jawab!"teriak Andi Ayah Cakra
"Papa jangan asal nuduh, Jelas jelas Cakra gak pernah sekalipun nemuin istri dan anak ayah dari pertama kali kalian nikah"ujar Cakra tak terima tapi ia tak bisa melawan saat ingat dengan ke adaan tubuh nya
"Gak usah nge- les kamu ya! Istri saya sudah cerita semuanya!kamu nemuin dia diam diam tanpa sepengetahuan saya dan kamu mengancam akan membunuhnya!"murka Andi
"Belum puas kamu setelah kamu berhasil bunuh ibu mu sendiri hah?!"
"Bukan Cakra yang bunuh Mama!"teriak Cakra yang mendapat kekehan Sinis dari Andi
"Sudah jelas jelas di Foto itu kamu yang di sana!"
"Papa gak ada di situ!Cakra juga baru datang pada saat itu-"
__ADS_1
PLASS
"DIAM KAMU ANAK SIALAN!"Teriak Andi dan kembali melayangkan cambukan pada badan Cakra
"Jika suatu saat papa tau semuanya, Cakra gak bakalan mau maafin papa. bahkan sampai Cakra mati sekalipun!"ujar Cakra dengan tatapan Menusuk nya
"Cakra Bersumpah!"lanjut Cakra yang malah hanya mendapat kekehan dari Andi
"kamu gak akan bisa lakuin itu Cakra, kamu hanya beban, kamu hanya pembμnμh"kekeh Andi
BRAK
"Berani Beraninya anda tuan!"geram Sifana saat melihat sekujur tubuh Cakra yang kian mulai membiru dengan seragam sekolah yang sudah acak acakan
"ngapain kamu di sini?!"
"seharusnya saya yang tanya! ngapain anda datang ke sini cuma buat nyakitin dia?!"
"anak saya! darah daging saya!gak saya!-"
"Sejak kapan anda mengakui dia sebagai anak anda?: potong Sifana dengan cepat
"Apa maksud mu?!"
"Saya tahu semuanya tuan!anda sudah tahu sendiri bukan saya dan Cakra sudah kenal berapa lama"
"Terserah! terserah kamu! yang penting saya sudah puas menyiksa dia!karena dia sudah berani nyakitin keluarga saya, sudahlah saya sudah bosan. selamat pagi"ucap Andi dan langsung berlalu pergi begitu saja
"Tua Bangka sialan!"geram Rebecca yang ternyata sedari tadi juga ada di sana tepat nya di belakang punggung Sifana
"Bantu gue obatin Cakra"ucap Sifana cepat saat melihat Rebecca yang akan menghampiri Andi yang kini tengah akan memasuki mobilnya
"Okke"jawab Rebecca dengan semangat dan langsung berlalu membantu Cakra yang sudah terkapar lemas
Sementara Sifana sendiri kini gadis itu tengah asik mengotak Atik handphone nya entah ala yang sedang ia lakukan.
"Awasi mereka! secepatnya kumpulan bukti bukti beberapa tahun lalu, dan semua bukti kejahatan dia pada masa dulu maupun sekarang!"tegas Sifana pada seseorang yang ada di seberang Telfon
"Awas aja kalian"geram Sifana dan langsung menyusul Cakra dan Rebecca ke arah ruang tamu
**TBC
Ada yang bisa nebak Sifana ngehubungin siapa?
maaf ya dikit dulu, mepet sama tugas tugas
Don't Forget to Like Komen and Vote**
__ADS_1