Annoying Antagonis

Annoying Antagonis
Jangan Pergi


__ADS_3

Sementara kini di sebuah Danau kecil dengan banyak tumbuhan hijau yang menambah kesan kesejukan di sana, tengah ada seorang perempuan dan seorang pemuda yang tengah duduk sama sama diam sembari menatap lurus ke arah Sungai


"Lo- kapan balik?"tanya sang perempuan yang kini tengah akan memulai percakapan


"Seminggu yang lalu"


"Kenapa gak kasi kabar?"


Hening, Lelaki itu tak tau dan tak mau menjawab kembali pertanyaan yang di lontarkan oleh perempuan yang ada di samping nya itu


"Jangan Pergi"lanjut Gadis itu saat tak mendapatkan jawaban dari pria yang ada di sampingnya itu


"gue gak bakalan pergi lagi!"


"gue gak butuh ucapan Lo, gue butuh bukti"


"kita lihat saja nanti!"


...****...


.Hari kian berlalu dari pagi kini berganti siang dan siang berganti Malam


Cakra yang tak henti nya kelimpungan mencari keberadaan Sifana, sementara Sifana sendiri kini sudah kembali berada di rumah


"Nya Anya!"teriak Cakra yang baru saja datang dari luar


"berisik"ketus Sifana yang tengah duduk menaikkan Handphone nya di ruang tengah


"Lo kemana aja sih Nya?Lo gak papa kan?lo gak luka kan?gak ada yang gangguin Lo kan?!"tanya Cakra bertubi tubi, sudah jelas dia sangat Khawatir pada gadis yang tengah ada di depannya itu


"Gak"jawab Sifana sekenanya


"Nya Lo marah ya sama gue?nya maafin gue!nya nya! Sifana!"panggil Cakra saat Sifana sendiri tak menghiraukan kehadiran nya


"Diem Cakra"desis Sifana sembari memijat pelan dahinya yang terasa pusing


"nya Lo kenapa?: tanya Cakra yang kini memegang tangan Sifana yang terasa dingin


"nya tangan Lo dingin banget, Lo gak papa kan nya?"tanya Cakra yang kini kembali Khawatir


"Gue gak Papa-"


Brukh


"Anya!"teriak Cakra saat mendapati Sifana yang terjatuh pingsan dalam pelukannya


Tidak, tidak benar. Sifana sempat mengatakan dirinya tidak apa apa, tapi buktinya apa?kenapa gadis itupun sekarang tiba tiba pingsan dalam pelukannya.


"Cakra ada apa?"panik Dion saat mendengar teriakan Cakra yang memanggil nama anaknya dengan kencang dan nada yang tersirat ke khawatiran


"Anya pingsan om!"


"Bawa ke rumah Sakit sekarang!"ujar Dion yang langsung di lakukan oleh Cakra


Semua kejadian itu tak luput dari pandangan seseorang yang kini menatap dengan tatapan yang sangat Sulit untuk di artikan

__ADS_1


"kenapa cuma pingsan?gak mati aja sekalian!"kesal nya dan berlalu pergi dari sana


...****...


Sementara di rumah sakit kini Dion Tengah kelimpungan saat dokter mengatakan bahwa putrinya kini tengah Drop akibat banyak nya pikiran dan kurang nya Vitamin


"Astaga Ana-- maafin ayah"ujar Dion yang kini tengah mendudukkan dirinya di bangku rumah sakit


"Mas Dion!Dimana Liora?!"tanya seorang wanita dengan paniknya


"di dalam"jawab Dion yang tak bersemangat


"kapan kita bisa masuk?"tanya nya tak terlihat sekali Sangat khawatir


"Tunggu dokter keluar, sekarang dia sedang melakukan pemeriksaan"


Cklek


"Dokter bagaimana keadaan putri saya?!"tanya nya terburu-buru saat melihat Dokter yang baru saja keluar


"keadaan putri anda sudah lumayan stabil, saya memasang infus padanya"terang dokter sembari tersenyum


"Syukurlah"jawab nya yang merasa lega


"apa kita boleh masuk?"sela Dion saat melihat percakapannya keduanya telah berakhir


"iya boleh, tapi jangan berisik. biarkan dia ber istirahat terlebih dahulu"terang sang dokter yang di angguki oleh keduanya


"Ayah dan Tante bisa masuk terlebih dahulu, biar Cakra belakangan"ujar Cakra pada kedua orang tua yang ada di depannya itu - Dion dan Laurent


"Sayang sehat sehat ya, cepat bangun"ucap Laurent pelan saat sudah berada di sisi samping brankar sang putri


"maafin Bunda yang gak bisa jagain kamu"ujarnya dengan sendu


"berhenti berbicara!kamu akan menggangu tidur nya"Omel Dion yang di turuti oleh Laurent


"Eughh"


"Sayang kamu sudah bangun?"tanya Laurent yang antusias


"coba minum dulu"ujar Laurent lalu membantu Sifana untuk duduk dan minum


"kenapa saya bisa ada di sini?"tanya Sifana dengan Formal dan tanpa melihat ke arah mereka berdua


"Nak kamu Drop makanya kamu pingsan tadi, dan di bawa ke sini sama Cakra"jelas Dion yang di angguki mengerti oleh Sifana


"oh, lalu dimana Cakra?"tanya Sifana yang masih tak mau melihat ke arah kedua orang tua nya


"Cakra itu pacar kamu kah sayang?"tanya Laurent yang tak tau siapa Cakra itu


"Cakra sahabat Sifana"jelas Dion yang di angguki oleh Laurent


"kalian keluar, biarkan Cakra yang di sini"Usir Sifana yang membuat kedua orang tuanya terperangah di buatnya


"tapi nak-"

__ADS_1


"sudah ayo keluar!"ajak Dion yang sangat paham akan sifat putri nya itu


"Nya"panggil Cakra pelan saat sudah memasuki kamar Sifana


"Lo udah mendingan?"tanya nya yang hanya di angguki oleh sang empunya


"kenapa Lo suruh mereka keluar!"tanya lagi yang masih berusaha untuk mengajak Sifana untuk mengobrol dengan nya


"gak papa"jawab nya yang masih enggan mengeluarkan suara terlalu banyak


"Lo gak akan ninggalin gue kan Nya?"tanya Cakra dengan suara yang terdengar parau


"kenapa Lo bisa berpikir seperti itu?"tanya Sifana yang hanya mendapat gelengan kepala pelan dari Cakra


"ada yang ngomong enggak enggak sama lo?"tanya Sifana yang merasa penasaran


"enggak Nya"


"ada satu hal yang harus Lo ketahui Cakra"ujar Sifana yang membuat Cakra langsung mengadahkan kepala untuk melihatnya


"Gue gak akan ninggalin Lo kalo bukan Lo duluan yang ninggalin gue ataupun Lo yang nyuruh gue pergi"jawab Sifana yang membuat tenggorokan Cakra tiba tiba saja terasa tercekat


"Jangan Pergi ya Nya"


"gue akan berusaha Nya!gue akan berusaha agar gak buat Lo kecewa sama gue!"yakin Cakra yang membuat Sifana tersenyum Simpul di buatnya


"nah gitu dong senyum, kan keliatan cantik nya Anya nya Cakra"ujar Cakra yang membuat Sifana kembali memutar bola matanya malas


"gak boleh gitu matanya Cantik, tar Cantik nya hilang"Goda Cakra yang. membuat Sifana semakin kesal di buatnya


"bisa diem gak sih Lo Cakra!"dengus Sifana yang masih saja tak di Dengar kan oleh orang nya


"gak bisa nya, soalnya jailin Lo itu seru!"ujar Cakra dengan kekehan khas nya


......****......


sementara di luar ruangan tempat Sifana di rawat kini tengah ada sepasang suami istri yang tengah menatap interaksi antara mereka berdua


"bukannya mereka berdua sangat lucu?"ucap sang perempuan sembari tersenyum lembut


"ya, saya rasa juga seperti itu"jawab sang lelaki


"bagaimana jika saya menjodohkan mereka berdua?"tanya sang lelaki yang mendapat tatapan tajam dari wanita di depannya itu


"jangan macam macam Dion! biarkan putri ku menikmati hidup nya dan menjalani kehidupan impiannya jangan sekali kali kau menghancurkan nya!kamu pikir saya tidak tahu kelakuan kamu beberapa tahun yang lalu?jangan sampai saya mengambil nya di waktu cepat ini!"ancam Laurent yang membuat Dion membungkam kan mulutnya


"Baik, kau tenang saja"ujar Dion yang mengalah akan wanita yang kini tengah berdiri di depannya itu


"bagus!"ujar sang wanita dan segera berlalu pergi dari sana


**TBC


sorry dikit, author lagi kurang enak badan


Don't Forget to Like Komen and Vote**

__ADS_1


__ADS_2