Apa Kabar Cinta

Apa Kabar Cinta
Hati Samudra


__ADS_3

"Tia.... Bangun!" Suara Lintang terdengar dari luar tenda tempat ia tidur


"Astaga, Kak Samudra" Aristia mencari Samudra di dalam tenda namun sudah tidak ada. Ia menarik nafas lega.


"Tia...." panggil Lintang lagi


"Iya kak, aku udah bangun." Aristia menjawab panggilan Lintang


Aristia keluar dari dalam tenda, matahari pagi yang sudah terang membuat ia menyipitkan matanya karena silau.


Aristia mengambil ponselnya, lalu ia masuk ke dalam.


Samudra yang sedari tadi memperhatikannya dari dalam rumah melalui jendela segera pergi menuju ruang TV.


Ia menyalakan TV, lalu duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


Terimakasih kamu sudah mengungkapkan perasaan itu.


Memilih aku untuk menjadi bagian terpenting dalam perjalanan hidup mu yang sangat berharga.


Maaf sebelumnya, aku telah mengubur harapan mu, sekarang aku mengerti apa yang kamu rasakan. Sebenarnya aku merasa bahagia jika bersama mu.


****


Suara deburan ombak, sinar matahari yang sudah tidak begitu terik menambah indah suasana laut sore itu.


Tampak seorang gadis tengah berlari-lari kecil, sesekali ia berjalan dengan pelan membiarkan air laut menjilat kakinya.


Gadis itu tersenyum melihat jejak kakinya yang terbentuk, lalu hilang tersapu ombak.


Di belakangnya seorang laki-laki mengikutinya dengan senyum yang bahagia. Sesekali gadis itu menengok ke belakang untuk melihat orang di belakangnya.


Gadis itu berhenti dan duduk di sebuah batu karang yang rata, ia memandang hamparan laut yang luas di depannya.


"Aku mencintai mu, sangat..." kata laki-laki itu pada gadis yang ada di depannya


"Aku juga mencintai mu...." kata gadis itu seraya tersenyum manis.


Samudra terbangun dari tidurnya. Ia melihat Lintang sudah ada di dekatnya.


[Kenapa tiba-tiba bermimpi seperti itu?] samudra berkata dalam hati.


Rupanya ia tadi ketiduran di sofa setelah memainkan ponselnya.


"Ada apa?" kata Lintang, "Ekspresi muka kamu terlihat bingung seperti itu." ujar Lintang lagi


Samudra menggeleng, sudah lama dia tidak bermimpi momen seperti itu.


Ia menarik nafas, lalu melihat Lintang. Lintang yang merasa heran akan sikap Samudra saat ini padanya.


"Kamu kenapa?" tanya Lintang lagi


"Aku gak apa-apa." kata Samudra lalu duduk, ia melirik jam di dindingnya menunjukkan pukul sepuluh pagi, "Kamu kenapa ke sini?" Samudra balas bertanya


"Selamat ulang tahun," Lintang tersenyum dengan sempurna, menampilkan lesung pipitnya.


Ia mengeluarkan kotak yang tadi ia sembunyikan di balik badannya.


"Makasih," jawab Samudra sambil tersenyum pada Lintang


"Om sama Tante gak di rumah?" kata Lintang, "Kok sepi?" ujarnya lagi sambil menengok kanan dan kiri

__ADS_1


"Iya, mereka lagi pergi ke luar sebentar." kata Samudra


"Kemana?" ujar Lintang.


Samudra hanya mengangkat bahunya. Lalu ia memegang ponselnya, mengetik sesuatu.


Lintang yang memperhatikan itu merasa kehadirannya mengganggu.


"Kamu lagi sibuk?" Lintang membuyarkan fokus Samudra pada ponselnya.


"Enggak, ini lagi sms teman." Kata Samudra


"Kamu aneh hari ini...." Lintang menyelidik, ia kemudian mendekati Samudra memperhatikan wajahnya.


"Kamu terlalu dekat Lintang...." kata Samudra mencubit pipi Lintang. "Aku buka ya kadonya..." ujar Samudra


Lintang mengangguk lalu duduk di samping Samudra.


"Gimana? bagus gak?" Lintang bertanya setelah sepasang sepatu terlihat dari kotak yang Samudra buka.


"Bagus," Samudra tersenyum, "Ayo kita makan siang. Aku traktir sebagai ganti hadiah in.i" kata Samudra


"Oke. Aku siap-siap dulu ya...." Lintang menghambur pergi dari rumah Samudra.


*****


Aristia sedang duduk depan tenda. Ia asik membaca novel yang minggu lalu ia beli.


Cerita romansa seperti ini selalu ia gemari, terkadang Aristia tersenyum sendiri membaca adegan yang menurutnya manis.


"Hai.... Lagi baca apa?" Samudra mengagetkan Aristia yang konsentrasi membaca novel.


"Sore kak...." Aristia menyapa Samudra tanpa mengalihkan pandangannya pada novel yang ia baca.


Samudra berkata sambil melihat Aristia yang tetap memperhatikan novel di hadapannya.


Aristia menengok ke arah Samudra sebentar, "Nih aku udah lihat kakak kan...." kata Aristia tersenyum lalu duduk.


"Sms aku gak di balas?" kata Samudra, "Tadi juga aku telfon kamu tapi nomor kamu selalu sibuk." kata Samudra.


Aristia hanya diam, ia tersenyum kecut. Tentu saja Samudra tak akan bisa menghubunginya karena ia telah memblokir nomor pria ini.


"Bentar ya aku priksa dulu...." Aristia mengambil ponselnya, lalu secepat kilat ia membuka pengaturan dan menghapus nomor yang terbelokir. "Kakak sms apa?" Tanya Aristia


"Tadi aku pergi makan dengan Lintang, mau mengajak kamu. tapi gak ada balasan." ujar Samudra


"Ahh.... Berdua sama kak Lintang?" tanya Aristia


"Gak, ada juga teman yang lain. Kami merayakan ulang tahun ku."


"Begitu rupanya. Aku tidak akan ikut, meski di ajak. Aku akan merasa canggung jika itu teman-teman kalian." Kata Aristia, "Apa teman kak Samudra juga mengenal kak Lintang?" Tanya Aristia lagi.


"Iya, sebagian. Meski kami berbeda fakultas tapi karena terkadang aku pergi dengan Lintang mereka juga ada dan kami saling berkenalan. Begitu pun sebaliknya." Kata Samudra


"Bagaimana acaranya tadi?" tanya Aristia


"Apanya??" Kata Samudra balik bertanya


"Lupakan" kata Aristia


Melihat itu Samudra tertawa.

__ADS_1


"Nih...." Samudra mengeluarkan kotak kecil dari sakunya.


Aristia menerimanya dan langsung membuka, terlihat sebuah gelang yang di hiasi dengan batu-batuan kecil jika terkena sinar matahari mengeluarkan warna pelangi.


"Bagus kak.... Terimakasih, Kakak ngasih kado padahal Kakak yang ulang tahun." Kata Aristia


"Gak apa-apa, coklat semalam juga hadiah kan."


"Oke deh."


Aristia mengambil gelang didalam kotak. Agak susah ia mengenakannya. Samudra mengambil gelang itu lalu memakaikannya.


"Cantik...."


Aristia memandang dengan senang gelang yang melingkar di tangannya.


Lintang melihat Aristia dan Samudra tengah bersama, kemudian ia mendekat.


"Tia.... Ini ada kue tart." Kata Lintang, "Tadi kami habis pergi makan." lanjutnya lagi


"Makasih Kak Lintang...." Aristia langsung mengambil kue, lalu ia memakannya.


Samudra tersenyum melihat tingkah Aristia, Lintang memperhatikan pemandangan yang ada di depannya.


"Aku pulang dulu ya." kata Samudra. Lalu ia pergi menuju rumahnya.


"Menurut mu gimana tentang Samudra?" tanya Lintang.


Aristia melirik kakaknya, ia tak mengerti maksud perkataan kakaknya barusan. "Kak Samudra baik...." lanjut Aristia


"Maksud ku jika dia menjadi kakak ipar Mu" Lintang tersenyum melihat Aristia.


-Nyut-


Hati Aristia berdenyut meski tak sekuat seperti biasanya. Meski gadis itu sudah berencana menyerahkan Samudra pada takdir namun tetap saja mendengar perkataan Lintang hatinya sedikit gelisah.


[Padahal sekarang aku sudah sedikit bahagia, tapi meski bahagia pun aku tetap saja merasa gugup.] kata Aristia dalam hati.


"Itu cuma pertanyaan Tia...." kata Lintang melihat adiknya yang terdiam.


Lintang lalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Aristia Sendiri.


Tadi sepulang merayakan ulang tahun Samudra, setelah yang lain sudah pulang. Hanya tersisa mereka berdua.


Lintang tersenyum bahagia, Samudra berkata ada yang akan di bicarakan.


"Lintang.... ayo kita sudahi aja membuat Aristia salah paham akan hubungan kita." kata Samudra tiba-tiba


"Kenapa? bukannya memang hubungan kita sedekat ini." Kata Lintang


"Iya memang, tapi bukannya kamu akan langsung sangat dekat dengan ku jika ada Aristia. Aku akan membuatnya semakin terluka. Selain itu, ini kekanak-kanakkan bukan?" Kata Samudra


"Oke." kata Lintang tersenyum.


Lintang mengatupkan mulutnya dan mengertakkan giginya. Ia benar-benar kesal dan marah atas perkataan Samudra.


Dulu ketika Aristia mengungkapkan perasaannya, Samudra menceritakan hal itu pada Lintang.


Samudra yang ingin Aristia berhenti menyukainya menjadi bingung.


Akhirnya Lintang menawarkan jika ada Aristia maka ia akan menunjukkan perhatian yang lebih. Samudra memang tak menjawab iya, tapi membiarkan sikap Lintang yang seperti kekasih Samudra.

__ADS_1


"Lalu apa sekarang kamu suka pada Aristia Samudra! sejak kapan." Lintang berkata dengan kesal.


__ADS_2