
Sesampainya di acara yang di adakan oleh salah satu rekan bisnis Dion. tatapan mata tak ada hentinya yang menatap kagum dan iri ke arah Sifana
dengan menggunakan Dress yang terlihat sangat pas di tubuhnya
"*Dia nona Sifana? terlihat cantik dan memukau"
"Tidak ada senyum di wajahnya"
"dia di kenal sebagai wanita dingin di sekolah nya. anak saya satu sekolah dengan nya"
"ya sudah terlihat bukan dari wajah datarnya"
"aa ntah bagaimana nasib Pratama kedepannya"
"Kenapa?"
"kau tidak lihat? tatapannya penuh wibawa!udah pasti Pertama semakin maju"
"masih ada Koscielny jika kau lupa"
"oh iya, masih ada perusahaan besar itu ya. apa ia dia sanggup memegang kedua perusahaan?"
"ntah, tapi sepertinya ya. siapa yang tidak tau keluarga Koscielny yang terkenal akan ke cerdikan nya itu"
"kau benar Koscielny di tambah Pratama gak kebayang sepintar apa otak nya**"
bisik demi bisikan yang berakhir menjadi gosipan. Sifana tak peduli yang ia mau sekarang hanya pesta cepat selesai dan Dirinya bisa pulang. oh ayolah ingat besok Senin! bagaimana jika dirinya terlambat? Walaupun sudah biasa sih terlambat
"Tuan Dion, selamat datang"ucap seorang Pria paruh baya yang menyambut kedatangan Dion dengan Ceria
"ah ya terimakasih"jawab Dion sembari menjawab uluran tangan yang di julurkan oleh Pria tadi
"kau sangat memukau malam ini"basa basi pria itu
"ya kau juga"balas Dion yang sedikit tampak kurang berminat
"Sial jadi ini acara keluarga Basith?kenapa gue gak sadar dan gak nanya dari tadi?!"batin Sifana yang merasa geram akan ke cerobohan nya
"kalau tau begini gue biarin dua wanita tadi yang hadir malam ini"lanjut batinnya hingga ada seseorang yang datang menghampiri nya
"Pria ini!:geram Sifana yang menggertakan gigi nya
"Malam Cantik"sapa seseorang yang tak lain adalah Bahar
"Malam"jawab Sifana dengan senyum di buat buat nya. Tertekan
__ADS_1
"Oh ya tuan Pratama saya ingin membicarakan sesuatu selepas acara ini"ujar tuan Basith yang di angguki saja oleh Dion
"Jikalau begitu saya permisi"ucap Tn. Basith dan berlalu pergi dari sana
"Apalagi yang akan di rencanakan keluarga inj"geram Sifana dalam hati
Acara berjalan dengan Lancar, hingga tak terasa kini sudah ada di penghujung Acara. dengan kata penutup dan pada tamu yang sudah mulai pergi untuk kembali ke kediaman nya
Hingga kini hanya ada keluarga Basith dan juga keluarga Pratama. sampai pada ada suara kericuhan yang terdengar dari arah luar
"Masalah apa ini?"tanya Bahar yang merasa jengkel karena Tujuannya akan kembali tertunda
"Nonya!tolong jangan begini!"teriak satpam yang berlari mengejar dua orang wanita yang menerobos masuk ke dalam ruangan hotel yang sempat di gunakan untuk pesta ini
"Lepas!lagian saya mau ketemu sama suami saya juga!"kesal orang itu sembari melepaskan cekalan tangan pak satpam
"tidak ada suami anda di sini nyonya, semua orang sudah pulang!"
"Biarin pak!"ujar Bahar yang di angguki oleh satpam itu
"Siapa suami anda?"tanya Bahar dengan tatapan tajamnya
"Papa Dion!"jawab Clarra dengan girang
"Khm-"dehem Sifana yang mengalihkan antensi mereka
"I- iya"gugup Clarra saat mendapati tatapan menusuk dari Sifana
"Tuan"panggil Tn. Basith yang menatap ke arah Dion
"mari duduk saya jelaskan"ujar Dion yang di angguki oleh mereka semua kecuali Sifana yang masih menatap datar ke arah Clarra
"Mah, kayaknya sekarang kak Ana Bener bener marah"cicit Clarra yang merasa sangat takut sekarang
"kamu benar, kita membuat kericuhan di waktu yang salah"imbuh Winda
"terus gimana mah?!"
"liat aja nanti gimana!"
cerita mengalir begitu saja dari mulut Dion, dari dia yang berpisah dengan sang istri dari 10 tahun yang lalu dan membangun keluarga baru semenjak 8 tahun yang lalu. tapi tetap saja Dion tidak akan menjelaskan apa perihal dia bisa berpisah dengan Istri - ralat Mantan istri tercintanya
"baiklah saya paham"ucap Tn. Basith
"sebenarnya ada suatu tujuan saya ingin bertemu anda seperti ini"ujar Tn. Basith yang memulai percakapan
"Anak saya menyukai salah satu putri anda. saya belum tahu yang mana saya berniat meminang salah satunya"putus Tn. Basith yang membuat Sifana menganga di tempat
__ADS_1
"Yang di sukai anak om itu Clarra!"Potong Sifana cepat saat melihat Bahar akan membuka suara
"Bu-"
"Iya Om. jadi mereka itu gak sengaja pas di kantor tadi, dan saya rasa seperti nya sudah beberapa kali mereka bertemu makanya anak ok menyukai adik tersayang saya ini"potong Sifana lagi sembari mendekatkan diri ke arah Clarra yang sedang memasang wajah Cengo nya
"Terima atau Lo balik ke rumah sakit bareng nyokap Lo malam ini juga!"bisik Sifana sembari mencengkeram erat lengan Clarra
"Bener kak?buat aku?dia kan kaya masak kakak gak mau?"tanya Clarra yang memastikan
"persetan, gue lebih kaya dari dirinya!terima!"paksa Sifana yang di setujui dengan senang hati oleh Clarra
"Saya-"
"Iya om, kami saling suka. aku juga suka sama anak om!"jawab Clarra antusias hingga tak sadar jika dia kembali memotong ucapan Bahar
"baiklah jika begitu, bagaimana Tuan Pratama? apakah anda setuju?"tanya Tn. Basith yang di angguki oleh Dion
"Jika anak nya saja setuju lalu buat apa saya menolak?"jawab Dion yang mendapati senyum cerah dari T. Basith
"pertunangan ini resmi!"ucap Tn. Basith sembari menyerahkan kotak cincin pertunangan ke arah Bahar
"Dad! Dady belum dengerin Bahar-"
"Selamat ya tuan Muda. akhirnya anda menemukan pasangan"sela Sifana dengan senyum mengembang nya
"Sifana!"geram Bahar yang menatap penuh amarah ke arah Sifana sampai tak sadar Jika Clarra susah memasangkan cincin pada jari nya
"kita resmi bertunangan!"girang Clarra sembari memeluk lengan kekar Bahar
"baiklah Karena susah larut. mari kita akhiri pertemuan ini. selamat malam!"pamit Dion sembari berdiri dari duduknya
"Baiklah malam"jawab Tn. Basith dan segera berlalu pergi dari sana di ikuti oleh Bahar di belakangnya
"Ayah tunggu di mobil"ujar Dion sembari menarik lengan sang istri
"Kaka, kok liat tatapan cowok tadi emmm siapa ya Bahar?itu kok kek marah ya kaka?"tanya Clarra entah dia benar benar polos atau keterlaluan Polos?!
"mana gue tau"cuek Sifana dan berjalan begitu saja
"Kak tunggu!"teriak Clarra dan berlari mengejar Sifana yang berada jauh di depan nya
"kakak gak bakalan kasi hukuman ke aku kan kak?"tanya Clarra takut takut
"Lolos karena Lo udah bantu gue"jawab Sifana Enteng dan benar benar pergi dari sana meninggalkan Clarra yang berteriak dan berlari kencang mengerjar dirinya
**TBC
__ADS_1
Don't Forget to Like Komen and Vote**