
Bel tanda pulang sekolah
berbunyi.
Meira memasukan buku-buku
pelajarannya kedalam tas. Reynan yang sudah mengemas semua barangnya datang
menghampiri meja Meira.
“Ra tunggu di depan ya, gue
mau ke ruang guru bentar”
Meira mengangguk sembari
merapikan tasnya yang masih terbuka. Sesil yang sedang merapikan bando pinknya
melihat ke belakang menatap Meira dan juga Alya.
“yukk”, kata Sesil.
Meira, Lulu dan Alya
beranjak keluar bersama Sesil. Sesil dan Alya berjalan didepan diikuti Lulu dan
Meira.
“Sil, jadi gimana,
perkembangan perkenalan lo sama cowo itu?” tanya Alya kepada Sesil sambil
mengarahkan mukanya menunggu jawaban dari mulut Sesil.
Sesil menghentikan
langkahnya tepat di pintu utama sekolah. Lulu yang berjalan di belakangnya
kaget dan tidak sengaja menabrak badan Sesil.
“Aduh, yah Sesil ko lo mau
berhenti ngga kasih kode dulu”, Lulu yang terkaget langsung memegang kepalanya
yang tidak sakit. Sesil yang berada di depannya memutar balik badannya ke
belakang merangkulkan tangannya ke pundak Alya dan Lulu, Meira yang melihat
situasi itu langsung mendekatkan badannya untuk mendengar jawaban dari Sesil.
“Gimana, kalau kalian
bantuin gue buat deketin cowo itu”, Sesil menatap mata teman-temannya satu
persatu.
Sontak mereka bertiga kaget.
“Haahh, gimana caranya?”
Alya bertanya dengan ekspresi muka yang masih bingung dan polos.
“Nanti kita pikirkan
caranya, kalian mau ngga bantuin gue?” Sesil meyakinkan teman-temannya.
“OK, nanti kalau lo udah
dapet ide kasih tau aja gimana caranya”, kata Meira.
“Siaaapp, oklah kalau begitu
__ADS_1
gue duluan ya, lo pulang sama Keynan kan Ra?” tanya Sesil.
“Iya, dia lagi mampir ke
ruang guru bentar katanya, ya udah kalian duluan aja...bye”, Meira melambaikan
tanganya kepada teman-temannya.
“Bye”, mereka bertiga kompak
menjawab dan membalas lambaian tangan Meira.
Meira menatap punggung
teman-temannya yang semakin menjauh, berjalan keluar gerbang sekolah. Sesekali
Meira melihat jam tangannya. 30 menit berlalu Keynan belum juga kelihatan
batang hidungnya, rasa ingin menyusul Keynan ke ruang guru muncul tapi Meira
sudah janji untuk menunggu di depan, Meira khawatir kalau dirinya pergi dari
tempat sekarang Keynan akan datang dan dia tidak ada di tempat.
***
Bella yang baru saja dari
perpustakaan melihat Keynan keluar dari ruang guru, buru-buru Bella bersembunyi
dibalik tembok menunggu Keynan melewatinya. Bella mendekapkan buku yang
dibawanya ke dada, nafasnya terengah-engah, kepalanya disandarkannya ke tembok,
sesekali Bella mengintip sampai mana dia berjalan kemudian berbalik bersembunyi
lagi dibalik tembok, badannya lemes, perasaannya grogi sekaligus
berbunga-bunga, Keynan yang sedang berjalan sambil merapikan resleting tasnya
Praaak. Bella menambrak
badan Keynan, buku yang dipegangnya berhamburan ke lantai , refleks Keynan
langsung memegang badan Bella yang hampir jatuh, mata bela bertemu mata Keynan,
waktu terasa berhenti berputar sebentar sebelum akhirnya Bella menyadarinya.
“Mmaaf..maaf”, Bella meminta
maaf dengan terbata-bata.
“Ehh, nggapapa, gue yang
salah, jalan ngga lihat depan”, Keynan menundukan badannya dan kemudian jongkok
membantu Bella mengambil buku-bukunya.
“Banyak banget buku lo Bel”,
Keynan mencoba mencairkan suasana agar keadaan tidak canggung.
“Ehh, iya ini untuk mengejar
ketinggalan pelajaran sebelumnya”
Keynan merapikan buku-buku
yang sudah diambilnya tadi.
“Gue bantuin bawa ya?”
__ADS_1
Keynan mencoba menawarkan bantuan kepada Bella.
“ehh,,ngga usah ngga usah,
lagian ini cuma dikit ko”, dalam hati Bella sebenarnya mau biar ada alasan dia
bersama Keynan.
“udah nggapapa, gue bantuin
bawa sampai depan”, diambilnya semua buku ditangan Bella dan akhirnya semua
buku sudah berpindah ke tangannya. Keynan berjalan diikuti oleh Bella
disampingnya
“ohh iya Lo dijemput apa
pulang sendiri?” tanya Keynan, kepalanya mengarah kepada Bella meskipun kakinya
tetap berjalan ke depan, matanya memperhatikan tangan Bella yang sejak tadi
seperti sedang beradu antara tangan kanan dan kirinya.
Bella berjalan dengan
tertunduk malu sekaligus bahagia. Raut mukanya tersenyum hingga ia tak sanggup
melihat wajah Keynan.
“Itu jemputanku sudah ada”,
langkah kaki mereka terhenti, Bella menunjuk mobil yang sedang menunggunya di
depan.
“Ya udah hati-hati ya
dijalan”, Keynan menyerahkan buku-buku yang dibawanya tadi kepada Bella.
“Makasih ya, udah dibantuin”,
Bella tersenyum dan melambaikan tangan kepada Keynan.
Keynan yang melihat itu
membalas senyumannya dan melambaikan tangan kanannya.
Sementara itu Meira yang
berdiri tidak jauh dari tempat Keynan sekarang menyaksikan mereka berdua saling
melambaikan tangan langsung menyerbu Keynan dari belakang.
“Ciee, ada yang lagi deketin
cewe nih yee”, Meira mencoba meledek Keynan meskipun dalam hatinya banyak
pertanyaan tentang mereka berdua.
“Apaan sih, udah yuk”,
Keynan mengalihkan pembicaraan mengajak Meira ke parkiran motor.
Sesampainya di parkiran pun Meira
masih aja meledek Keynan dan seperti biasa Keynan membalas usilan Meira
Keynan mencubit hidung Meira
dengan lembut,”gue sama dia ngga ada hubungan apa-apa tau”
__ADS_1
Keynan menyalakan motornya, kemudian
Meira naik di belakangnya. Motor melaju meninggalkan sekolah.