Antara Musuh Dan Jodoh

Antara Musuh Dan Jodoh
Latar Belakang


__ADS_3

Kini Jake duduk sebagai kelas 1 Sekolah Dasar, aktivitas sehari-


hari ialah bangun pagi, makan disiapkan Nenek, dan berangkat


sendiri dengan mandiri. Hidup Jake hanya menjalani berdua bersama


Neneknya, sumber penghasilan Mereka hanya bergantung dari


pekerjaan freelance Nenek. Sebenarnya, Nenek sudah tak bekerja


sejak Ibu Jake menikah. Tapi, karena Ayah dan Ibu Jake sudah tidak


ada maka, mau tak mau menahan sakit Nenek harus bekerja demi


membiayai seorang anak sebatang kara itu.


Sejak dua tahun kepergian Ayah dan Ibu Jake. Jake menjadi


anak yang selalu mengurung diri, pesimis, ambisius, bahkan sering


terkena bullyan temanya. Meski masih kecil, tapi Jake sudah memiliki


sikap pendendam yang kuat.


Dalam hati Jake, “Aku tak akan pernah mau memaafkan siapa


yang telah membuat orangtua Aku begitu. Aku harus bisa


menemukannya, Dan jika ketahuan maka Aku akan membantainya


sampai ke akar-akar.” Pungkas Jake dalam hati.


Semua Jake lalui sendiri sebagai anak yang mandiri, walau


terkadang mudah baperan, tapi Jake akan terus menjadi anak yang


superior, Jake merasa dirinya mampu merawat dirinya sendiri. Jika


dibandingkan teman-temannya. Jake menjadi sombong, dan


terkadang dibalik ke sombongannya itu membuat dirinya sering


berseteru dengan teman-temannya sendiri.


Bahkan Jake kecil sendiri sering dilaporkan ke Guru Bimbingan


Konseling. Saat itu pula, Nenek harus izin dari kerjaannya demi


menghadapi Jake.


Terkadang Nenek sering merasa sedih sendiri, usianya yang


sudah rentan akan sakit, tubuhnya yang tak lagi perkasa, semakin dipusingkan dengan biaya makan, tagihan listrik, bahkan belum


hutang sana sini, ditambah lagi Jake kecil yang cenderung egois


tinggi. Terkadang Nenek lebih sering mengurung diri di Kamar


merasakan gemerlapnya hidup sebatang kara.


Jake tak pernah mendapat ranking, tapi dia selalu berada di


tengah peringkat. Secara akademis, Jake kecil memang berbakat


dalam ilmu matematika, tapi Jake lemah secara sikap yang


cenderung lebih sering murungkan diri. Nangis tanpa sebab. Jake


kecil merupakan murid kesayangan Ibu Nani selaku Guru kelas satu


SD. Sering sekali Jake kecil menerima uang jajan dari Bu Nani, tapi


bukan hanya Bu Nani. Seluruh guru kompak sering menyumbangkan


dana untuk Jake jajan.


“Jake, bercita-cita ingin jadi apa?” tanya Bu Jessi selaku wali


kelasnya kelas 3.


“Jake ingin menjadi Polisi, Bu.”


“Kenapa ingin menjadi polisi?” tanya Bu Jessi.


“Karena Kalau Jake menjadi Polisi, Jake bisa membunuh orang


yang membunuh orangtua Jake dulu.” sambung Jake dengan emosi.


Bu Jessi langsung memahami, kalau watak Jake akan menjadi


pendendam. Bu Jessi lebih memilih diam untuk masalah ini. Bu Jessi


paham semua sikap Jake sesungguhnya.


Dua tahun kemudian, Jake memasuki kelas 5 SD atau berusia 10

__ADS_1


tahun. Tubuh Jake mulai membesar, tapi sayang karena hidup penuh


pikiran. Jake terlihat kurus, berat badan tidak ideal membuat Jake


terlihat tak memiliki postur tubuh.


Sejak saat itu, Nenek sudah jarang mendapat panggilan kerjaan.


Sering duduk di Ruang Tamu berbaring lemah, wajah semakin keriput, usia pun juga sudah memasuki 70 tahun. Terkadang sering


melihat Jake yang mau berangkat Sekolah, dan pulang Sekolah.


Suatu kali di kala siang hari, langit memang tak panas seperti


biasa. Seluruh awan menutupi matahari jadi terkesan gelap walau


tak akan turun hujan. Nenek terus menatap wajah kearah cucu


semata wayangnya itu. Nenek terus memikirkan, jika mungkin


dirinya tak lagi di samping Jake, Nenek akan menitipkan Jake kepada


mas Wajar. Mas Wajar merupakan adik dari Ibu Jake, tapi dia tinggal


di ujung Kota, dan sering sekali bertikai dengan Nenek usai kepergian


Ibu Jake.


Nenek tak punya pilihan lagi selain menitipkan pada anaknya


yang jauh. Tanpa panjang lebar, Nenek langsung ceritakan semua


pada cucunya.


“Nak, jika Nenek sudah tak lagi bersamamu. Nenek mau kamu


tinggal sama kak Wajar ya.” Pesan Nenek.


Jake sambil mengunyah mie instan kuah, langsung berhenti


melahap.


“Nek, jangan bilang begitu. Hanya Neneklah, yang Jake bisa


percaya.” Keluh Jake.


“Jake, Nenek sudah tua. Nenek sudah tak lagi bisa


mengurusmu, kalau Kamu mau urus Nenek, mungkin bisa. Tapi,


Jake kembali melanjutkan makan mie itu. Jake sepertinya tak


pernah menghiraukan ucapan Nenek, mungkin bagi Jake Nenek


sudah tua, cara bicara pun sudah kembali seperti anak-anak.


Malam itu seperti biasa, Jake terkadang menghabiskan waktu di


Kamar membaca sebuah komik serial one piece, yang sering dia


pinjam dari teman dekatnya, Ageng.


Nenek tengah duduk sendiri di Kamarnya, suasana sepi. Hening


penuh kedamaian, namun tiba-tiba berselang waktu empat menit.


Nafas Nenek seketika tersendat, seperti kemasukan sesuatu. Nenek


langsung mual-mual, entah kenapa.


Batuk tak ada hentinya, Jake pun dari balik Kamar


mendengarnya langsung bergegas menuju kamar Nenek. Jake


merasa hari ini, Nenek tak seperti biasa. Hari ini Nenek lebih banyak


diam mengabaikan cucunya.


Dan....Terrnyata.


Hari ini Nenek aadalah hari terakhir Nenek bersama Jake.


Jake masih sangat kecil, minim pengetahuan. Mau tak mau Jake


harus melapor kembali Pak Kasim. Pak Kasim satu-satunya, orang


yang bisa Jake percaya dari dulu. Meski sudah tidak menjabat


meenjadi RT, tapi tanggung jawab Pak Kasim selaku mantan Ketua RT


tak boleh ditinggalkan.


Dengan nada panik, Jake memanggil Pak Kasim.


“Pak Kasim, Pak Kasim tolong pak!” teriak Jake dengan nada

__ADS_1


panik.


“Iya ada apa?” tanya Pak Kasim.


“Pak, Tolong! Nenek, Nenek....meninggal.” Jake kecil sempat


ketakutan.


“Ahh..masa?”


“Iya. Tolong Pak!”


Pak Kasim menuju Rumah Jake, melihat kondisi Nenek sudah


tak bernyawa. Berakhir sudah hidup masa pengasuhan Jake oleh


Neneknya. Kini Pak Kasim yang harus mengurus semuanya dimulai


pemandian sampai pemakaman Keesokan harinya Kak Wajar


dipanggil ke Rumah dalam rangka menguburkan jenazah ibunya.


Sejak saat itu, Jake akhirnya dibawa Kak Wajar walau dalam


keadaan berat hati, kedua belah pihak sebenarnya tak ingin tinggal


bersama. Apalagi, Nenek sempat berseteru dengan Kak Wajar, Kak


Wajar sendiri bingung dengan semua ini.


Kak Wajar sudah berkeluarga, memiliki 2 orang anak. Satu lelaki dan


satu perempuan. Kak Wajar bekerja sebagai wartawan di salah satu


stasiun berita. Sedang Istrinya adalah penjual Burger kebab, sama-


sama tak menyukai kehadiran Jake.


Jake yang pindah Sekolah, pindah Rumah. Tentu Jake sering


mendapat perlakuan buruk dai Kak Wajar. Sering dilempar pakaian,


dan terkadang Jake sering dberi makanan busuk oleh anak Kak


Wajar, sampai Jake sering difitnah sudah merusak pakaian Kak


Wajar.


Tak betah selama 4 bulan tinggal disana, Jake akhirnya


meminta Kak Wajar untuk membawanya ke Panti Asuhan. Namun,


Jake minta untuk tidak jauh dari Rumahnya, sebab Jake sekarang


sudah kelas enam SD, ditakutkan nanti dia harus menempuh Ujian


Nasional. Oke, akhirnya Kak Wajar menitipkan Jake ke salah satu


Rumah Panti Asuhan yang taat agama dan Ibadah.


Disaat itulah, Jake semakin menaruh kebencian pada siapapun


yang masih ada kaitan saudara, maupun keluarga dari pihak yang


sudah membunuh kedua orangtuanya. Karena ulah pelaku itu, membuat Jake harus kehilangan kasih sayang, hidup Jake merasa


terputus, hidup Jake merasa sia-sia.


Akhirnya, Jake dititipkan di Asrama Yatim piatu. Disana dia


mendapatkan makanan gratis dari para pendonor, dan jika kosong


pendonor. Maka Jake akan mendapat makanan dari Masjid tetangga.


Tapi tak pernah absen pendonor, Asrama itu selalu mendapatkan


bantuan pangan.


Disini, Jake punya banyak teman. Jake menjadi taat beragama,


tapi dia tak bisa melepaskan dendam kepada keluarga pelaku


peledakkan itu. Dia ingin sekali-kali melampiaskan emosinya kepada


keluarga pelaku sekeras apapun. Walaupun pengasuh sudah sering


menceramahi Jake agar Jake mau memaafkan, tapi ternyata sulit


bagi Jake untuk memaafkan.


Jake hanya punya keinginan bisa menemui keluarga pelaku


pembunuhan Ayah Ibunya, dan dia bisa menampar kuat keluarga itu


sampai menderita. Jika Jake sudah melihat keluarga pelaku sudah

__ADS_1


menderita, Jake merasa puas. Itu saja.


__ADS_2