
Warna langit baru saja berubah, matahari belum sepenuhnya mendaki dari titik terbitnya. Embun masih menggantung pada pucuk dedaunan. Sudah lebih dari seminggu dari kejadian Aris menyatakan cinta kepada Meira, Aris tidak pernah datang mengganggunya lagi, mungkin karena saat ini Meira lebih sering dengan Keynan, menemaninya latihan basket di hari-hari terakhir sebelum pertandingan sehingga Aris tak berani mendekatinya dan Meira pun sudah melupakan kejadian pada waktu itu.
Hari ini adalah hari yang paling ditunggu, pertandingan olahraga antar SMA di Jakarta, pertandingannya berupa basket, futsal dan volley, ada juga lomba renang dan taekwondo. Pertandingan ini diadakan di salah satu GOR yang lokasinya tidak jauh dari sekolah Keynan. Pelajaran hari ini sengaja dikosongkan atas instruksi kepala sekolah, agar mereka bisa hadir memberikan dukungan kepada para pemain yang ikut bertanding.
Para siswa tetap wajib hadir ke sekolah untuk mengikuti upacara, namun setelah upacara mereka langsung diinstruksikan menuju lokasi pertandingan. Lokasinya yang tidak jauh bisa ditempuh dengan jalan kaki, tapi jika kalian malas jalan kaki kalian bisa menggunakan kendaraan.
Akan banyak dijumpai siswa-siswa dari SMA lain di acara tersebut. Hampir seluruh siswa menantikan event ini karena kegiatan ini hanya diadakan 2 tahun sekali. Betapa tidak, selain untuk memperkenalkan sekolah kita, kita juga bisa mengenal sekolah lain. Selain itu mereka juga senang karena selama 1 minggu sekolah tidak ada kegiatan belajar mengajar.
Masing-masing sekolah akan menampilkan kesenian saat pembukaan nanti, bisa berupa drama, dance modern, menari atau yang lainnya. Di badan jalan yang berada di area pertandingan ada bendera warna warni untuk memeriahkan kegiatan ini. Selain itu ada juga beberapa stand makanan dan pameran dari sponsor.
Pertandingan berlangsung selama 1 minggu ini dibagi menjadi beberapa bagian hari pertama dan kedua akan ada pertandingan basket, renang dan taekwondo, sedangkan hari kedua dan seterusnya ada pertandigan futsal dan volley, sedangkan hari terakhir pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah.
Meira dan teman-temannya sudah pasti ada di acara itu karena teman sekelas mereka menjadi perwakilan tim basket. Tidak lain orang itu adalah Keynan dan Very dan tim lainnya dari kelas lain.
Di tempat lain Keynan dan timnya sedang melakukan pemanasan kecil bersama timnya didampingi guru olahraga sebagai pembimbing. Mereka mewakili SMA Taruna Bangsa akan bertanding melawan SMA Jaya Kusuma yang periode sebelumnya pernah mendapat juara runner up pada pertandingan basket. Selesai pemanasan mereka mengatur strategi pertandingan. Mereka bermain di putaran kedua setelah SMA yang lain selesai bermain.
Sementara itu sembari menunggu pertandingan dimulai, Meira dan teman-temannya makan bakso di stand makanan yang berlokasi di depan gedung.
"Mang bakso 3 ya, 1 bakso pake mie putih aja ngga usah pake mie kuning, yang 2 komplit, minumnya teh manis", Meira memesankan makanan untuk Lulu dan Alya.
"Ehh, Sesil mana, ko ngga gabung ma kita?" tanya Lulu sambil duduk di kursi dekat penjual bakso.
"Kan elo Lu yang paling sering bareng Sesil, emang tadi dia ngga pamitan ma elo?" Alya malah sengaja balik nanya ke Lulu.
"Tadi, dia pamitan katanya ada urusan bentar, nanti nyusul kesini katanya", Meira yang baru saja memesan bakso untuk mereka datang menyaut pertanyaan dari Lulu dan Alya.
"Hmm, paling ketemu ayang bebnya", kata Alya sambil tersenyum kecil.
"Makin lengket dia sama ayang bebnya, makanya sekarang dia jarang gabung ma kita", kata Alya.
"Iya, kalau mereka sudah berdua, dunia serasa milik mereka aja yang lainnya ngontrak", Lulu menimpali pernyataan Alya sambil senyum-senyum.
"Eh, lagi pada ngomongin gue ya?" tiba-tiba Sesil datang entah dari mana sudah ada di belakang mereka. Tak pikir panjang dia juga langsung memesan bakso.
"Iya, kita lagi ngomongin elo, bingung mau bayar kontrakan pakai apaan", Meira meledek Sesil yang baru saja datang.
"Kontrakan apaan sih, ngga ngerti gue?" Sesil yang baru datang bingung belum nyambung dengan perkataan teman-temannya.
"Kontrakan dunia ini Sil, kan dunia ini cuma milik elo sama ayang beb elo", jawab Alya masih meledek.
"Ohh itu,,,ya udah bayar kontrakan sini...sini...sini", Sesil yang baru saja nyambung langsung lanjutkan candain temannya. Tangan Sesil seperti sedang menagih kontrakan pada teman-temannya.
"Nih...", telapak tangan Meira beradu dengan telapak tangan Sesil.
"Yah, kurang"
Mereka ketawa semua dengan candaan receh Sesil. Sambil menikmati bakso mereka bercerita tentang beberapa anak dari SMA lain yang kece-kece, cantik-cantik dan cakep-cakep.
__ADS_1
"Sil, lo dari mana tadi?" tanya Lulu sambil menyeruput kuah bakso.
"Hmmm,,,", mulut Sesil yang masih berisi bakso segera dikunyahnya lalu ditelan.
"Oh iya, tadi gue nemuin cowo gue lihat temannya ikut taekwondo"
"Temen cowo lo yang mana?" tanya Lulu yang masih penasaran.
"Itu si anak yang agak kalem tapi cool itu looh"
"Siapa? Randi?" Lulu menebak nama-nama yang pernah disebutkan Sesil dulu.
"Bukan", Sesil mencoba mengingat-ngingat namanya.
"Yang waktu itu duduk depan Randi di Kafe Remaja, Rafi, Rafli....", Sesil masih berusaha mengingatnya.
"Rafa", kata Lulu langsung memotong perkataan Sesil yang masih berusaha mengingat.
"Ah, iya itu Rafa"
Meira yang mendengar nama Rafa langsung tersedak, kemudian batuk-batuk karena ada kuah bakso yang mungkin masuk ke hidung.
"Lo, nggapapa Ra, minum-minum", kata Alya yang gerak cepat mengelus-elus punggung Meira.
Meira langsung mengambil gelasnya meminum teh manis yang dingin.
"Kenapa Ra, denger nama Rafa, lo langsung keselek?" Sesil mulai kepo.
"Ngga...ngga ko, bukan karena itu"
"Ehh, Bella ga ikut datang ke acara ini ya?" Meira berusaha mengalihkan pembicaraan teman-temannya.
"Hmmm, Ra, Ra, Bella mulu yang dipikirin", kata Alya.
"Eh bentar lagi pertandingan basket dimulai, buruan yuk", kata Lulu mengingatkan teman-temannya yang dari tadi mereka asik ngobrol.
Mereka berempat bergegas menghabiskan bakso yang ada di mangkuk masing-masing.
***
Bella berjalan di depan ruangan yang digunakan beberapa pemain yang akan bertanding, dia mencari ruangan pemain basket dari SMAnya, kemudian dia melihat tulisan "Khusus Tim Basket SMA Taruna Bangsa". Bella ingin masuk tapi takut karena tempat ini hanya untuk pemain, tapi dia sudah bertekad sejauh ini akhirnya di memilih menunggu di depan ruangan tersebut, siapa tahu nanti ada yang keluar begitu batinnya. Sudah beberapa menit berlalu tapi belum ada yang keluar dari ruangan itu. Bella tidak tahu kalau mereka sedang pemanasan kecil dan briefing.
Setelah menunggu lumayan lama akhirnya ada panitia yang akan memasuki ruangan itu. Panitia itu datang untuk menginformasikan jadwal pertandingan segera dimulai. Sebelum panitia itu masuk ke dalam ruangan, Bella menghampirinya.
"Mas, mas mau kedalam ya?"
"Iya, kenapa mba?"
__ADS_1
"Mas, saya teh mau minta tolong panggilin yang namanya Keynan yang ada di dalam ruangan ini boleh?"
"Ada keperluan apa ya mba?" Panitia bertanya pada Bella.
"Ada hal penting yang harus saya sampaikan penting"
"Biar saya aja yang menyampaikan pesannya, karena tempat ini hanya untuk panitia dan peserta, orang lain dilarang di area ini, sebaiknya mba menunggu aja di lapangan, pertandingan beberapa menit lagi dimulai", kata panitia itu menjelaskan pada Bella.
"Penting mas, ini harus saya sampaikan sama orangnya langsung", Bella memohon dengan nada memelas.
"Baiklah, kamu tunggu disini ya"
Akhirnya panitia itu mengizinkan Bella menunggu diluar ruangan untuk menemui Keynan. Tak berselang lama Keynan keluar sari ruangan itu menghampiri Bella.
"Hai Bell, kok lo disini, Meira dan yang lainnya mana?" Keynan malah menanyakan Meira.
"Meira sedang sama teman-temannya"
"Lo ga gabung sama mereka? bukannya disini ngga boleh dikunjungi selain pemain?"
"Iya sih, tapi...", Bella malu-malu mau mengatakannya.
"Tapi kenapa Bell, nggapapa bilang aja"
"Bella, mau kasih ini, dipakai ya saat tanding nanti", Bella menyerahkan sebuah kotak kecil berisi slayer.
"Apa ini?" Keynan penasaran pada kotak kecil itu.
"Ini slayer keberuntungan, Bella ingin sekali Keynan pakai ini saat bertanding nanti",
Keynan mengernyitkan dahinya serasa masih penasaran antara percaya dan ngga percaya dengan perkataan Bella.
"Bella, pakaiin ya", Bella meminta Keynan mengulurkan tangannya untuk diikatkan di pergelangan tangan Keynan.
"Ya ampun Bell, ngga usah repot-repot, ngga enak gue jadinya sama lo", Keynan merasa tidak enak dengan perhatian Bella karena takut menyalah artikan.
"Nggapapa, Bella ngga repot ko"
Bella mengambil slayer dari kotak kecil tadi lalu menggulung slayer tersebut dan mengikatkannya di pergelangan tangan Keynan kuat-kuat agar tidak lepas saat bertanding nanti.
"Semoga, hari ini kita menang", ucapnya sambil tersenyum.
Keynan membalas senyum Bella.
"Makasih ya", dipegangnya pergelangan tangannya yang sudah diikatkan slayer.
Keynan mengusap kepala Bella, lalu berpamitan karena sudah dipanggil untuk siap-siap bertanding.
__ADS_1
Bella merasa melayang, jantungnya bedegup kencang, seperti sedang mendapatkan durian runtuh, dia sangat bahagia Keynan menerima hadiah pemberiannya, terlebih lagi Keynan mengusap kepalanya, seperti ketika Keynan mengusap kepala Meira.