
Sambil melangkah ke luar rumah Aristia terus memikirkan kegiatan yang akan ia lakukan hari ini.
Sekolahnya libur selama tiga hari dan tiba-tiba ia ingin untuk berkemah.
Aristia memasang tenda ditaman samping rumahnya, ia berencana mengamati langit malam sambil berkemah untuk mengisi hari liburnya.
"Semoga nanti malam langit cerah. Jadi akan memperindah liburan ku." Aristia berkata dengan gembira.
Aristia sudah mengajak sahabat-sahabatnya untuk berkemah bersama, namun semua temannya tidak bisa.
Rudi sedang berlibur, Aswin berkata ada urusan pribadi. Rafa beralasan memiliki urusan keluarga, sedangkan Putri nenek dan kakeknya datang mengunjungi mereka.
Selesai sudah Aristia mendirikan tenda kecil di halaman samping rumahnya.
Terlihat ia sibuk memasukkan beberapa barang ke dalam tenda. Bahkan ia membawa kasur lantai untuk alasnya tidur, ia memang berencana untuk tidur di tenda itu.
"Dek apa memang harus tidur diluar? Nanti tengah malam aja baru pindah." kata Lintang ketika melihat Aristia sibuk membawa bantal dan beberapa camilan.
"Gak, pokoknya aku akan berlibur." tolak Aristia.
"Liburan kok disamping rumah.." kata Lintang lagi.
"Kakak.... Jangan ngerusak mood aku. Liburan meski cuma disamping rumah tapi bisa membuat pikiran bagus." Aristia kembali menolak.
Ia sudah berencana tidur sambil membaca buku dibawah langit malam. Tidak perduli apapun, Ia benar-benar sudah membulatkan tekadnya ini.
Sore hari Aristia memasang lampu kecil yang berkelap-kelip di depan tendanya. "Sempurna sudah..." katanya sambil bergumam.
Ia kembali memeriksa perlengkapannya, "Kasur lantai sudah di posisinya, bantal dan selimut sudah tertata. Makanan ringan pun sudah ada di dalam."kata Aristia, "Kamu memang hebat Aristia!" Aristia memuji dirinya sendiri.
Lalu ia mengambil gambar dengan tenda sebagai latar belakangnya. Aristia tersenyum melihat hasil jepretannya sendiri. Sudah lama memang Aristia ingin berkemah seperti ini, tapi selalu tidak sempat.
"Tia, sudah mau malam ayo masuk dulu nanti baru kembali ke tenda kesayangan mu itu. kita makan malam." mama memanggil Aristia dari teras.
"Iya ma, aku masuk." kata Aristia, ia lalu mengikuti Mamanya dari belakang dan masuk ke dalam rumah.
"Tambah lagi sayang..." kata Mama
"Udah kenyang Ma," Aristia berusaha menolak sambil memperlihatkan ekspresi kenyang dengan memegang perutnya.
"Kamu kan mau menginap diluar sayang, nanti kamu kelaparan" ujar Mama lagi.
"Ma, kan aku cuma diluar rumah. Lagian aku juga udah bawa pasokan makanan kok." Aristia menyeringai.
"Iya ma, berlebihan deh. Aristia cuma pindah tidur aja. Oh iya, Papa mana ma?" ujar Lintang belum di dapatinya sang ayah.
"Tadi pulang sebentar, lalu kembali lagi katanya ada urusan kantor akan menginap dua hari." kata Mama.
__ADS_1
"Aku sudah selesai makan ma. Aku pergi kemah dulu ya." setelah mengatakan itu Aristia langsung menghambur keluar.
Ibunya yang melihat kelakuan anak perempuannya itu hanya bisa menggelangkan kepalanya.
Aristia berdiri didepan tenda yang telah ia dirikan, ia tersenyum melihat lampu yang berkelap-kelip.
Pintu tenda sengaja ia kaitkan agar terbuka, dan langit bisa terlihat meski ia berada didalam.
Aristia masuk dan langsung tengkurap diatas kasur lantai. Tidak lupa ia mengambil selimut dan hanya menutupi bagian kakinya saja.
Aristia mengambil bantal, ia sekarang tidur terlentang di pandanginya lampu tumblr yang tadi ia pasang.
Ia merasa matanya menjadi sakit lalu mematikan lampu tumblr tersebut dan menyalakan lampu emergency.
"Ini jadi lebih baik. Ini juga menyenangkan." Aristia mengambil gambar dirinya yang sedang berada di dalam tenda.
Di lihatnya jam masih pukul delapan malam, padahal untuk melihat bintang masih terbilang terlalu sore.
Aristia menyetel alarmnya menjadi pukul dua belas.
Setelah menyetel alarm Aristia, ia lalu memutar sebuah lagu.
Tidak berapa lama terdengar lagu Sealed with a kiss dari Jason Donovan pun mengalun merdu.
Aristia menutup matanya, ia meresapi lagu yang sedang ia dengar itu. Angan Aristia melayang jauh.
for the summer
Darling, I promise you this
I'll send you all my love everyday in a letter
Sealed with a kiss
Yes it's gonna be a cold, lonely summer
But I'll fill the emptiness
I'll send you all my dreams everyday in a letter
Sealed with a kiss
***
Aristia terbangun dari tidurnya, ia mendengar suara langkah kaki berjalan dari samping tendanya.
Arah langkah kaki tersebut mendekat ke arahnya tendanya lalu berhenti persis didepan pintu tendanya.
__ADS_1
Kaki itu sekarang sudah berada tepat didepannya. Setelah melihat dengan jelas siapa orang yang berdiri di situ ia merasa lega.
"Kak Samudra ngapain malem-malem berdiri disitu."
Aristia berkata dengan sedikit kesal. Karena tadi jantungnya sudah berdetak lebih cepat. Lalu ia melihat ponselnya, masih pukul sebelas.
"Harusnya aku yang nanya, ngapain seorang perempuan tidur diluar rumah. Bahaya." Samudra berkata, lalu ia duduk ditepi pintu.
Melihat itu Aristia langsung bangun. "Aku cuma mau ngerasain kemah aja Kak." kata Aristia
"Tapi aku lihat kamu cuma tidur aja tuh." Samudra melihat Aristia.
"Iya, yang namanya kemah itu tidur dalam tenda." Aristia menjawab dengan singkat.
Ia hanya ingin menikmati langit malam. "Kakak kenapa ke sini?" tanya Aristia.
"Aku tadi terbangun. Lalu melihat keluar ada tenda ini, jadi aku menghampiri." kata Samudra
"Kalo begitu ayo temani aku." ujar Aristia, "Ini kak aku bawa makanan ringan." Aristia menyodorkan makanan pada Samudra
Aristia ingin memperbaiki lagi hubungannya dengan Samudra. Menyimpan rasa itu tidak baik.
"Kamu gak apa-apa nih aku tetap disini." kata Samudra, kini Samudra berhati-hati dengan kata-kata yang akan ia ucapkan.
Aristia menyadari akan sikap Samudra padanya, "Apa Kakak merasa tidak nyaman?"
Samudra menghela nafas sebentar, ia tidak ingin Aristia marah lagi kepadanya karena kesalahan kata yang ia lontarkan. Samudra tersenyum.
"Mana mungkin aku merasa tidak nyaman berada di dekat mu. Jika tidak nyaman aku pasti tidak akan berada disini menghampirimu." kata Samudra, "Lalu kamu apa masih marah? maaf atas sikap ku jika menyakiti Mu..." Samudra menatap Aristia yang juga menatap ke arahnya.
Dengan senyum Aristia berkata, "Mana mungkin aku marah. Beberapa waktu lalu aku belum dengan benar menjaga sikap ku." Aristia menarik nafasnya, "Tapi sekarang aku senang kakak menemani ku. ini sungguh-sungguh." ujar Aristia tersenyum.
Samudra tertawa kecil melihat ekspresi Aristia yang tiba-tiba menjadi serius.
Aristia ikut tertawa melihat Samudra. Suara Alarm berbunyi, Aristia mengambil ponselnya.
Ia mematikan alarm, "Hari sudah berganti...." ujarnya senang, kemudian ia terdiam menatap layar ponselnya, melihat itu Samudra menjadi bingung.
Aristia mendekati Samudra, lalu duduk di sampingnya.
"Ada apa?"
Samudra bertanya pada Aristia yang menunjukkan layar di ponselnya. Tidak ada apa pun di layar itu.
"Ini Kak...." Aristia menunjuk tanggal yang tertera, lalu ia berkata sambil tersenyum "Selamat ulang tahun Kak Samudra"
Secepat kilat Aristia mengalihkan pandangannya melihat langit malam. Samudra menatap gadis di sampingnya itu sambil tersenyum.
__ADS_1