
Jam 08.00 pagi seorang perawat mengantar sarapan ke ruangan Keynan, menu Keynan hari ini adalah bubur kasar dengan sayur sop ayam dan sebutir telur, selain itu ada teh anget dan buah.
"Sedikit lagi ya sayang", bunda Jasmine mencoba menyuapi Keynan.
"Ngga enak bund, ngga ada rasanya".
"Sedikit lagi kok, biar besok kamu bisa dioperasi", bujuk bunda Jasmine.
"Pengen makan yang lain bund".
"Sayang, nanti kalau udah sembuh, kamu pengen makan apa aja, bunda masakin".
"Bener ya, nanti bunda masakin kalau Keynan dah sembuh"
"Iya".
Setelah dibujuk bundanya akhirnya Keynan mau menghabiskan makanannya. Bunda Jasmine pun merasa senang karena Keynan mau menghabiskan sarapannya. Setelah selesai sarapan bunda Jasmine membaca koran yang di antar bersama sarapan. Setelah selesai sarapan Keynan meminum obatnya.
"Bunda ngga sarapan?" tanya Keynan yang dari tadi belum melihat bundanya makan sedikit pun.
"Bentar lagi bunda sarapannya, Pak Bejo bentar lagi sampai sekalian jemput bunda"
Pak Bejo adalah seorang supir yang biasa mengantar keluarga Keynan kemana-mana.
"Bunda mau kemana?"
"Bunda nanti pulang sebentar ya, sekalian ganti baju, bunda kemarin ngga sempat bawa apa-apa".
Keynan mengangguk mengerti, Keynan meminta tolong mengambilkan walkman di tasnya, tas yang waktu itu dia bawa saat bertanding, kemudian dia membaringkan badannya di bangsal sambil mendengarkan lagu-lagu.
"Selamat pagi", sapa seorang suster masuk ke ruangan tersebut.
"Selamat pagi".
"Bapak Keynan, saya periksa dulu nadinya ya!"
Di rumah sakit memang Keynan dipanggil bapak karena dia laki-laki, kalau perempuan pasti dipanggil ibu, itu adalah aturan rumah sakit untuk menghormati pasien. Keynan melepaskan earphonenya kemudian mengulurkan tangannya untuk diperiksa.
Bunda Jasmine hanya memperhatikan suster tersebut saat memeriksa Keynan.
"Tadi obatnya sudah diminum?"
"Sudah", jawab Keynan singkat.
"Buang air kencing lancar?" tanyanya lagi sambil memeriksa nadi Keynan.
"Lancar".
"Ok, nadinya normal. Jam 9 nanti dokternya akan datang mengecek kondisi bapak, kalau kondisinya bagus, besok bisa dilakukan operasi", kata suster tersebut memberitahu bunda Jasmine.
Setelah suster tersebut selesai memeriksa keadaan Keynan, dia pergi meninggalkan ruangan.
Tak berselang lama sekitar jam 9 lewat dikit, dokter yang menjadi penanggungnawab Keynan datang memeriksa Keynan. Dokter tersebut datang dengan diikuti beberapa suster dengan membawa beberapa laporan kesehatan Keynan. Setelah beberapa menit dokter melakukan pemeriksaan akhirnya diputuskan besok Keynan akan dilakukan operasi.
Mendengar itu secara langsung dari dokter sebenarnya ada rasa khawatir pada diri Keynan, namun bundanya meyakinkan Keynan bahwa ini demi kebaikannya. Perlahan Keynan menghilangkan rasa khawatir itu.
__ADS_1
Setelah dokter selesai melakukan pemeriksaan, dia memberi pesan pada Keynan untuk tetap banyak minum air putih.
30 menit kemudian.
Bunda Jasmine ingin meninggalkan Keynan sebentar tapi saat ini Keynan tidak ada yang menjaga. Tiba-tiba...
"Permisi".
Bunda Jasmine dan Keynan serempak langsung menoleh ke arah pintu.
"Bella", kata Keynan.
"Nak Bella, kebetulan sekali, tante mau minta tolong", kata bunda Jasmine.
"Minta tolong apa tante".
"Tante mau minta tolong jagain Keynan sebentar, tante mau pulang sebentar ada yang tante urus sedikit".
"Dengan senang hati tante", jawab Bella.
"Maaf ya tante merepotkan kamu".
"Nggapapa tante".
"Sayang, bunda pulang dulu sebentar ya, kalau ada apa-apa telpon bunda aja".
Bunda Jasmine menyerahkan sebuah telpon genggam miliknya, lalu berpamitan dengan Keynan dan mencium keningnya, tidak lupa bunda Jasmine juga berpamitan dengan Bella agar menjaga Keynan sementara.
Setelah bunda Jasmine pergi, Bella mendekat ke ranjang pasien dimana Keynan berbaring. Bella lalu duduk di samping ranjang Keynan.
"Lebih baik daripada kemarin, gimana di sekolah".
"Seperti yang kamu ketahui tidak ada pelajaran hari ini karena masih ada pertandingan sampai Jum'at".
"Kamu naik apa kesini?" tanya Keynan penasaran.
"Diantar supir".
Lalu suasana hening beberapa saat. Mereka tidak tahu akan membicarakan apa.
"Sorry ya Key, Bella ngga bawa apa-apa".
"Nggapapa kali Bell, lo datang kesini aja gue dah seneng".
"Jadi, kapan operasinya Key?" tanya Bella.
"Kata dokter besok".
"Oh iya Bell, makasih ya, udah mau jagain gue, sebenarnya gue nggapapa sih sendiri, cuma kadang bunda terlalu khawatir".
"Nggapapa kali Key, Bella seneng ko bareng Keynan disini".
Lalu Bella mengatupkan bibirnya merasa salah ngomong.
"Maksud Bella, Bella seneng bisa jagain Keynan, bukan seneng Keynan sakit", Bella salah tingkah.
__ADS_1
Keynan hanya tersenyum melihat Bella salah tingkah.
"Iya gue tau maksud lo ko", Keynan kembali tersenyum lagi.
Sementara itu, Meira di sekolah berencana segera menjenguk Keynan karena teman-temannya tidak bisa menemaninya jadi Meira memutuskan menjenguk sendiri. Meira memutuskan untuk naik bus saja. Lalu dia berjalan menuju halte bus. Halte bus memang tidak jauh dari sekolah, jaraknya sekitar 300 m. Halte tersebut ada di dekat taman. Meira berjalan dengan santai menuju halte, ketika sampai di taman tiba-tiba datang Aris dan beberapa temannya datang menghadang, sialnya pada hari itu taman agak sepi.
"Hai cewe", panggil salah satu teman Aris.
Meira hanya melirik tanpa menyaut.
"Sial", batinnya, "Harusnya tadi gue naik taksi aja".
"Awas, gue mau lewat", Meira berusaha menerobos.
"Mau kemana sih buru-buru", kata Aris mencoba menghalangi jalan Meira.
"Bukan urusan lo", jawab Meira ketus.
"Jangan galak-galak dong", Aris menggoda Meira.
"Ngga usah macem-macem ma gue, gue ngga takut ma lo", Meira memberanikan diri.
"Kita juga ngga nakutin lo ko", jawab Aris sambil ketawa diikuti tawa teman-temannya.
"Lo maunya apa sih?" tanya Meira.
"Gaes, dia nanya apa mau gue gaes", Aris ketawa lagi sambil melihat ke arah teman-temanny yang ikut ketawa.
"Gue mau lo jadi cewe gue", kata Aris.
"Ngga sudi", jawab Meira tegas.
Mata Meira fokus menatap wajah Aris, dia berusaha memasang ekspresi berani meskipun sebenarnya dia juga sedikit takut.
"Kalau lo ngga mau minggir, gue ngga segan buat teriak disini", kata Meira mengancam dengan suara keras.
Karena sadar ini adalah tempat umum, lalu Aris melihat ke kanan dan ke kiri terlihat ada orang lewat lalu menatapnya. Melihat kesempatan itu Meira langsung menerobosnya dengan mendorong pundak kanan Aris keras-keras sehingga Aris sedikit terdorong ke belakang.
"Siaall", bentaknya saat Meira sudah berlalu.
Tangannya menggenggam kesal karena merasa kalah. Bibirnya menggrutu.
Setelah sampai di halte Meira langsung naik bus yang kebetulan langsung ada. Setelah tak lama perjalanan bus sampai di halte yang tidak jauh dari rumah sakit. Meira turun dari bus dan mampir ke toko bunga yang tidak jauh dari sana.
Meira memilih-milih bunga yang cocok, lalu mencium satu persatu bunga tersebut. Bunga-bunga disana sangat wangi, masih segar. Tiba-tiba matanya tertuju pada segerombolan bunga krisan. Ada warna kuning, putih, merah, ungu dan ada juga warna sedikit perak. Ada krisan yang masih dalam pot kecil-kecil ada juga krisan yang sudah dirangkai.
Meira tersenyum kecil, lalu melihat-lihat bunga krisan tersebut. Dia memilih bunga krisan yang masih ada di pot kecil.
"Kayanya warna ungu aja deh", Meira tersenyum lagi sambil terkekeh.
Setelah bertransaksi Meira pergi meninggalkan toko bunga dengan semangat sambil senyum-senyum sendiri, berharap Keynan akan bahagia ketika melihat bunga ini. Meira bergegas mempercepat langkahnya.
Pintu kamar Keynan sudah terlihat, Meira mengecek bunganya siapa tahu ada yang rusak, setelah dilihatnya masih aman dia melangkah lagi, namun langkahnya terhenti di depan kamar Keynan dirawat.
Dari kaca pintu dia melihat Keynan sedang bersama seorang wanita, wanita itu bukan bundanya melainkan orang yang seumuran dengannya, dia berhenti bukan karena ada orang lain di kamar itu namun di berhenti karena melihat Keynan sedang tertawa bahagia dengan wanita tersebut yang tidak lain adalah Bella.
__ADS_1
Meira mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangan tersebut, setelah berpikir beberapa saat dia memilih meninggalkan bunga tersebut di depan kamar Keynan dan pergi meninggalkan rumah sakit, Meira tidak ingin mengganggu mereka berdua.