
Tidak seperti biasanya, hari ini Meira berangkat sendiri tanpa Keynan. Saat di gerbang utama dia melihat Bella sedang berjalan sendiri menuju kelas, Meira memperhatikan Bella seperti malu dan grogi saat berjalan karena diperhatikan beberapa lelaki dari kelas lain. Melihat hal itu tanpa pikir panjang Meira langsung menyusulnya.
“Bella”, teriak Meira sambil berlari kecil.
Bella yang mendengar namanya dipanggil langsung berhenti dan melihat ke belakang. Bella melihat Meira yang sedang berlari menuju dirinya.
“Hai”, Bella membalas sapaan Meira.
“Ra, kenapa mereka pada menatapku ya?” Bella dengan sedikit polos menanyakannya pada Meira.
“Lo ngga tahu kenapa mereka menatapmu?” kata Meira.
Bella menggelengkan kepala.
“Itu karena lo cantik, makanya mereka menggodamu”, Meira menjelaskan.
“Lo ngga diapa-apain kan? kalau lo digangguin mereka bilang aja sama gue kalau ngga sama Keynan, nanti
kita yang kasih pelajaran ke mereka”, Meira menggandeng tangan Bella untuk berjalan lebih cepat agar dia merasa lebih nyaman.
“Makasih ya”, kata Bella sambil tersenyum.
“Ahh, sudah biasa itu kita kan teman”, balas Meira.
Meira dan Bella berjalan berdua menuju kelas. Sesampainya di depan kelas Meira melepaskan tangannya dan
melihat teman-temannya.
“Haiii, selamat pagi”, kata Meira dengan penuh semangat.
Sesil, Lulu dan Alya yang sedang asyik ngobrol langsung menoleh ke arah pintu karena yakin itu pasti suara Meira.
“Pagi”, teman-temannya kompak menjawab sapaan itu dengan penuh semangat.
Meira langsung menyerbu teman-temannya dengan cipika cipiki. Bella yang melihat keakraban mereka
merasa ingin sekali punya sahabat seperti yang Meira miliki, Bella berjalan menuju tempat duduknya membayangkan jika itu sambutan untuk dirinya, meski hanya sambutan selamat pagi.
“Kemana kita weekend ini?” kata Sesil.
“Gimana kalau kita main ke rumah Alya, sambil ngerjain tugas?” Lulu menyarankan pada teman-temannya.
“Setuju”, kata Sesil dan Meira
“OK siap, nanti gue minta nyokap gue buat siapin makanan yang enak” kata Alya.
__ADS_1
“Sil, lo jemput gue ya di rumah”, kata Meira.
“Aman, besok gue jemput lo ya”, kata Sesil.
“Kita ajak Bella ya”, kata Meira.
Serentak mereka bertiga menoleh ke arah Bella yang sedang duduk di kursinya.
“Baiklah”, kata teman-temannya.
“Yes, nanti gue yang sampaikan ke Bella ya”, kata Meira dengan gembira.
***
Teng...teng...teng
Bel istirahat berbunyi. Meira dan teman-temanya pergi ke kantin untuk jajan bakso kesukaan mereka.
Bella membuka tasnya mengambil kaset yang pernah diberikan oleh Keynan kepadanya. Dia berjalan menuju Keynan dengan menyembunyikan kaset tadi di belakang badannya dan menutupnya dengan buku.
“Key, Bella mau balikin ini, makasih ya”, Bella menyodorkan kasetnya pada Keynan yang sedang duduk bersama
Very.
Keynan langsung melihat benda yang ada di depannya kemudian melihat siapa yang memberikannya.
Keynan mengambil kasetnya dari tangan Bella. Melihat kasetnya sudah pindah ke tangan Keynan, Bella langsung pergi meninggalkan Keynan karena malu. Kemudian Keynan beranjak dari kursinya menyusul Bella.
“Bell”, Keynan meraih tangan Bella.
Bella langsung menoleh ke arah Keynan.
“Lo mau kemana?” tanya Keynan.
“Mau balikin buku ini ke perpustakaan”, Bella menunjukan buku yang ada di tangannya.
Keynan berjalan beriringan dengan Bella menuju perpustakaan.
“Bell, lo hobi baca ya?” tanya Keynan.
“Kok Keynan tahu”, tanya Bella penasaran.
“Habisnya dari kemarin banyak banget buku yang lo bawa”, kata Keynan tersenyum
“Ehh weekend ini Keynan kemana?” tanya Bella.
__ADS_1
“Kenapa, mau ngajak gue nge-date ya”, Keynan menggoda Bella.
Bella tertunduk malu sambil mendekap bukunya, mendengar kalimat yang dikatakan Keynan.
“Sorry, sorry gue cuma becanda”, Keynan takut Bella tersinggung.
Keynan menghentikan langkahnya dan berdiri di depan Bella. Keynan memegang pundak Bella. Menatap
wajahnya yang putih bersih khas sunda.
“Bell, lo mau ngga nonton bareng gue besok”
Bella menatap wajah Keynan. Hatinya berdegup kencang, perasaannya campur aduk antara bahagia dan rasa belum percaya. Kemudian refleks Bella mengangguk dan memberikan senyuman pada Keynan.
“OK, kalau gitu besok sore gue jemput di rumah lo ya” kata Keynan.
Bella hanya mengangguk mendengar ajakan Keynan. Dalam pikirannya apakah ini kencan? Atau Keynan hanya berusaha menghiburku karena kata-kata tadi. Suara hiruk pikuk anak-anak di depan kelas yang sedang istirahat seperti tiba-tiba hening, hanya suara Keynan yang didengarnya. Suara Keynan yang masih terus ngoceh membicarakan film apa yang akan mereka tonton besok.
Sekembalinya mereka berdua mengembalikan buku langsung ke kelas, mereka duduk di kursi masing-masing, bel masuk setelah istirahat belum bunyi. Meira dan teman-temannya pun belum kembali dari kantin.
Lima menit berlalu Meira dan teman-temannya kembali dari kantin, ketawa ketiwi membahas sesuatu yang menurut mereka lucu. Mereka berempat berencana nongkrong di kafe Remaja selepas pulang sekolah.
Meira memasuki kelas melihat Keynan yang sedang duduk di kursinya menatap keluar jendela memandangi langit yang biru hari itu. Mendengar suara ketawa ketiwi Meira dan teman-temannya Keynan menoleh ke arah pintu kelas memandang ke wajah Meira. Meira tersenyum melihat Keynan memandangnya begitu juga Keynan membalas senyuman Meira.
Meira menghampiri Bella untuk mengajaknya main ke rumah Alya.
“Bell, lo ada acara ngga weekend ini, gabung yuk main ke rumah Alya?” Meira mengajak Bella untuk gabung
dengan mereka. Meira berharap Bella mengiyakan ajakan tersebut agar dia bisa lebih dekat dengan teman-temannya yang lain.
“Maaf Ra, Bella ngga bisa, Bella ada acara sama teman Bella”, Bella menolak ajakan Meira tanpa mengatakan
bahwa dia sebenarnya akan nonton dengan Keynan.
“Ohh, OK deh”, jawab Meira yang memasang raut kecewa di mukanya.
Bella yang melihat raut muka Meira langsung menimpali,”Emmm lain kali Bella pasti ikut”, Bella mencoba
mengeluarkan kata-kata untuk meredamkan kekecewaan di muka Meira.
“Beneran ya!” ka Meira meyakinkan kembali.
Bella mengangguk mengiyakan untuk memberi Meira harapan kalau lain kali dia akan gabung dengan Meira dan teman-temannya.
Meira pergi meninggalkan Bella untuk duduk di kursinya menghampiri teman-temannya yang sedari tadi
__ADS_1
menunggu jawaban. Dari raut wajah Meira teman-temannya sudah mengerti jawaban apa yang didapatnya.