Annoying Antagonis

Annoying Antagonis
Bertemu


__ADS_3

Jam pelajaran kini telah Usai, para Siswa maupun Siswi kini tengah berhamburan ke arah luar gerbang agar bisa cepat cepat pulang. ya walaupun masih ada beberapa siswa siswi yang masih harus menetap di sana untuk mengikuti kegiatan selanjutnya


"Nya jadi kan pulang sama gue?"tanya Cakra yang baru saja datang bersama Clarra


Tit Titt


Suara Klakson sebuah Motor kini tengah mengalihkan antensi mereka


"Ana pulang sama gue"ucap orang itu sembari turun dari atas motor nya


"Ck!gak ya Anya udah datang sama gue berarti pulang sama gue!"bantah Cakra sembari menarik lengan Sifana agar ber diri di sampingnya


"Yee nyolot Lo, lagian maruk banget jadi Cowok mau bawa cewek aja sampe kudu ada dua"ucap nya dengan sinis sembari menatap remeh ke arah Cakra


"Udah deh Van gak usah cari ribut"lerai Sifana yang merasakan sudah pusing melihat kelakuan dua teman lelakinya itu yang tidak akur setiap bertemu


"kak Cakra, udah biarin aja kakak pulang sama dia, mending kita pulang aja-"


"Lo apa apaan si ra?udah tau tadi dia Bareng gue, ya jelas pulang nya kudu sama gue lah!"sentak Cakra yang berhasil mengagetkan Clarra


"k-kak"


"Cak gue bareng Devan, soalnya gue masih ada urusan sama dia. Lo boleh pulang duluan jangan lupa anterin dia"ujar Sifana sembari melirik ke arah Clarra yang kini tengah menundukkan kepala


"tapi Nya-"


"udah Cak, lagian besok kan ketemu lagi gak usah ribet gue aman Sama dia"potong Sifana dan segera naik ke jok motor milik Devan


"gue duluan"lanjut Sifana sembari memukul pelan bahu Devan agar segera menjalankan motor nya


Ck! Buruan masuk!"Sentak Cakra yang langsung buru buru di turuti oleh Clarra


"kalo bukan di suruh Anya tadi, udah gue tinggal sendirian lu di sini"Sinis Cakra yang membuat Clarra tersentak di tempatnya


"apa apaan ini? kenapa kak Cakra jadi Sinis Begini ke aku? bukannya pas sebelum liburan kakak gak sesinis itu?terus apa sekarang?apa ini gara gara gak Ana?!iya ini gara gara dia!"batin Clarra yang merasa berapa akan sifat yang di berikan Cakra dan melihat Sifana yang selalu mendapat perhatian Daris siapa saja


"udah sampe, turun"Dingin Cakra yang membubarkan lamunan Clarra


"eh-hah?"


"Lo gak mau turun?ini udah sampe di rumah lo!buruan gitu kek, gue buru buru mau pulang!"Sentak Cakra yang berhasil menyadarkan Clarra


"eh- I iya kak"ujar nya dan segera berlalu turun dari sana


"Makasih kak-"


"Cakra" lanjut nya saat sudah melihat mobil Cakra yang sudah kian menjauh dari sana


"Si¡al s¡al s¡al!!"umpat nya yang merasa kesal


"ini semua gara gara kak Sifana!akhkkkk"kesal gadis itu sembari menjambak rambut nya sendiri


"awas aja nanti"ucap nya dan segera berlalu pergi untuk memasuki rumah nya


...****...


Sementara kini di tempat lain, lebih tepatnya di sebuah Caffe kini tengah duduk seorang gadis cantik dengan segelas Minuman Coklat yang ada di depannya dan jangan lupakan dengan seorang lelaki tampan yang kini tengah duduk menatap nya


"apaan sih Lo liatin gue gitu amat!"sentak nya yang merasa tak nyaman di lihat sedemikian rupa oleh orang yang kini tengah duduk di depan nya itu


"bukannya tadi Lo bilang mau ikut pulang sama gue karna ada perlu?terus kenapa sampe sekarang lu gak ngomong sesuatu?"tanya Orang itu yang merasa kesal pada gadis di depannya itu


"Ck Lo gak ngerti Alibi ya?gak ngerti heh!"jawab gadis itu dengan Sinis nya


"elah Na gitu amat jawab nya, iya dah iya alibi A.L.B.I"balas orang itu yang tak lain adalah Devan


"Eh Sifana"panggil seorang gadis dengan terkejut- atau pura pura terkejut?


"N-nak"panggil seorang wanita paruh baya yang ternyata ada di belakang gadis itu


"Sial"maki Sifana pelan sembari mencengkeram kuat tangannya


......****......


"A- apa kabar nak?"tanya nya dengan suara serak

__ADS_1


"Baik"jawab Sifana Singkat


"M-maafin Ma-"


"tidak usah di bahas!"


"Nak-"


"intinya!"tekan Sifana yang membuat wanita tadi terdiam seribu bahasa


"Mama kangen sama kamu"ujar nya dalam satu tarikan nafas agar ucapan nya tak kembali di potong oleh gadis yang ada di depannya


Deg


"Saya tidak"jawab Sifana acuh tak acuh


"Na gak usah gitu juga kali sama orang tua!"


"diam exa!"tajam Sifana yang membuat gadis itu mendengus sebal


"ya gak bisa gitu dong Liora!"jawab gadis itu yang tak mau kalah


"Rebecca Bexxa!"Tekan Sifana dengan tatapan tajamnya


"Gue gak takut sama Lo Sifana Liora Gantari!"jawab gadis itu yang masih tak mau kalah


"Sudah sudah kalian jangan bertengkar- eh kalian sudah saling mengenal?"tanya Wanita itu yang merasa kaget


"udah dari 3 tahun yang lalu moms"jawab Rebecca yang membuat wanita itu - Laurent ibu kandung Sifana merasa kaget


"bagaimana bisa?"tanya yang yang hampir merasa tak percaya


"kenapa?anda kaget?"tanya Sifana yang masih mempertahankan wajah datarnya


"M-maksud mama itu-"


"iya maksudnya anda tidak percaya bahwa Anak yang anda tinggal kan bisa mengetahui keluarga baru anda"potong Sifana Cepat


"nak- mama tidak bermaksud meninggalkan mu"


"nak kamu memanggil ayah mu sendiri Tuan?"tanya Laurent yang merasa tak percaya akan sikap perubahan putri manisnya itu


"bukan urusan anda, biar saya lanjutkan pembicaraan saya tadi. bahkan setelah 3 tahun anda pergi meninggalkan Rumah, anda menikah lagi. bukannya suami baru anda itu merupakan salah satu pebisnis sukses di negaranya? apakah anda juga tak memiliki uang? ahh atau gak memang kemauan anda untuk membuang saya"Lanjut Sifana yang membuat wanita di depannya itu sudah terisak sembari menggelengkan kepala


"buat apa anda menunjukkan wajah anda di Depan saya lagi? seperti nya saya sudah tidak butuh lagi akan sosok anda di kehidupan saya!"tajam Sifana yang membuat wanita itu semakin menangis di buat nya


"LIORA!"sentak Rebecca saat sudah tak tahan melihat Ibunya Menangis


"Diam Bexxa!"dingin Sifana yang tak mau ucapannya di bantah


"sudah nak sudah"


"Saya harap__ ini pertemuan pertama dan terakhir kita"ucap nya dan segera berdiri dari sana


PLAK


sebuah tamparan keras berhasil membuat pipi Sifana terasa panas


"KENAPA LO NGOMONG GITU SAMA MOMY?LO GAK SAYANG LAGI SAMA DIA? DIA MOMY LO! GAK SEHARUSNYA LO KAYAK GITU!"Murka Rebecca yang merasa sangat tidak terima


"Lo tau apa tentang hidup gue Exa?Lo tau apa sampe Lo berani tampar gue?"tanya Sifana dengan tatapan mata yang kian menanjam


"gue emang gak tau apa apa tentang Lo Ora tapi gue tau gimana rasa sakit nya di tinggal oleh orang tua perempuan kita! seharusnya Lo gak sia sia in Momy Lo selagi ada!"tekan Rebecca yang membuat Sifana kini diam diam mengepalkan tangannya


"dia ibu Lo, bukan ibu gue!"tajam Sifana


Jdar


Bagaikan di sambar petir di siang hari, hati Laurent terasa hancur berantakan


putri nya membenci nya? putri nya tidak mau lagi padanya?apa sebesar itu dosanya?


"LIORA!"Sentak Rebecca yang merasa benar benar geram akan Sifana


"shut up Rebecca!"

__ADS_1


"Lo gak tau gimana perasaan gue! Lo di tinggal ibu Lo saat Lo udah kelas 5 SD mungkin pada saat itu Lo emang sedih tapi gak lama dari itu Lo dapet pengganti nya, Lo dapet ibu gue! Lo kembali dapet kasih sayang Bexxa! sementara gue apa?gue apa!? gue di tinggal sejak kelas 3 SD dengan Egois nya mereka berpisah hanya karena sebuah masalah yang bahkan belum mereka selidiki kebenaran nya! gue di tinggal sendirian! Pria tua itu sibuk dengan kerjaan nya gak pernah ada waktu buat gue! 2 tahun selang itu dia bawa perempuan Ular itu masuk ke rumah! dia harap gue dapet temen dan pengganti ibu! tapi bukan itu yang gue dapet Exa! tiap pria tua itu pergi ular itu selalu ganggu gue! "ucap nya dengan menggebu gebu


"gak cuma itu Exa, dia bahkan gak segan segan buat mukul gue kalo gue gak mau nurutin perintah nya! gue di jadiin pembantu di rumah gue sendiri Bexxa!gue di anak tirikan oleh ayah gue sendiri!setiap gue ngadu apa yang dia jawab? dia cuma akan bilang Gak mungkin Pria itu memang bodoh Exa di rumah ada Cctv entah ramuan apa yang telah dia minum hingga pada saat itu pria itu benar benar tak mengingat darah daging nya"


"dah sekarang, sekarang dia ngecoba buat deketin gue?berasa sok paling tersakiti? berlagak seakan gue berikap kayak gini tanpa alasan? gue muak akan semua ini Exa! gue pengen berhenti dari dunia!gue pengen tidur!tapi gue gak akan tenang sebelum ada kepala yang terpisah dari badan nya menggunakan tangan gue sendiri!"lanjut Sifana dengan Smirk nya dan segera berlalu pergi dari sana tanpa menghiraukan panggilan dari Laurent yang histeris memanggil manggil nama nya dan Rebecca yang kini diam mematung dengan air matanya


"Liora maafin mama nak"ujar Laurent saat tangis nya sudah mulai mereda


"aku gak nyangka mas Dion Setega itu pada putrinya sendiri hiks"


"mom stop don't cry, kau membuat ku ikut menangis"ucap Rebecca sembari memeluk tubuh sang ibu


"Eca akan bantu mommy, Rebecca Janji"


"Eca, Eca janji mau bantu momy?Eca janji kan?Eca bisa bantu Momy ngomong sama Dady?Eca mau kan?"tanya Laurent bersemangat yang langsung di angguki oleh Rebecca


"Liora akan Eca pastikan masuk ke dalam keluarga kita Mom"ucap Rebecca meyakinkan


"terimakasih nak terimakasih"ucap Laurent sembari kembali menitikkan air mata nya


...*****...


Sementara di lain tempat kini Devan tengah kelimpungan mencari jejak Sifana yang tadi menaiki taksi tanpa memberitahu dirinya akan tujuan gadis itu


"S¡Al S¡al Lo kemana sih Na?jangan gini dong!kalo sampe Dia tau Lo ilang dari pengawasan gue, bisa abis gue di hajar sama dia!"kesal Devan yang tak kunjung menemukan letak keberadaan Sifana


"mampus gue kalo sampe Sifana ke gores"ujar nya sembari langsung menancap gas motornya dengan kecepatan di atas rata rata


...*****...


Sementara di tepi Sungai kini ada seorang gadis yang tengah duduk termenung sendirian, dia- Sifana


"gue benci keadaan ini!gue benci kembali nya wanita itu!gue benci akan sikap tak menentu yang di berikan oleh Pria tua itu! gue benci segala nya! bahkan gue benci diri gue sendiri!"teriak nya sembari mengacak acak rambutnya kasar


"kapan gue bisa bahagia?boleh gak sih gue bahagia?Tuhan__ apa yang sedang ingin kau perlihatkan padaku? apakah ini semua belum cukup?"tanya nya sembari menatap langit yang kini tengah mendung dan siap untuk menumpahkan tangisannya


Jdar


Hujan turun bertepatan saat petir datang, tapi itu tak membuat Sifana gentar dan pergi dari sana. justru gadis itu kini tengah membaringkan tubuhnya di atas Rumput sembari menikmati dinginnya air hujan


"kapan lo bakalan balik?"tanya gadis itu entah pada siapa


"Lo gak kangen gue gitu?Lo tega biarin gue ngadepin ini semua sendiri?atau Lo udah nemuin pengganti?hahaha seperti nya iya, gue mah apa?gue kan hanya manusia yang akan selalu di tinggal kan"gumam Sifana sembari terkekeh Hambar


Drtt Drttt


Dering hp yang berulang ulang kali, berhasil menyadarkan Sifana dari lamunannya, dengan segera gadis itu mengambil hp nya yang kini telah basah


"Nomor tak di kenal?siapa?"gumam gadis itu bingung, tapi tak ayah iya tetap mengangkatnya


"jangan bicara yang aneh aneh, cepat neduh di bawah pohon jangan suka main hujan! dan ingat jangan asal nuduh kalau tidak tahu apa apa!gue bakalan balik secepatnya!"ujar seseorang dari sebrang telfon yang membungkam mulut Sifana


Tut Tut Tut


"Si Br3ngsek S¡alan!"Maki Sifana sembari melemparkan Handphone nya jauh dari tempat duduk nya itu, tapi tak Ayal air matanya yang tetap mengalir jatuh dari pelupuk matanya


"dasar Brengsek!gue benci sama lo! pokoknya gue benci!"teriak Sifana histeris sembari menendang nendang rumput, layaknya anak kecil


"Gue benci tapi juga sayang sama lo"Lirih Sifana sembari mengusap Pelan air matanya


"cepat kembali, gue butuh Lo buat ada di sini"


"gue rasa__ cuma Lo yang bisa ngerti"lanjut gadis itu sembari mengusap Pelan air matanya


...****...


sementara kini di waktu yang berbeda dan di tempat yang berbeda, ada seorang lelaki yang menatap ke arah balkon kamarnya yang tengah turun hujan


"Lo terlalu B⁰doh memang!buat apa Lo mendem perasaan Lo sendiri kayak gini! seharusnya Lo bisa keluarin semuanya!"gumam orang itu sembari mencengkeram kuat pembatas balkon kamarnya


"tunggu gue balik ke sana, gue hukum Lo seberat-beratnya"lanjut nya dengan Smirk yang menghiasi wajah tampan nya


"dasar gadis kecil menyebalkan!"kekehnya sembari berlalu ke dalam kamarnya dan menutup pintu balkon kamar nya


TBC

__ADS_1


Don't Forget to Like Komen and Vote


__ADS_2