Apa Jadinya Aku Tanpamu

Apa Jadinya Aku Tanpamu
Pertemuan Hari Itu


__ADS_3

Saat awal masuk SMP dulu Keynan pernah mengungkapkan cintanya kepada Meira, namun Meira lebih senang mereka menjadi teman, karena Meira menganggap mereka masih kecil untuk pacaran. Keynan mengerti dan memahami jawaban Meira. Meskipun dalam hati Meira juga sangat menyukai Keynan, tapi Keynan tidak mengetahuinya perasaan tersebut. Dan akhirnya 5 tahun pun sudah berlalu. Keynan masih menyimpan perasaan itu untuk Meira hanya saja dia masih belum berani untuk mengungkapkannya Keynan khawatir merusak persahabatan mereka, begitu juga dengan Meira dia memendam perasaannya karena gengsi untuk mengungkapkan pada Keynan.


***


Sore itu setelah main basket, Keynan mampir ke toko kaset untuk membeli album Sheila On 7 berjudul “Kisah Klasih Untuk Masa Depan”. Karena sudah mendapatkan kaset yang diinginkannya dia ingin melihat-lihat kaset yang lain. Sang pemilik toko menawarkan album milik Shaden.


“Mas, ada lagu-lagu bagus dari Shaden, mau coba dengerin ngga”, kata penjaga kasetnya sambil menyodorkan


kaset tersebut.


“Ini album baru tapi tinggal satu, bagus, cobain dengerin deh”, penjaga kaset mencoba menawarkan album


tersebut. Keynan mengambilnya kemudian dia mencoba mendengarkan lagu demi lagu. Dan Keynan mengangguk angguk tanda dia menikmati lagunya.


“Boleh juga, gue ambil 2 ini ya bang”, kata Keynan.


Keynan membuka tasnya untuk mengambil dompet, tiba-tiba datang seorang gadis langsung menuju kasir sambil terengah-engah menanyakan album kaset.


“Bang, ada album Shaden terbaru ngga?” kata gadis itu.


“Wah, sudah dibeli sama mas itu neng, itu yang terakhir”, kata penjaga kaset.


 Gadis itu menoleh ke arah Keynan, dengan muka memelas.


“Mas, kasetnya buat saya aja ya, saya lagi butuh banget soalnya”, si gadis mencoba memohon.


“Ngga bisa dong mba, kan udah saya duluan yang beli”, jawab Keynan.


“Minta tolonglah mas, saya butuh banget soalnya”, kata gadis itu.


“Ya, gimana ya mba soalnya saya udah duluan”, Keynan berusaha mempertahankan kasetnya.


“Yah, sudahlah kalau begitu, makasih mas”, gadis itu pasrah dengan muka kecewa karena tidak mendapatkan


kaset tersebut. Dia keluar dari toko dengan tangan kosong. Keynan lantas keluar toko menyusul gadis tadi.


“Mba,,,mba,,,mba pengen banget ya kaset ini?”, tanya Keynan.


“Nggapapa mas”, kata gadis itu.

__ADS_1


“Gimana kalau saya duluan nanti kasetnya kita gantian”, Keynan mencoba mengambil jalan tengah karena


tidak tega melihat raut muka gadis tadi.


“Serius mas ngga papa?” gadis tadi mencoba meyakinkan.


“Iya serius, ngomong-ngomong mba namanya siapa? Gue Keynan”, Keynan memperkenalkan diri dengan senyuman sambil menyodorkan tangannya untuk salaman.


“Saya Bella, emm maksudnya gue Bella, gue masih baru disini”, Bella membalas perkenalan tersebut dengan


menyalami tangan Keynan.


“Ohh iya, gue buru-buru, lain kali kalau ada waktu kita ngobrol-ngobrol ya, ini no Hpku, kalau lo udah


selesai lo bisa kembalikan ke gue”, Keynan menyerahkan kaset tersebut dan menuliskan nomor hpnya di atas bungkus kaset menggunakan spidol.


“Makasih ya, nanti kalau gue dah selesai kuhubungi lo”.


Keynan kembali ke arah toko kaset menuju sepedanya yang sebelumnya diparkirkan tepat di toko. Sebelum dia mengayuh sepedanya Keynan mencoba untuk melihat Bella yang masih mematung tersenyum melihat Keynan dan Keynan pun membalasnya.


Bella pun segera pulang dengan perasaan yang sangat bahagia karena dia mendapatkan kaset yang


diinginkan selain itu dia juga bahagia karena bertemu dengan teman baru.


“Bunda, Meira ada telp ngga?” kata keynan pada bundanya.


“Hari ini belum ada telp dari Meira, kenapa emangnya?” tanya bunda Jasmine.


“Ngga ada sih bund, cuma tadi Keynan ngga enak sama Meira, kami kan janjian berangkat sama pulang


bareng, tapi Keynan malah main basket”, kata Keynan.


“Jadi, Meira pulang sama siapa?” tanya bundanya.


“Itu dia bund, Keynan ngga tahu Meira pulang sama siapa”


“Mending buruan telpon Meira, minta maaf, kasihan loo, lagian lo sih udah janjian pulang bareng malah


main basket,,,bunda bilangin ya Keynan, laki-laki itu yang dipegang omongannya”, bunda menasihati Keynan dengan lembut.

__ADS_1


“Ya udah deh bund, Keynan telpon Meira dulu ya”.


“Iya, ngomongnya baik-baik ya”, kata bunda.


“OK bund”


Keynan naik ke kamar bergegas telpon Meira.


kriiingggg...Kriiinggg...kringgg


“Aduh, Meira ko ngga angkat telponnya, jangan-jangan dia kenapa-kenapa lagi”, Keynan ngomong sendiri.


Keynan mencoba menelepon rumahnya lagi.


“Hallo?” Ibunya Meira mengangkat telpon.


“Hallo tante, ini Keynan, Meiranya ada tante?” tanya Keynan.


“Ada, Meira masih shalat, nanti kalau udah selesai tante suruh Meira telp balik ya”, kata ibunya Meira.


“Makasih tante, ditunggu ya, Assalamu’alaikum”, kata Keynan sambil menutup telponnya setelah mendapat


balasan salam dari ibunya Meira.


“Wa’alaikumussalam”, balas ibunya Meira.


Ibunya Meira menutup telpon kemudian pergi ke dapur membereskan piring-piring setelah makan malam. Meira yang tadi habis shalat isya keluar kamar mendatangi ibunya.


“Mah, apa yang bisa Meira bantu”, kata Meira sambil peluk ibunya yang lagi cuci piring.


“Ngga usah sayang, ini dah mau selesai ko, eh iya tadi ada telp dari Keynan, katanya suruh telpon balik,


buruan sana, biar ini ibu selesaikan sendiri”, jawab ibunya.


“OK mah, Meira telpon Keynan dulu ya”, Meira mencium pipinya kemudian meninggalkan mamanya sendiri di dapur.


Saat itu Meira langsung menelepon Keynan dan menanyakan kenapa Keynan mencarinya. Keynan meminta maaf kepada Meira karena tidak bisa pulang bareng dan mereka akhirnya saling ejek-ejekan lagi terus ketawa-ketawa lagi menceritakan masa kecil mereka berdua.


“Key udah dulu ya, udah malam mau ngerjain PR, lo udah ngerjain PR Fisika?” tanya Meira.

__ADS_1


“Belum, kan gue mau nyontek punyamu Ra” Keynan tertawa.


“Enak aja, belajar kerjain sendiri jangan nyontek mulu, hehehe, ya udah ya assalamu’alaikum”, Meira ngeledek Keynan dan menutup telponnya.


__ADS_2