Apa Jadinya Aku Tanpamu

Apa Jadinya Aku Tanpamu
Cewe Baru di Kelas


__ADS_3

Pagi-pagi seperti biasa Keynan menjemput Meira untuk berangkat sekolah bareng, kali ini Keynan menggunakan motornya untuk pergi ke sekolah karena rantai sepedanya rusak. Keynan menunggu di depan rumah Meira, kemudian Meira keluar dengan membawa helm karena dia tahu hari ini mereka menggunakan sepeda motor. Setelah melihat Meira keluar Keynan menyalakan motornya untuk siap-siap digas. Meira duduk model cowo agar motor tetap stabil. Motor mulai melaju Meira berpegangan di baju Keynan.


Sepanjang perjalanan mereka tidak banyak ngobrol karena suara tidak terdengar jelas saat naik motor, jadi


mereka lebih memilih banyak diam. Sesampainya di sekolah mereka langsung masuk ke dalam kelas.  Beberapa anak di kelas sibuk mencontek PR Fisika teman yang sudah selesai. Meira langsung duduk di kursinya melihat Alya sedang buka -buka buku pelajaran. Alya memang anak yang rajin sekaligus pintar.


“Pagi Alya, lagi ngapain nih?” Meira menyapa Alya yang sudah datang duluan sambil meletakan tasnya.


“Ehh, pagi Ra, baru datang? Berangkat ma siapa?” tanya Alya ke Meira sambil menatapnya penuh semangat.


“Biasa sama si Keynan”, jawab Meira sambil mengarahkan mukanya ke arah Keynan yang sedang godain Very


karena belum menyelesaikan PRnya.


“Lulu sama Sesil mana?” Meira menanyakan 2 sahabat mereka yang belum kelihatan batang hidungnya padahal sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai.


“Tadi sih katanya mau ke toilet, tapi belum balik...eh itu mereka”, kata Alya sambil melihat ke arah pintu.


Lulu, Sesil, Alya dan Meira mereka berteman sejak kelas 1 SMA. Berkenalan saat OSPEK mereka berempat


tergabung menjadi 1 tim dan sering dikerjain kakak kelasnya, saat itu mereka sangat kompak dan solid dan semakin akrab sampai saat ini. Mereka juga sering menikmati hari libur bersama untuk sekedar jalan-jalan bareng atau tidur di rumah salah satu diantara mereka.


Lulu dan Sesil datang dari balik pintu kelas dengan senyum-senyum bahagia, Sesil yang memakai bando warna pink kesukaannya langsung histeris menuju Meira & Alya.


“Alya, Meira,,,kalian tau ngga tadi kami ketemu kakak kelas yang pernah kita lihat di kafe Remaja itu looh”, Sesil menceritakan denganpenuh semangat sambil duduk di kursi mereka yang berada tepat di depan Alya dan Meira.


Kafe Remaja adalah tempat dimana anak-anak sekolah nongkrong sekedar minum Jus atau mengerjakan tugas bersama karena kafe tersebut memang berkonsep untuk remaja sekolah biar bisa makan sambil belajar, tempatnya enak untuk santai sehingga menjadi tempat favorite anak-anak dari berbagai sekolah dan bahkan anak-anak kampus terkadang juga ada disana, lokasinya tidak jauh dari sekolah mereka.


“Terus...trus, kalian kenalan ngga?” tanya Meira penasaran.


“Belum sempat sih, soalnya tadi dia buru-buru masuk kelas”, jawab Sesil.


“Pokoknya nanti aku harus kenalan sama dia”, timpal Sesil lagi.


Pas lagi seru-serunya mereka bercerita, bel sudah berbunyi Pak Wiranto wali kelas mereka sekaligus guru

__ADS_1


Fisika kelas 2 IPA 1 datang masuk ke kelas.


“Selamat pagi anak-anak!” kata Pak Wiranto.


“Selamat pagi Pak”, serentak semua siswa menjawab sapaan Pak Wiranto.


“Anak-anak hari ini ada siswa baru, bapak harap kalian bisa berteman dengannya, sini nak masuk”, Pak


Wiranto mempersilahkan anak baru tersebut masuk.


Anak baru tersebut tidak lain adalah Bella, gadis yang pernah bertemu dengan Keynan di toko kaset.


Bella, gadis cantik berkulit putih, badan langsing, rambut hitam lurus agak panjang masuk ke dalam kelas dengan sedikit malu namun tetap tersenyum manis. Semua siswa memandang ke arahnya terpesona. Begitu juga dengan Keynan yang berada di kursi paling belakang seketika kaget melihat Bella dan saat itu juga


Bella melihat ke arah Keynan, mereka bertemu pandang. Bella berusaha memalingkan wajahnya ke arah lain. Beberapa anak lelaki di kelas bersiul menggoda. Bella berdiri di depan menatap ke arah semua anak.


“Silahkan perkenalkan dirimu”, kata Pak Wiranto.


“Haii... nama saya Bella saya pindahan dari Bandung,” Bella memperkenalkan diri dengan melambaikan


tangan kepada semua murid di kelas.


angin segar karena ada anak baru di kelas mereka.


Sementara itu Bella merasa malu karena menjadi pusat perhatian dari semua siswa disana. Keynan masih


sedikit tidak percaya, gadis yang ditemuinya di toko kaset sekarang menjadi teman sekelasnya. Keynan berusaha untuk biasa saja seperti baru pertama bertemu.


“Bella, silahkan duduk di kursi yang kosong itu”, Bella berjalan menuju tempat duduknya sembari melihat


ke arah Keynan. Bella duduk di dekat barisan yang tidak jauh dari kursi Keynan.


Meira tidak sengaja memperhatikan Bella yang sedang melihat ke arah Keynan, kemudian Meira melihat


ke arah Keynan yang juga melihat ke arah Bella. Meira menunduk dalam pikirannya bertanya-tanya apakah ada hubungan diantara mereka berdua yang tidak diketahuinya. Alya yang ada disamping Meira menyadarkan lamunannya untuk fokus pada pelajaran hari ini. Akhirnya jam pelajaran pertama selesai. Saat jam istirahat Keynan menghampiri Meira.

__ADS_1


“Ra, nanti pulangnya kita mampir ke sport station ya, gue mau beli sepatu  baru buat persiapan tanding nanti”


“Tapi lo traktir gue makan ya”


“Aman”


“Ok sip”, Meira mengacungkan jempol ke arah Keynan.


Bella yang duduk dikursinya memperhatikan kedekatan antara Meira dengan Keynan.


“Lo mau kantin ngga?” tanya Meira ke Keynan.


“Gue mau ke Pak Agus guru olahraga mau persiapan pertandingan basket”


“Ya udah, semangat ya, semoga sukses”, kata Meira.


Keynan pergi bersama Very menuju ruangan Pak Agus untuk menyerahkan berkas-berkas administrasi persiapan pertandingan basket.


“Ehh, kantin yuk!” Sesil menoleh ke belakang mengajak Lulu, Meira dan Alya pergi kantin.


“Ayuk ahh, laper gue”, jawab Alya.


“Ehh, gue ajak Bella anak baru itu ya, kasihan dia belum ada temennya”, Meira meminta izin kepada


teman-temannya untuk mengajak Bella.


Meira menghampiri Bella yang sedang duduk sendiri membuka-buka buku yang ada di mejanya.


“Hai, gue Meira, gabung sama kita ke kantin yuk sekalian lihat-lihat sekolah”, Meira mengulurkan tangannya


mengajak Bella berkenalan. Bella membalas tangan Meira dengan menjabatnya kemudian ikut Meira pergi ke kantin.


“Ini teman-teman gue, Sesil, Lulu dan Alya”, Meira memperkenalkan teman satu persatu.


“Haii”, jawab mereka bertiga serentak.

__ADS_1


Akhirnya mereka berlima pergi ke kantin sembari menjelaskan kepada Bella ruangan-ruangan yang ada di


sekolah mereka. Bella merasa senang, merasa dirinya bisa diterima ditempat baru dengan teman-teman yang baru. Di kantin mereka pesan bakso ngobrol bercanda ketawa-ketawa satu sama lain. Bella memperhatikan satu persatu diantara mereka berempat sambil tersenyum.


__ADS_2