Annoying Antagonis

Annoying Antagonis
Rebecca


__ADS_3

BRAK


Sebuah suara yang berasa dari arah luar Kelas Sifana berhasil mengambil Alih atensi gadis itu


"Ck, berisik"ujar nya tapi tak ayal iya keluar untuk melihat kekacauan apa yang ada di sana


"SIALAN!!"Maki seseorang yang langsung menghentikan Langkah kaki Sifana


"Punya mata kok gak di gunain?"maki Orang itu yang merasa marah karena bajunya yang kini telah Basah dan berwarna


"Ma-maaf"Cicit Gadis yang kini tengah ada di depannya


"sorry we said?Are you Crazy?!!"Teriak Gadis itu yang merasa murka


"ya terus aku harus gimana lagi?kan gak sengaja"bela gadis yang tadinya menunduk kini telah berani mengangkat wajahnya


"Ohhh berani lu jawab gue?!"teriak gadis itu yang hendak melayangkan pukulan pada gadis di depannya itu


"Rebecca!"panggil seseorang yang berhasil membuat tangan itu tak jadi mendarat pada pipi gadis yang tengah memejamkan mata takut itu


"Ada apa Rebecca?"tanya Seorang gadis sembari berjalan santai ke arah mereka berdua


"dia nabrak gue"jawab Rebecca dengan nada Songong nya yang membuat seluruh atensi tercengang melihat nya


kemana Rebecca yang tadi?kemana Rebecca yang terlihat lembut?kemana Rebecca yang tadi terlihat anggun?kenapa berubah?siapa Rebecca ini sebenarnya?


"Lalu?"


"oh Ayolah Sifana Liora Gantari Jangan munafik Lo juga membenci nya kan"kekeh nya dengan nada sinis yang sangat kentara


"itu urusan ku Rebecca Bexxa"tekan Sifana yang menatap tajam orang yang ada di depannya ini


"Ch!lo gak cocok jika harus di dekat gue, terlalu lemah!"ejek Rebecca sembari melangkahkan kakinya ingin menjauh dari sana


"Rebecca"panggil Sifana dengan nada lembut nya yang membuat semua orang menahan nafas seketika


"jangan sampai iblis cantik itu terbangun"


"sudah lama gue gak liat dia jadi iblis tuh"


"jangan banyak bicara dia diam diam meng hanyut kan"


"kau benar, dia penuh misteri"


"dan jangan di lupakan dia penuh akan teka teki"


"Why?"tanya Rebecca saat melihat Sifana kini sudah berada tepat di depannya


"jangan terburu buru, permainan kita tidak akan seru jika begitu"Bisik Sifana tepat di kuping Rebecca yang membuat dua gadis itu mengeluarkan Smirk nya seketika


"What's?apa apaan itu?lihat Senyum nya nya Sifana kok ngeri ya"


"Lo gak liat senyum nya punya Rebecca?lihat tuh dia gak kalah ngeri nya coy"

__ADS_1


"apa yang sedang mereka bicarakan?kenapa harus berbisik?"


"jangan sampai mereka sekongkol bisa abis kalo iblis di sekolah kita nambah lagi"


"yaa walaupun mereka sekongkol kita bisa apa?


"ya cuma bisa diem lah!"


"lo ngerti maksud dari perkataan gue Saudari?"lanjut bisik Sifana yang masih mempertahankan Smirk nya


"Oke Fine!"putus Rebecca sembari memutar bola matanya malas melihat orang yang ada di depannya ini


"Clarra!"panggilan penuh tekan yang di tunjukan untuk Clarra dari Sifana itu semakin membuat banyak bisik bisik yang menyebar


"Y-ya?"gugup Clarra saat melihat Rebecca yang kini tengah menatap tajam ke arah nya


"lain kali kalo jalan hati hati, jangan sampai Lo masuk ke kandang macan!"peringat Sifana yang membuat kerutan bingung di dahi Clarra


"Cabut"gumam Sifana yang masih di Dengar oleh Clarra dan langsung di turuti oleh gadis itu


"seperti nya dia cukup gampangan"ucap Rebecca yang di hadiahi gelengan kepala oleh Sifana


"Licik"satu kata yang di ucapkan oleh Sifana sudah dapat di tanggapi oleh otak Rebecca


"bagus deh kalau begitu kita bisa bermain bukan?"tanya Rebecca sembari mencari Dimana keberadaan Sifana


"lah bukannya barusan di sini?"tanya nya sembari menunjuk ke arah dimana Sifana berdiri tadi


"S¡alan tuh anak!"geram Rebecca sembari berlalu pergi dari sana


Sementara Sifana sendiri, ia kini tengah duduk di kantin seorang diri tanpa ada teman yang menemani


"Dia ada di sini, berarti keluarga nya juga kan?"Gumam Sifana sembari mengaduk teh yang ada di depannya


"ck, kenapa harus sekarang? padahal yang gue butuhin cuma anak nya, karna gue gak perlu akan Orang tuanya"Gumam Sifana sembari mencengkeram kuat gelas yang ada di depannya


"Hello By tumben sendiri Bae"sapa Cakra yang entah datang nya dari mana


"Bac⁰t lu kadal"


"Alah Nya lu mah gitu kalo ke gue"


"tampol mau?"


"tampol pakek hatimu"


"Sinting!"


"Hello, boleh gabung?"tanya seseorang yang membuat pembicaraan mereka berdua terhenti begitu saja


"ya"jawab Sifana Singkat yang langsung di turuti oleh orang itu


"Lo tadi yang bermasalah sama Clara kan?"tanya Cakra tiba tiba yang membuat orang tadi yang tak lain adalah Rebecca sedikit kaget

__ADS_1


"ya, memang nya ada apa?"


"gue denger Clarra yang nabrak Lo dan numpahin minuman ke baju lo, itu Bener?"


"Ya"


"oke"


"ngapain lo ngurus hal itu?"tanya Sifana yang sedari tadi memperhatikan mereka


"ya kan, Clarra adik Lo jadi ya gue bantu jagain juga"jawab Cakra yang masih mempertahankan wajah datarnya


"Cakra"tekan Sifana sembari menatap tajam tepat di netra lelaki itu


"okey Sorry"ujar Cakra saat sudah melihat tatapan mata Sifana yang sudah berbeda.


"kalian dekat ya?"celetuk Rebecca yang berhasil mengalihkan perhatian keduanya


"atau pacaran?"lanjut nya dengan pemasaran


"bukan urusan lo"ketus Cakra yang memudarkan senyum Cerah yang ada di wajah Rebecca


"sahabat"jawab Sifana dengan singkat yang kini membangkitkan kembali senyuman itu


"Nyaa duluan ya"pamit Cakra sembari mengacak pelan rambut Sifana dan mengecup singkat pipi gadis itu itu sudah kebiasaan Cakra sedari kecil yang kerap di lakukan pada Sifana


"Gila!dia nyium lo?"pekik Rebecca yang tertahan


"Ck itu kecupan bukan Ciuman!"


"yaaa yaa tetap aja"


"Bac⁰t mending diem!"


"Ck!mmmm bener nih Lo gak ada perasaan sama dia?"tanya Rebecca yang kini akan berbasa basi


"sejak kapan gue bilang gak ada perasaan sama dia?"tanya Sifana yang mengerut kan alisnya


"eh?jadi Lo suka sama dia?!"


"ck!ada perasaan bukan berarti suka!gue sayang sama dia layaknya adik pada kakaknya!udah gak usah di bahas!"tekan Alana yang di angguki oleh Rebecca


"jadi boleh dong kalo gue deketin dia?"


"terserah,asal Lo gak kalah saing sama Clarra"kekeh Sifana yang membuat Rebecca melongo di buatnya


"maksud lo?"


"lihat aja tuh"ujar Sifana sembari mengarahkan arah matanya ke arah Clarra yang kini tengah duduk berdua sembari bergelayut manja di lengan Cakra


"baj¡ngan!dasar Murah@n!"kesal Rebecca sembari berlalu pergi dari sana


"Ck!awas aja kalo dia Sampe melenceng dari rencana!"geram Sifana yang menatap kepergian Rebecca karena kesal melihat Cakra dengan Clarra

__ADS_1


**TBC


Don't Forget to Like Komen and Vote**


__ADS_2