Apa Jadinya Aku Tanpamu

Apa Jadinya Aku Tanpamu
Bukan Sabtu Biasa


__ADS_3

Hari semakin sore, Meira dan teman-temannya berencana untuk segera pulang. Dika yang baru saja berkenalan dengan Sesil sebenarnya mengajak untuk pulang bareng, namun niat itu diurungkannya karena Sesil mengatakan ingin pulang bersama teman-temannya. Mereka pulang menggunakan mobil Alya, mobil jenis Mazada 323 yang dibelikan oleh bokapnya sebagai hadiah saat naik kelas 2 SMA. Mobil tersebut cukup untuk menampung mereka berempat. Alya mengantarkan mereka satu persatu ke rumah masing-masing. Sebagai anak yang terlahir dari orang kaya Alya tidak pernah menyombongkan kekayaannya, sebagian orang yang melihat dirinya mungkin akan iri. Selain terlahir dari keluarga kaya, Alya juga termasuk siswa yang pandai


di sekolah, hal ini bukan karena keberuntungan, Alya dituntut keluarganya untuk menjadi siswa berprestasi karena karena dia akan mengurus salah satu perusahaan orangtuanya.


Sepanjang perjalanan mereka saling bersenda gurau bernyanyi mengikuti lagu yang ada di radio mobil. Mungkin jika mereka tinggal bersama bisa ngobrol sepanjang hari membicarakan berbagai macam hal.


Alya menurunkan Meira tepat didepan rumahnya, mereka saling melambaikan tangan dan kemudian berlalu. Meira mematung memperhatikan punggung mobil Alya yang semakin menjauh. Meira merasa sangat beruntung memiliki teman seperti mereka.


***


Hari ini adalah hari Sabtu, iya Sabtu, lalu apa yang salah dengan hari Sabtu. Ini bukan karena hari Sabtunya tapi hari ini adalah hari dimana Keynan dan Bella pergi menonton ke bioskop.


Meskipun saat ini mereka hanya berteman. Bella sangat senang bisa dekat dengan Keynan, ada yang aneh


pada perasaan Bella seperti ada yang lain di hatinya, meskipun hanya disebut nama Keynan, dia menjadi begitu ingin tahu ketika ada nama Keynan yang disebut. Dan hari ini dia pergi nonton dengannya, senangnya bukan main.


Dia membuka lemari baju di kamarnya, dipilih-pilihnya baju mana yang cocok untuknya, ah ini tidak cocok gumamnya, kemudian dilemparkannya di atas kasur, dia ambil lagi baju yang lain dipasangkannya di

__ADS_1


depan badannya, mengaca di depan kaca panjangnya berputar ke kanan ke kiri, ah ini juga tidak cocok, dia mulai merasa frustasi, Bella melemparkan dirinya ke atas kasur, kini dia terbaring di atas kasur menatap langit-langit kamarnya yang polos.


“Kenapa Bella begini? Ini kan bukan kencan, ini hanya nonton biasa”, Bella berbicara sendiri di kamarnya, dia


meyakinkan dirinya kalau ini bukan apa-apa.


Akhirnya Bella bangkit dari kasurnya mengambil kaos berwarna putih di dalam lemarinya, dia memasangkan


dengan celana jeans model cut bray. Dia masukan kaosnya ke dalam celana agar terlihat lebih rapi.


“Hmmm, OK juga”, gumamnya di depan kaca.


terlihat kusam. Dia semprotkan minyak wangi di leher, di lengan kemudian dia merem menyemprotkan minyak wangi tersebut ke udara. Wangi pikirnya.


Keynan memakai celana jeans dipadukan dengan kaos biru dongker dan ikat pinggang berwarna cokelat. Keynan sengaja memasukan kaosnya kedalam celana agar dia bisa memperlihatkan sabuknya yang keren itu.


Keynan menjemput Bella dirumahnya menggunakan motor kesayangannya. Keynan disambut Ayahnya Bella,

__ADS_1


mereka duduk di teras sambil ngobrol ngobrol masalah laki-laki, ayah Bella ketawa, entah apa yang dibicarakan, mungkin sesuatu yang lucu. Suara tawa ayahnya terdengar sampai dalam rumah.


Ibunya Bella menghampiri Bella ke kamar, mengetuk pintu yang sedari tadi dikuncinya dari dalam agar Bella bisa berias tanpa ada yang ganggu.


“Bel, sudah ada yang jemput tuh di depan”, kata ibunya.


Bella yang dari tadi senyum-senyum di depan kaca langsung merapikan lagi rambutnya, dicium-ciumnya aroma badannya khawatir masih kurang wangi, sudah Ok pikirnya dalam hati, Bella bergegas disambarnya tas kain model samping yang dari tadi sudah disiapkannya di atas kasur. Bella keluar bersama dengan ibunya menuju teras menhampiri Keynan yang sedang asyik mengobrol.


“Yuk”, kata Bella.


Keynan mengangguk lantas meminta izin sama ibu dan ayahnya Bella, Keynan mencium tangan kedua orangtuanya Bella, begitu juga dengan Bella.


“Keynan pergi dulu ya om, tante”


“Titip Bella ya, nak Keynan”, kata ibunya.


“Hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut bawa motornya”, ayah Bella memberi pesan kepada Keynan.

__ADS_1


“Siap om, tante, kami pamit dulu ya”


Bella meninggalkan rumahnya bersama Keynan. Sepanjang Bella memandangi pohon-pohon yang bergerak menjauh darinya menikmati angin yang terus menerpa wajahnya menggerakan ujung rambutnya yang tidak tertutup helm. Sesekali dia mengalihkan pandangannya ke depan melihat jalanan yang ramai lalu lalang kendaran.


__ADS_2