Annoying Antagonis

Annoying Antagonis
Sedikit Sapaan


__ADS_3

Waktu kian berganti. kini rembulan telah menyembunyikan sinarnya dan mentari masih tampak malu malu untuk menampakkan diri di pagi yang cerah ini


"Bagus ya udah jam 6 tapi baru bangun"ujar seseorang yang mengejutkan Cakra


"Hm?"


"Lihat tuh Ica,Pagi pagi udah bangun beres beres masak gak kayak kamu yang cuma tidur terus!coba lihat papa kamu tuh juga udah berangkat kerja dari tadi pagi pas masih pagi buta!"omel orang itu yang membuat Cakra mengerutkan keningnya merasa aneh kepada orang di depannya ini


"Ica?ohh Ja- Khm- maksud nya wanita Murahan itu?"ucap Cakra yang membuat perempuan yang ada di depannya mengeram menahan amarah


"Jaga ucapan kamu ya!"


"apa yang harus di jaga? bukannya ibu dan anak sama saja?sama sama Tukang Ngangkang"ucap Cakra dengan Sinis yang membuat wanita di depannya ini semakin marah


"Oh ya. anda yakin suami anda berangkat pagi karena kerjaan?atau jangan jangan mau nemuin selingkuhan"kompor Cakra di sertai kekehan sinis


Duakh


"Duh, Sorry kaki gue Licin tadi"ucap Cakra saat sudah menendang seember air sisa pel ke arah Nanda


"oh ya gue kasian liat lu udah terlalu Jompo. buat bersihin ini semua. jadi nanti tolong panggil aja anak Lo itu ya biar bersihin semuanya soalnya dia udah cocok Jadi pembantu"lanjut Cakra dan langsung berlalu pergi dari sana


"Anak itu!S¡alan sekali!"erangannya dan berlalu pergi dengan tergesa-gesa dari sana untuk membersihkan bagian tubuh bawahnya yang sudah gatal gatal akibat tumpahan air tadi


...****...

__ADS_1


Pada Siang harinya di ruang tamu hanya di isi oleh Oma, Cakra, Nanda beserta anaknya - Ica


"Oma Ada sahabat Cakra mau main ke sini sekarang"ujar Cakra yang memberi tahu sang Oma


"Oh ya?wahh bagus dong. Cewek apa cowok?"tanya Oma dengan semangat dan senyum manis yang terpatri di wajah keriput nya


"Oma kenal dia kok. kita lihat saja nanti"ujar Cakra yang mendapat cubitan kecil dari sang Oma


"Seharusnya-"


"Selamat Siang Oma!"sapa manis dari seseorang yang baru muncul di hadapan mereka


"Ohh Sifana!Sayang nya Oma!"teriak Oma dan langsung berdiri dan memeluk erat Sifana


"Apa kabar Oma sayang"sapa Sifana dengan senyum manis nya yang tak Jarang - Hampir tak pernah ia tunjukkan


"Uhh iya deh Oma Cantik"ucap Sifana sembari mengecup beberapa kali pipi Oma


"Aduh gadis nakal"kekeh sang Oma sembari mengelus sayang Sifana


"Oma. Bukankah seharusnya Orang asing tidak boleh sembarang masuk ke kediaman ini?"potong Nanda yang merasa Ter asingkan keberadaannya


"Siapa kau berani angkat bicara ?"desis Oma di iringi dengan tatapan tajam Khasnya


"Oma, dia hanya orang asing!bisa jadi dia tergiur sama salah satu barang di rumah kita lalu dia mencuri nya!"ujar nya menggebu-gebu

__ADS_1


"bener kata mama oma bisa jadi bukan gadis ini hanya memanfaatkan kakak cakra untuk menguras harta keluarga kita" ucap Ica yang juga membantu mamanya untuk menjatuhkan gadis asing itu


" tutup mulut kalian!"Bentak Oma karena sahabat kesayangan cucunya di hina


" oh ayolah apakah kalian tidak melihat berita yang ada di luar sana kah? apakah kalian sebegitu bodohnya? ketahuilah gadis yang kalian tengah rendah kan ini adalah anak dari dua pengusaha besar sekaligus"Jelas sang Oma


" oh ya? bagaimana mungkin? lihat penampilan gadis ini! bahkan dia tidak lebih dari seorang pengemis" rendah nanda dengan senyum meremehkan nya


" pada dasarnya kalian memang bodoh, bahkan kalian tidak tahu siapa gadis yang tengah berdiri di depan kalian ini"kekeh sang Oma yang membuat keduanya mengerutkan alisnya bingung


" oh ya, perkenalkan nama saya sifana anak dari nyonya lauren beserta tuan dion anak sah mereka" perkenalkan sifana dengan nada anggun nan tegasnya dia sudah terlihat seperti seorang pemimpin besar saat ini bahkan chakra yang sedari tadi memperhatikannya ter kagum kagum melihat keangkuhan yang terpancar dalam diri sifana


"Lebih jelasnya Ny. Laurent Koscielny dan tuan Dion Pratama"lanjut Sifana yang kini telah mengikuti sertakan marga kedua orang tuanya?


"Jangan bohong!"tak terima Nanda jika sekarang ia harus menanggung malu di depan sang ibu mertua?


" kamu pasti sedang berbohong kan?!"tekan Ica yang juga tak terima


"Terserah saja. See sampai jumpa nanti"ujar Sifana sembari menuntun Oma agar mengikuti nya ke arah taman belakang meninggalkan mereka berdua yang masih asik terdiam


"Gilang mah! dia bukan orang biasa"ujar Ica yang menatap ke arah Nanda


"Kita harus baik baikiin dia, biar dia bisa bantu nguras harta keluarga ini"bisik Nanda yang di angguki oleh Ica


**TBC

__ADS_1


Don't Forget to Like Komen and Vote**


__ADS_2