
Seminggu kini telah berlalu, Sifana yang hanya diam dan tidak mengungkit akan adanya penyusupan pada malam itu membuat hati Winda sedikit tenang. ya dia tenang dia tai mau suaminya - Dion mengetahui semua Kebusukannya
Seharusnya hari ini adalah hari tenang Sifana. tapi entah angin apa yang merasuki Dion - Ayah nya hingga menghubungi Sifana dan menyuruh gadis itu yang harus mengantarkan berkas yang tertinggal ke kantor sang Ayah
"Menyebalkan"dengus Sifana saat sudah berada di dalam mobil
Bruk
"Ngapain lo?!"Serkas Sifana saat mendapati orang yang ia tak suka malah tanpa izin duduk di dalam mobilnya
"mau ikut kakak"jawab nya di iring senyum yang menurut Sifana itu menyebalkan
"Keluar!"usir Sifana dengan tatapan tajam
"Gak mau"rengek Clarra yang membuat Sifana benar benar geram di buatnya
*Cklek
Brak*
Entah sejak kapan, tiba tiba Sifana sudah terlebih dahulu keluar dari dalam mobilnya dan langsung menyeret Clarra agar ikut keluar dari mobil nya
"Kakak apa apaan sih?!"dengus Clarra sembari melepaskan cengkraman tangan Sifana
"Bac*t Lo!"sinis Sifana
"Aku tuh cuma mau ikut ke kantor papa!lagian kantor papa aku juga kakak sewot banget!"kesal Clarra yang membuat Sifana menatap nya dengan pandangan yang Sulit di artikan
Brukh
Terpojok sudah. Sekarang Clarra telah bersandar pada mobil Sifana dengan Sifana yang berdiri seakan mengurung Clarra
"Bapak lo?siapa yang Lo maksud bapak itu?ohh tuan Dion Pratama yang Lo maksud bapak?Salah neng! Lo____ Gak punya Bapak"Ucap Sifana yang di akhiri dengan bisikan di akhir kalimat nya
"Aku punya Papa!"teriak Clarra tak terima
"terserah. tanya aja sama Mak Lo kalo gak percaya, lagian mau ngapain Lo ikut ke kantor punya Bokap Gue Lo Dateng ke sana belum tentu bakalan di akuin sama para pekerja d sana secara Lo kan gak Ter publish kan"Kekeh Sifana dan segera berlalu masuk ke dalam mobil nya dan melesat pergi menjauh dari sana
"S¡ALAN!"teriak Clarra kesal.
"Pa!cepat anterin saya ke kantor papa!"teriak nya pada salah satu supir yang ada di sana dan langsung di turuti begitu saja
...****...
__ADS_1
Sesampainya di Kantor Sifana di sambut dengan baik oleh para Staf di sana. tak ayal jika mereka mengenal gadis cantik ini Selain Sifana yang merupakan anak dari Bos nya dia juga merupakan gadis yang selalu menampilkan wajah datarnya tapi masih saja terlihat cantik. sifat yang tak mau di ganggu itu membuat orang orang segan jika harus berlama-lama berada di dekatnya
Cklek
Kebiasaan Sifana saat me masukin ruangan Ayah nya. dia tak pernah mengetok nya terlebih dahulu. dan sekarang ia menyesali kebodohannya itu
"Nak, kamu datang. sini duduk!"panggil Dion yang hanya di angguki oleh Sifana
"Oh ya, kenalin nama dia Bahar Basith. putra tunggal keluarga Basith"ujar Dion yang memperkenalkan tamu nya itu
"Sifana"jawab Sifana saat mendapati orang itu mengulurkan tangan pada nya
"Bahar"ucap nya di iringi senyum lembut
"oh ya nak, tolong kamu temani dia sebentar ya. ayah ada rapat, Maaf saya harus meninggalkan Anda"ucap Dion yang buru buru da di angguki maklum oleh Bahar
"Sial!"maki Sifana dalam Hati
"Kita berjumpa lagi nona muda"ucap orang yang ada di samping Sifana sembari tersenyum lembut
"Ya."jawab Sifana tanpa adanya minat
"Gue rasa kita Cocok-"
"Gak ada yang Cocok"potong Sifana dengan cepat
"tapi- gue pastiin Lo jadi milik gue"bisik nya tepat di telinga Sifana
"gak ada yang bisa milikin gue kecuali diri gue sendiri dan tuhan"jawab Sifana dengan serkastik
"Lo tambah Sexy saat marah"jawab nya dengan Smirk yang menurut Sifana itu sangat lah menjijikkan
"Lo malah terlihat menjijikan dengan tingkah lo!"Serkas Sifana dan langsung berlaru pergi meninggalkan ruangan itu
"milikku"ujar Bahar sembari tertawa sendiri setelah nya
"hari ini hari Minggu ya? bagaimana jika nanti malam?"ucap Bahar yang berbicara sendiri
"ya saya harus cepat katakan pada tuan Dion - Ralat Ayah Dion Hahahaha"tawa Bahar yang sudah seperti Pria yang ke setanan
"Sifana Liora Gantari gadis cantik penuh sejuta misteri. satu satu nya wanita yang bisa memikat hati iblis ini. aku suka akan setiap inci yang ada di tubuh mu sayang"lanjut nya yang memang sudah terlihat benar-benar tidak waras
"Pria gila!kenapa dia bisa ada di sini?!"maki Sifana
__ADS_1
ya pada dasarnya Sifana yang memang belum pergi dan malah mendengarkan semua nya dari arah balik pintu. Dia mendengar semua ucapan lelaki itu. Menjijikan benar benar menjijikan
"apa yang udah ada di otaknya tentang gue?pria gila!sial sial sial!"umpat Sifana yang merasa benar benar mual mendengar ucapan pria tadi
"Jangan sampai dia rencana in suatu yang gila"gumam Sifana dan berlalu pergi dari sana dan akan menuju ke lantai bawah untuk pulang
bukannya bisa pulang dengan cepat. kini Sifana harus di suguhi oleh keributan yang di buat oleh orang yang ia benci
"Si Bod*h ini!"geram Sifana yang sudah tak tertahankan lagi
...****...
Sementara di tempat Lain Barra kini tengah duduk dengan pandangan yang serius yang menghadap ke arah laptopnya
"Manusia gila! bagaimana dia bisa ada di sin?!"tanya yang merasa geram melihat informasi yang kini tengah tampil di layar laptopnya
"Berani banget dia nemuin Liora pake trik murahan kek gini?"
"Awas aja lo!"kesal nya dan langsung saja menutup laptopnya dengan rapat
"Bar, Lo sebenarnya suka kan sama Ana?"tanya Devan yang memang sedari tadi dia ada di sana
"Ga tau"
"basi lo!gak mungkin Lo gak suka. dari cara Lo memperlakuin dia aja udah beda, kasih sayang, perhatian, ke amanan. apalagi yang harus Lo elakin dari gue?"sinis Devan yang melihat keterdiaman sepupunya itu
ya mereka berdua sepupu, Barra Rafeyfa dengan Devan Rafeyfa. keluarga Rafeyfa yang sangat berpengaruh dan terkenal akan ke kejaman nya dalam dunia bisnis. tidak akan ada yang berani bermain main dengan keluarga mereka jika masih tidak ingin kehilangan Nyawa
"Sotoy lu"
"yaudah kalo lu gak mau biar Sama gue aja. lagian Ana masuk tipe gue juga, Oma pasti setuju!"pancing Devan yang ingin melihat bagaimana reaksi Barra
"mati aja lo!"kesal lelaki itu yang malah mendapat kekehan dari Devan
"makanya di perjuangin bukan cuma di pantengin"kekeh Devan sembari menepuk nepuk pelan pundak Barra dan berlalu meninggalkan pria itu sendirian di sana
"gak se gampang itu buat dapetin hati seorang iblis seperti dia"gumam Barra saat sepupunya itu udah pergi menjauh dari sana
"Lo kenal nya Sifana bukan Liora"lanjut Barra yang di akhiri dengan kekehan Sinis nya
TBC
**Sorry tapi kalo sekarang sekarang ini kayak nya gak bisa kalo harus up tiap hari minimal berjarak sehari deh keknya maksimal jarak update ya 2 hari mungkin sekarang ke adaan di tempat author gak terlalu mendukung jadi Susan buat bagi waktu apalagi author yang baru sembuh
__ADS_1
buat kalian jaga ke sehatan jangan lupa pakayli masker cuci tangan dan jaga jarak. kita memang tidak tau kebenaran akan penyakit yang tengah tersebar luas tapi tidak ada salahnya jika kita **Bersedia payung sebelum hujan
Don't Forget to Like Komen and Vote