Apa Jadinya Aku Tanpamu

Apa Jadinya Aku Tanpamu
Keynan dan Meira


__ADS_3

Keynan adalah putra tunggal dari pasangan Kusnanto dan Jasmine. Kusnanto Mahendra adalah pengusaha yang sukses dan Jasmine adalah ibu rumah tangga. Kehidupan Keynan terlihat begitu sempurna di mata orang-orang. Keynan bertetangga dengan Meira, mereka berteman sejak masih sekolah dasar. Meira adalah gadis tomboi, cuek tapi penuh semangat. Keynan dan Meira sangat dekat semenjak mereka masih kecil. Keynan pindah dari Bali ke Jakarta karena bisnis ayahnya. Saat Keynan pindah ke Jakarta dulu badan dia dibilang cukup gendut karena dia hobi makan selain itu orang tuanya pun memanjakannya. Waktu kecil Keynan pernah dibully karena badannya, namun Meira selalu membelanya hingga akhirnya mereka menjadi teman dekat. Meira memotivasi Keynan untuk menurunkan berat badannya dengan mengajaknya bermain


basket dan olahraga kecil. Karena kejadian itu Keynan menjadi suka basket. Semakin hari Keynan semakin percaya diri dengan penampilannya. Sekarang Keynan telah tumbuh dewasa bertubuh tinggi, tegap dan berkulit putih, Keynan pandai bermain alat musik terutama piano dan dia juga jago bermain basket.


Meira dibesarkan oleh kedua orang tua dengan penuh kasih sayang sehingga dia tumbuh menjadi gadis yang


ceria dan penuh semangat. Meira mirip sekali dengan ibunya berwajah manis, berbadan langsing dan berkulit kuning langsat. Meskipun dia tomboi, penampilannya masih seperti perempuan pada umumnya hanya saja Meira tidak pernah dandan. Meira sangat menyayangi kedua orang tuanya.


Jakarta, Juli 2000


Keynan tak henti-hentinya melihat jam tangan. Dia janjian dengan Meira untuk berangkat ke sekolah bersama


menggunakan sepeda, hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Keynan duduk di atas sepedanya menunggu Meira. Mereka saat ini duduk di bangku kelas 2 SMA. Karena sudah tidak sabar menunggu akhirnya Keynan memencet bel rumah Meira.


Tiiingg....Toonnggg


Meira keluar dengan terburu-buru dari balik pintu rumahnya sambil mengunyah roti yang masih tersisa


di mulutnya, kemudian membuka gerbang sambil ngomel kecil pada Keynan.


“Ihh sabar napa, gue kan baru sarapan, masih pagi pun, emang lo udah sarapan?”


“Udah tadi sarapan dikit, kan katanya mau berangkat pagi jadi kan gue sarapannya dikit, gue ngga mau tahu


ya pokoknya nanti lo harus traktir gue”, balas Keynan sambil sedikit memberi candaan ke Meira.


“Ngga mau”, kata Meira.

__ADS_1


Meira memposisikan diri di belakang sepeda duduk menyamping berpegangan saddle. Meira menepuk punggung Keynan tanda dia sudah ready untuk jalan.


“Let’s go”, kata Meira.


Keynan mulai mengayuh sepedanya menelusuri jalan kompleks perumahan menuju jalan ke arah sekolah.


“Ra, lo makan apa sih berat amat”, Keynan mecoba menggoda Meira.


“Bukan gue yang berat, dosa lo tuh yang kebanyakan makanya berat”, balas Meira sambil ketawa. Meira tidak


heran dengan tingkah Keynan yang seperti ini karena Meira dan Keynan sudah berteman sejak kecil, mereka sering usil-usilan satu sama lain jadi tidak ada yang tersinggung.


Sepanjang perjalanan mereka saling ejek satu sama lain sambil tertawa sampai akhirnya tidak terasa mereka


sudah sampai di gerbang sekolah. Keynan memainkan bel sepedanya.


Keynan memarkirkan sepedanya di tempat parkir khusus sepeda, kemudian berjalan menuju kelas bersama Meira. Sepanjang perjalanan menuju kelas mereka masih aja tetap usil satu sama lain hingga akhirnya mereka sampai di kelas dan beberapa teman-temannya sudah ada yang di kelas saling gurau satu sama lain.


“Ciiieee...couple of the year sudah datang”, tiba-tiba Very muncul dari belakang sambil merangkul pundak Keynan. Very adalah sahabat Keynan dan Meira sejak SMP, Very duduk satu meja dengan Keynan. Keynan


hanya tersenyum. Meira membalas ledekan Very.


“Cemburu ya...!” kata Meira balas meledek.


“Iya Ra, gue cemburu kapan dong berangkat bareng gue, masa bareng Keynan mulu”, kata Very.


“Makanya jemput ke rumah biar berangkat bareng”, Meira kembali membalas Very dengan muka meledek.

__ADS_1


Keynan dan Very duduk di meja mereka. Meja pojokan yang menjadi favorit untuk tidur, sedangkan Meira


duduk di barisan kedua dari pintu. Meira duduk satu meja dengan Alya tapi temannya belum datang.


“Key, latihan basket yuk nanti pulang sekolah, katanya mau ada pertandingan basket antar sekolah bulan


September nanti”, bisik Very ke Keynan.


“Hari ini gue mau pulang bareng sama Meira”, kata Keynan.


“Ajak Meira aja sekalian, dia kan udah lama banget ngga main basket sejak masuk SMA”, kata Very.


“Nanti deh gue coba ajak dia”


***


Jam pelajaran sudah dimulai. Hari ini adalah pelajaran kimia, Guru menjelaskan didepan sambil menulis di papan tulis, beberapa siswa mencatat begitu juga dengan Meira. Meskipun Meira bukan peringkat pertama tapi dia termasuk siswa yang rajin setidaknya dia peringkat 5 di kelasnya, sedangkan Alya teman semejanya peringkat 2 di kelas.


“Ra, ada pesan dari Keynan”, Alya menyodorkan sepotong kertas dengan tulisan yang jelek yang tidak lain


adalah tulisan Keynan.


    - Ra, nanti pulang sekolah main basket yuk –


Meira menoleh ke belakang memberi kode kalau Meira ngga mau ikut, Keynan pun membalas kode juga menanyakan kenapa tapi Meira tidak membalasnya, Meira kembali melihat ke depan memperhatikan apa yang dijelaskan oleh Pak Guru. Keynan sedikit mendengus karena Meira tidak mau diajak main basket bareng.


Bel pulang sekolah sudah berbunyi, Keynan yang akan pergi latihan basket berkumpul dengan teman-temannya, sedangkan Meira langsung pulang bersama dengan teman-temannya tanpa ada berbicara dengan Keynan.

__ADS_1


__ADS_2