
Pagi ini adalah pagi yang sangat menyebalkan bagi Sifana, Bagaimana tidak?buat apa lelaki ini ada di rumah nya di pagi buta seperti ini?oh ayolah ini baru jam 6 pagi dan sialnya Cowok ini sudah berada di dalam kamar Sifana sedari tadi
"Lo ngapain sih di sini?ganggu tau ga"kesal Sifana karena Orang itu tak mau beranjak dari kasur nya
"yaudah lah sih, mau numpang tidur juga. lagian dari dulu gue sering tidur di sini yaa cuma emang udah dulu banget sih"ucap orang itu sembari tertawa renyah
"ck!dulu ya dulu sekarang ya sekarang, mending Lo pergi biar gak ngerusak pemandangan"usir Sifana yang masih tak di Dengar kan oleh orang tadi
"Na"panggil nya yang tak di hiraukan oleh Sifana
"Anya"rengek nya yang membuat Sifana menoleh dengan decakan malas yang menyertainya
"gak usah panggil Anya lagi Nama gue Sifana bukan Anya!"tekan gadis itu yang merasa jengah akan orang yang ada di depannya
"bodo dari dulu gue panggil lu ana ataupun Anya juga"kekeh nya yang tak mau kalah akan Sifana
"ck!mau Lo apa sekarang?"
"jalan yuk, bosen gue"lanjut nya sembari membalikkan badan menatap Sifana yang tengah duduk di meja belajarnya
"males"jawab nya dengan acuh tak acuh
"Anyaaa"Rengek nya lagi yang membuat kuping Sifana terasa sakit mendengar rengekan menjijikkan nya
"Bac⁰t lu Setan"maki Sifana sembari melemparkan barang apa saja yang ada di dekatnya
"Ganas Girls"kekeh nya sembari menangkap dengan mudah barang yang di lemparkan oleh perempuan itu
Tok Tok Tok
"ya?!"jawab Sifana dari dalam kamar sembari sedikit berteriak
"Non di panggil Tuan untuk segera turun untuk sarapan"panggil nya yang tak lain adalah Bu Surti pembantu di rumah itu
"Ya"jawab Sifana secara singkat
"baik non"akhir bi Surti dan segera berlalu pergi dari sana
"yok turun makan, laper!"oceh Cakra sembari menggendong Sifana layak nya mengangkat karung beras
"kaki gue masih ber fungsi S¡alan!"maki Sifana yang tak di Dengar kan oleh Cakra
......****......
__ADS_1
sesampainya di meja makan, kini Sifana dan Cakra telah menjadi pusat perhatian akan seluruh atensi yang ada di meja makan
"Kaka ngapain kek gitu?"tegur Clarra yang merasa tak suka yang melihat kedekatan Cakra dengan Sifana
"astaga dua anak ini, masih pagi loh"Tegur Dion sembari menggelengkan kepalanya
"gak papa lah Yah, lagian Cakra udah lama juga gak gendong si gendut"ujar Cakra dengan senyum menjengkelkan nya
"pala Lo kotak gue di kata Gendut"maki Sifana yang merasa tak terima di kata Katai
"kakak, kak Cakra cuma becanda kenapa kakak maki?"bela Clarra dengan tampang polos nya
"kan emang Lo dulu gendut banget pas baby uhhh kalo inget jadi pengen balik ke masa lalu biar bisa cium Lo terus"ucap Cakra yang tak menghiraukan ucapan Clarra
"modus Lo setan!"Jengkel Sifana sembari duduk ke kursinya
"kalian ini kerjaannya berantem terus"kekeh Dion yang merasa senang karena melihat putrinya yang banyak bicara di pagi hari ini
"papa,kenapa papa gak tegur Kaka?Kakak gak sopan loh-"protes Clarra yang mendapat tatapan tajam dari Dion
"sudah lah sebaiknya kita makan"putus Dion yang mau tak mau harus di turuti oleh mereka semua
"Ayah, abis ini Cakra izin Pinjem Anaknya"ucap Cakra di sela sela makanya
"Mmhh Anya sialan Lo!"maki Cakra yang langsung memiting leher Sifana
"astaga, ini lagi makan Loh!"peringat Dion dengan wajah tegasnya
"maaf"ujar keduanya dengan serentak
"oke oke, jadi Cakra kamu izin mau bawa anak ayah yang mana?"tanya Dion yang merasa penasaran karena di lihat lihat belakangan ini Cakra juga sedikit dekat dan mengenal putri keduanya Clarra
"ya jelas si gendut lah yah, yang mana lagi coba"ujar Cakra dengan bangga nya yang berhasil melunturkan senyum bahagia dari seseorang
"males gue"celetuk Sifana yang mendapat pelototan tajam dari sang empunya
"yaudah kak,kalo kakak cape biar Clarra aja yang gantiin"ucap nya di iringi dengan senyum manis andalan dirinya
"enggak enggak enggak!, Anya mau gak mau Lo harus ikut!"paksa Cakra yang mendapati pukulan maut di lengannya
"mau ngasi gue apaan Lo sampe berani maksa maksa gue?"tanya Sifana yang masih mempertahankan wajah datarnya
"hati kuuu"canda Cakra yang mendapat delikan malas dari Sifana
__ADS_1
"punya temen otak nya udah ilang ya gini"caci Sifana sembari berjalan ke arah luar rumah tanpa berpamitan sedikit pun
"eh Nya! Tungguin!"teriak Cakra dan segera menyusul Sifana setelah berpamitan pada orang orang yang tengah berada di meja makan
"dasar dua anak itu"kekeh Dion sembari melanjutkan sarapannya
......***......
sementara kini di luar Mansion Cakra sudah mendapati delikan tajam dari gadis di depannya ini
lihat lah sekarang, Tumben sekali Cakra membawa Mobil? ada apa? biasanya juga dia selalu menaiki motor untuk menjemput ataupun pergi kemana saja, lalu kenapa sekarang berbeda?
"mana motor lu?"tanya Sifana dengan wajah malas nya
"kali kali gitu Nya pake mobil biar kece kek cowok cowok lain tuh, biar gak di kira kere gue bawa cewek naik motor panas panasan ujan ujanan"canda Cakra yang membuat Sifana tambah menatap nya malas
"gak usah lebay, bawa mobil bikin macet mending motor bisa nyelip"dengus Sifana yang hanya mendapat cengiran menyebalkan dari orang yang kini tengah berdiri di depannya
"yaudah yuk naik, silahkan tuan Puteri"ujar Cakra sembari membuka kan pintu untuk Sifana dan belagak seakan ia seorang pangeran yang tengah mendampingi seoarang Putri Raja
"jijik gue liat muka Lo gitu"delik Sifana dan segera berlalu untuk memasuki Mobil Cakra
"tuan Puteri nya tidak ramah bintang Sribu ya kawan kawan"ucap Cakra dari luar mobil sembari tertawa sendiri
"Ga usah banyak omong cepat masuk sebelum Lo gue timpuk!"ancam Sifana setelah membuka kaca jendela mobil dan menatap horor lelaki yang masih asik akan dunia kegilaan nya sendir
"astaga gak sabaran amat neng mo nge date sama Abang, iya tunggu ya sayang"ledek Cakra yang semakin menguatkan gelak tawanya
"masuk gak Lo!"dekik Tajam Sifana yang langsung di angguki oleh Cakra
"iya deh sayang iya..... hahahaha......"lanjut nya sembari berlari untuk memasuki mobilnya agar tak mendapat amukan dari sang macan betina
"seharusnya yang di situ itu gue!"kesal seseorang yang sedari tadi menyakitkan perdebatan kecil Sifana dengan Cakra dari kejauhan
"*gue pasti in hidup Lo akan selalu suram, dasar pengganggu S¡alan!"
"seharusnya Lo itu pergi, biar gak jadi parasit dalam hidup gue!"
"liat aja nanti apa yang bakalan gue lakuin sama kehidupan Lo, hm Ck!dasar B⁰d⁰h tak berguna*"
"awas aja Lo nanti" lanjut nya dan segera berlalu pergi dari sana
**TBC
__ADS_1
Don't Forget to Like Komen and Vote**