Annoying Antagonis

Annoying Antagonis
Permainan Sifana


__ADS_3

"Anya, menurut Lo apa yang harus gue lakuin untuk menyingkirkan 2 rubah itu?"


"biarkan dia menikmati hidupnya dan terjerat dalam permainannya baru kita bisa memulainya"


"lalu bagaimana jika kita yang kalah?"


"Dalam hidup sudah biasa dalam urusan menang dan kalah. tapi tidak berlaku dalam rumus kehidupan Sifana, Kita kalah?makan akan di paksakan untuk meraih kemenangan"ucap Sifana dengan senyum manis nya


Sifana Dan Cakra yang kini tengah ada di balkon kamar Cakra sembari menatap lurus ke arah tukang kebun yang tengah memotong rumput tepat lurus di bawah mereka saat ini


*Tuk


Jleb


Bruk*


Tepat Sasaran!


"Nya!apa yang Lo lakuin?!"sentak Cakra saat dirinya keget melihat tukang kebun itu terkapar saat di lempar pisau kecil Oleh Sifana


"Mata mata. Dia pegawai baru bukan?gerak gerik nya terlalu jelas untuk di baca"jelas Sifana yang membuat Cakra terbengong melihatnya


"Apa maksudnya?"


"Bisa jadi dia suruhan Nyokap Tiri Lo, secara gak sembarang orang yang bisa masuk ke Mansion ini kecuali mempunyai orang dalam. dan itu mempererat dugaan"


"terus gimana kalo Lo ketahanan udah bunuh orang?"


"Gue gak sebegitu bodohnya Cakra, Lo gak liat gue make sarung tangan di tangan yang ini"tanya Sifana sembari menunjukkan tangan nya yang terbalut oleh sarung tangan


"di setiap sudut Rumah ini ada Cctv Sifana!"geram Cakra


"nih"ucap Santai Sifana sembari menampilkan layar handphone nya yang berisikan Chat dari seseorang yang sudah berhasil menyabotase Cctv kediaman ini

__ADS_1


"mayat nya pas di depan kamar gue Nya! walaupun dari arah balkon ini bisa aja ketahuan"lanjut Cakra yang masih takut dengan keadaan


"Liat ke bawah Cakra"seru Sifana sembari menatap ada beberapa orang berpakaian serba hitam yang kini memindahkan jasad tukang kebun itu serta membersihkan darah yang sedikit berceceran di sana


"Lo- Gila"


"Tutup Balkonnya, sebentar lagi akan ada pertunjukan"ucap Sifana sembari berjalan terlebih dahulu ke arah luar kamar


...----------------...


Sementara kini di Depan kamar milik Nanda tengah di hebohkan oleh teriakan para pembantu yang ada di sana. hingga mengusik ketenangan sang pemilik kamar


"Ada apa sih kalian heboh Banget!"geram nya pada para wanita yang ada di depannya itu


"Anu buk, di depan tepat lurus sama arah balkon kamarnya ibuk bapak tukang kebun mati terbunuh"jelas si pembantu dengan lancar yang membuat Nanda melotot tajam setelahnya


"APA?!"


"Bener buk, sekarang pas Satpam sedang menghubungi Polisi"jelasnya lagi yang membuat Nanda semakin meradang


"Maaf buk Polisi nya mah udah di jalan tadi"lanjut sang pembantu dengan santay


"Dasar Bod*h tidak berguna!"maki Nanda dan dengan cepat berlalu pergi dari sana menuju lokasi kejadiannya


Sementara di tempat kejadian sendiri kini sudah ramai akan polisi beserta beberapa pelayan yang ada di kediaman itu


"Bagaimana bisa ini terjadi?"tanya a dengan penasaran


"Entahlah Oma, bukti ini terlalu kuat jika dia di lempar pisau dari arah atas balkon sana"ucap salah satu pelayan yang memang bertugas menjaga Oma


"Oma, ada apa ini?"tanya Sifana yang berpura-pura tidak tahu dan langsung menghampiri Oma


"Tidak sayang, sebaiknya kamu masuk saja ke dalam kamar. ini tidak baik untuk di pandang"jawab Oma dengan lembut dan memeluk Sifana

__ADS_1


"Oma, Cucumu itu aku. kenapa yang kau tenangkan malah Anya?"protes Cakra dengan wajah sebalnya


"kau laki-laki, tidak lucu kalau kamu takut akan hal ini. dan sebaliknya dengan cucu kesayangannya ku ini. hatinya begitu lembut dia tidak boleh melihat hal seperti ini"celoteh Oma yang mendapati delikan Jengkel dari Cakra


"Oma tidak tahu saja siapa gadis yang tengah dia bilang ber hati lembut itu"Batin Cakra yang merasa gemas sendiri


"Mama"panggil lirih dari Nanda yang baru saja sampai di sana


"Apa yang kau lakukan anak tak berguna!kau membunuh nya?"pekik Oma saat mendapati Nanda yang berjalan mendekatinya


"Tidak Oma!Tidak! aku tak sebegitu beraninya untuk membunuh seseorang!"elak Nanda dengan wajah panik saat melihat tatapan para Polisi yang mengarah pada dirinya


"Sial! seharusnya aku tidak panik seperti ini. kan bukan aku pembunuh nya"pekik batin Nanda


"kau!-"


"Nyonya mohon tenanglah. kami akan menyelidiki kasus ini sampai tuntas jadi anda harap tenang"lerai salah satu polisi


"baik pak, dan ingat jangan sampai kasus ini meleber keluar rumah ingat itu!"peringat Oma dan dia di tuntut pergi dari sana


"Ayo kita pergi Nya"ajak Cakra yang di angguki oleh Sifana


"Nyonya tolong bersabarlah akan permainan ini, jika bukan anda yang memulai meniup peluitnya saya tidak akan melakukan kemudi stir nya"bisik Sifana saat berada tepat di samping Nanda


"Apa maksudmu-"


"Selamat tinggal"ujar Sifana dan berlari menyamakan langkah nya dengan Cakra


"Sial apa maksud anak itu!"geram Nanda dan ikut berlalu pergi dari sana meninggalkan para polisi yang sedang mengevakuasi jasad tukang kebun itu


**TBC


mau up sampe 1k kata lebih tapi lagi lagi otak mentok uhh I'm sorry guys

__ADS_1


Don't Forget to Like Komen and Vote**


__ADS_2