
Seminggu kini telah berlalu, tapi tetap saja hubungan Ayah dan anak itu tak kian membaik bahkan layaknya orang asing
"Minggu depan kalian sudah akan kembali ke sekolah setelah libur semester, apa kalian sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi pelajaran di semester dua ini?"tanya Dion pada kedua Putrinya yang kini tengah ikut sarapan bersama
"iya pah"jawab Clarra dengan senyum manis andalannya
"lalu bagaimana dengan Sifana?"tanya Dion yang kini beralih menatap putri pertamanya
"Ya"jawab Sifana Singkat tanpa mengubah Ekspresi maupun pergerakan apapun yang hanya di tanggapi dengan senyum ringan oleh Dion
"kakak, seharusnya kakak itu-"
"lebih baik Lo diam sebelum garpu yang sedang gue genggam bersarang di tenggorokan Lo!"tekan Sifana yang membuat Clarra tak lagi melanjutkan Kalimatnya
"Sifa seharusnya kamu gak boleh gitu sama adik kamu-"
Brak
"jarang Loh saya ikut makan bersama kalian, bahkan bisa di bilang hampir tak pernah, lantas kenapa Sekali nya saya bergabung anda berdua tidak bisa diam?"marah Sifana setelah berdiri dengan kasarnya dari bangkunya
"Sifa, mama cuma-"
"Anda bukan mama saya!dan Anda juga bukan Adik saya!jadi stop panggil saya dengan embel-embel Kakak! Dasar tukang cari Masalah!"tekan Sifana sembari menatap bengis ke arah dua perempuan yang ada di depannya itu
"Sifa duduklah nak"lerai Dion yang tak mau ada nya pertikaian
"Saya selesai"Ucap Sifana dan segera berlalu pergi dari sana tanpa menghiraukan panggilan panggilan dari sang Ayah
"mas- Maaf"Sesal Winda saat melihat kepergian Sifana dengan emosi yang menguasai otaknya
"lain kali jangan di ulangi!"peringat Dion dan beranjak pergi dari sana
"mama gak papa, bukan salah mama. hanya saja Kakak yang keterlaluan"ucap Clarra yang menenangkan sang Ibu agar tak merasa bersalah
"ya Sayang"ucap nya dengan lembut
....***...
Sementara kini Sifana sudah berada di sebuah Mansion yang isinya tidak jauh dari 90% berjenis Lelaki dan 10% perempuan yang tak lain pacar ataupun kerabat dari orang orang yang juga ada di sana - kecuali Sifana yang sudah mereka anggap sebagai anggota CARRASCO Gank motor yang di dirikan oleh Devan hanya untuk sekedar hiburan
"Tumben banget Lo pagi pagi udah ada di mari?"sapa seseorang yang baru saja menghampiri Sifana
"Bac⁰t Lo!"dengus nya yang hanya mendapat kekehan dari sang empunya
__ADS_1
"laper gak?"tawar nya sembari menyodorkan beberapa bungkus nasi pada Sifana
"gak!"
"Rion! mending Lo jauh jauh deh, gak usah ganggu in macan tutul yang lagi tidur"sentak Devan yang baru saja datang
Rion salah satu anggota Carrasco sekaligus sahabat dan tangan kanan Devan, suka sekali menjahili Sifana tanpa tau tempat
"Aelah Pan posesif amat dah"gerutu Rion karena merasa acara sesi menjahili Sifana tergantung
"Posesif Posesif jidat Lo Lebar!"ketus Devan yang hanya mendapat Dengusan tak menyenangkan dari Rion
"tar malem gue mau balapan, Lo ikut atau tidak?"tanya Devan sembari menatap ke arah Sifana yang masih duduk terdiam
"jam?"
"jam 8 soalnya abis itu gue masih ada urusan"
"Oke"jawab Sifana yang juga di angguki kecil oleh Devan
Menit demi menit kini telah berlalu detik kian berganti Detik dan jam juga kian berganti
kini, tepat jam 8 Malam Sifana beserta teman Tongkrongan nya telah Standby di Sirkuit yang akan di gunakan untuk balapan malam ini
"nanti Lo juga bakalan tau"Jawab nya yang di angguki singkat oleh sang empunya
Pertandingan kini telah di mulai dengan Devan yang memimpin di depan, tapi tak ayal lawan yang terus saja berusaha untuk menerjang.
balapan kian memanas Devan kini tengah di belakang tertinggal jauh dari para musuhnya, walaupun begitu masih banyak yang menyemangati serta menyoraki kemenangan nya
Devan yang kini semakin berusaha untuk mengambil kembali posisi nya, tidak sia sia di putaran yang terakhir Kini ia kembali berada di depan jauh dari jangkauan para musuh arenanya, Dan ya kini Devan lah yang menjadi pemenangnya
Riuh tawa dan tepuk tangan beserta cacian kini memenuhi pendengaran, sekaligus penyambutan akan kedatangan Devan
"Gila keren juga Lo, Syukur deh Lo bisa menang dari tuh anak"bangga Rion sembari ber tos ria dengan Devan
"Kurang menantang"ledek Sifana yang hanya mendapat kekehan geli dari Devan
"sesuai taruhan"ucap seseorang dari arah belakang punggung Sifana sembari melemparkan sebuah kunci Motor kepada Devan
"Thanks"ucap Devan dengan Smirk nya
"Sifana"panggil orang itu yang membuat Sifana mau tak mau membalikkan badannya
__ADS_1
"Ya?"
"Ngapain lagi di sini?"tanya orang itu dengan penasaran dan raut wajah yang tak bisa di artikan
"main"jawab Sifana dengan singkat dan tak jelas yang membuat orang itu merasa bingung
"Lo seharian pergi dari rumah, dan sekarang Lo malah berkeliaran di arena balap?mau jadi apa Na?"ucap orang itu menggebu-gebu
"Ini bukan urusan Lo Cakra!"tekan Sifana yang merasa jengkel di tanya tanya
"gue sahabat Lo,jadi urusan Lo urusan gue juga!"ucap nya dengan penuh penekanan
"gak usah sok asik karna Lo gak asik"jengah Sifana dan langsung menaiki motor milik Devan yang masih Terparkir Apik di sebelahnya
"gue balikin besok!"ucap Sifana pada Devan dan segera melajukan motor nya untuk pergi menghiraukan panggilan panggilan dari Cakra yang menawari nya untuk pulang bersama
"jangan deketin ataupun main main sama sahabat gue!"tekan Cakra lalu meninggalkan Devan yang menatapnya penuh Arti
...****...
Sesampainya di rumah kini Sifana sudah mendapati tatapan tajam dari sang ayah
"darimana saja kamu seharian?"tanya Dion dengan wajah datarnya
"main"jawab Sifana dengan sekenanya
"main kemana aja kamu sampe malem begini? lalu motor siapa yang kamu bawa tadi? perasaan ayah tidak pernah melihatnya?"tanya Dion beruntun
"main kemana aja,motor temen. udah sesi Tanya nya udah malem"jawab Sifana dengan cepat karna ingin segera mengakhiri semua ini
"huft nak kamu itu perempuan, ayah itu khawatir akan keselamatan kamu-"
"tidak perlu khawatir selama ini saya sudah berhasil menjaga diri saya sendiri"
"nak- sampai kapan kamu akan berbicara Formal terhadap ayah kandung mu sendiri?kapan kau akan kembali menjadi putri kecilnya ayah lagi?"tanya Dion dengan sendu
"akan berakhir jika anda bisa memutar balikkan waktu kembali dan mengembalikan keluarga kecil impian itu kepada saya"jawab Sifana dengan tegasnya yang membuat Dion terdiam seribu bahasa
"baiklah sepertinya kamu butuh istirahat, silahkan kembali ke kamar kamu"ujar Dion dengan lesu yang langsung di turuti oleh Sifana tanpa sepatah kata pun
"semoga____ ini cepat berakhir"
**TBC
__ADS_1
Don't Forget to Like Komen and Vote**