Apa Jadinya Aku Tanpamu

Apa Jadinya Aku Tanpamu
Jejak Langkah


__ADS_3

Bel tanda pulang sekolah


berbunyi.


Meira memasukan buku-buku


pelajarannya kedalam tas. Reynan yang sudah mengemas semua barangnya datang


menghampiri meja Meira.


“Ra tunggu di depan ya, gue


mau ke ruang guru bentar”


Meira mengangguk sembari


merapikan tasnya yang masih terbuka. Sesil yang sedang merapikan bando pinknya


melihat ke belakang menatap Meira dan juga Alya.


“yukk”, kata Sesil.


Meira, Lulu dan Alya


beranjak keluar bersama Sesil. Sesil dan Alya berjalan didepan diikuti Lulu dan


Meira.


“Sil, jadi gimana,


perkembangan perkenalan lo sama cowo itu?” tanya Alya kepada Sesil sambil


mengarahkan mukanya menunggu jawaban dari mulut Sesil.


Sesil menghentikan


langkahnya tepat di pintu utama sekolah. Lulu yang berjalan di belakangnya


kaget dan tidak sengaja menabrak badan Sesil.


“Aduh, yah Sesil ko lo mau


berhenti ngga kasih kode dulu”, Lulu yang terkaget langsung memegang kepalanya


yang tidak sakit. Sesil yang berada di depannya memutar balik badannya ke


belakang merangkulkan tangannya ke pundak Alya dan Lulu, Meira yang melihat


situasi itu langsung mendekatkan badannya untuk mendengar jawaban dari Sesil.


“Gimana, kalau kalian


bantuin gue buat deketin cowo itu”, Sesil menatap mata teman-temannya satu


persatu.


Sontak mereka bertiga kaget.


“Haahh, gimana caranya?”


Alya bertanya dengan ekspresi muka yang masih bingung dan polos.


“Nanti kita pikirkan


caranya, kalian mau ngga bantuin gue?” Sesil meyakinkan teman-temannya.


“OK, nanti kalau lo udah


dapet ide kasih tau aja gimana caranya”, kata Meira.


“Siaaapp, oklah kalau begitu

__ADS_1


gue duluan ya, lo pulang sama Keynan kan Ra?” tanya Sesil.


“Iya, dia lagi mampir ke


ruang guru bentar katanya, ya udah kalian duluan aja...bye”, Meira melambaikan


tanganya kepada teman-temannya.


“Bye”, mereka bertiga kompak


menjawab dan membalas lambaian tangan Meira.


Meira menatap punggung


teman-temannya yang semakin menjauh, berjalan keluar gerbang sekolah. Sesekali


Meira melihat jam tangannya. 30 menit berlalu Keynan belum juga kelihatan


batang hidungnya, rasa ingin menyusul Keynan ke ruang guru muncul tapi Meira


sudah janji untuk menunggu di depan, Meira khawatir kalau dirinya pergi dari


tempat sekarang Keynan akan datang dan dia tidak ada di tempat.


***


Bella yang baru saja dari


perpustakaan melihat Keynan keluar dari ruang guru, buru-buru Bella bersembunyi


dibalik tembok menunggu Keynan melewatinya. Bella mendekapkan buku yang


dibawanya ke dada, nafasnya terengah-engah, kepalanya disandarkannya ke tembok,


sesekali Bella mengintip sampai mana dia berjalan kemudian berbalik bersembunyi


lagi dibalik tembok, badannya lemes, perasaannya grogi sekaligus


berbunga-bunga, Keynan yang sedang berjalan sambil merapikan resleting tasnya


Praaak. Bella menambrak


badan Keynan, buku yang dipegangnya berhamburan ke lantai , refleks Keynan


langsung memegang badan Bella yang hampir jatuh, mata bela bertemu mata Keynan,


waktu terasa berhenti berputar sebentar sebelum akhirnya Bella menyadarinya.


“Mmaaf..maaf”, Bella meminta


maaf dengan terbata-bata.


“Ehh, nggapapa, gue yang


salah, jalan ngga lihat depan”, Keynan menundukan badannya dan kemudian jongkok


membantu Bella mengambil buku-bukunya.


“Banyak banget buku lo Bel”,


Keynan mencoba mencairkan suasana agar keadaan tidak canggung.


“Ehh, iya ini untuk mengejar


ketinggalan pelajaran sebelumnya”


Keynan merapikan buku-buku


yang sudah diambilnya tadi.


“Gue bantuin bawa ya?”

__ADS_1


Keynan mencoba menawarkan bantuan kepada Bella.


“ehh,,ngga usah ngga usah,


lagian ini cuma dikit ko”, dalam hati Bella sebenarnya mau biar ada alasan dia


bersama Keynan.


“udah nggapapa, gue bantuin


bawa sampai depan”, diambilnya semua buku ditangan Bella dan akhirnya semua


buku sudah berpindah ke tangannya. Keynan berjalan diikuti oleh Bella


disampingnya


“ohh iya Lo dijemput apa


pulang sendiri?” tanya Keynan, kepalanya mengarah kepada Bella meskipun kakinya


tetap berjalan ke depan, matanya memperhatikan tangan Bella yang sejak tadi


seperti sedang beradu antara tangan kanan dan kirinya.


Bella berjalan dengan


tertunduk malu sekaligus bahagia. Raut mukanya tersenyum hingga ia tak sanggup


melihat wajah Keynan.


“Itu jemputanku sudah ada”,


langkah kaki mereka terhenti, Bella menunjuk mobil yang sedang menunggunya di


depan.


“Ya udah hati-hati ya


dijalan”, Keynan menyerahkan buku-buku yang dibawanya tadi kepada Bella.


“Makasih ya, udah dibantuin”,


Bella tersenyum dan melambaikan tangan kepada Keynan.


Keynan yang melihat itu


membalas senyumannya dan melambaikan tangan kanannya.


Sementara itu Meira yang


berdiri tidak jauh dari tempat Keynan sekarang menyaksikan mereka berdua saling


melambaikan tangan langsung menyerbu Keynan dari belakang.


“Ciee, ada yang lagi deketin


cewe nih yee”, Meira mencoba meledek Keynan meskipun dalam hatinya banyak


pertanyaan tentang mereka berdua.


“Apaan sih, udah yuk”,


Keynan mengalihkan pembicaraan mengajak Meira ke parkiran motor.


Sesampainya di parkiran pun Meira


masih aja meledek Keynan dan seperti biasa Keynan membalas usilan Meira


Keynan mencubit hidung Meira


dengan lembut,”gue sama dia ngga ada hubungan apa-apa tau”

__ADS_1


Keynan menyalakan motornya, kemudian


Meira naik di belakangnya. Motor melaju meninggalkan sekolah.


__ADS_2