Apa Salahku Hingga Bertemu Mafia

Apa Salahku Hingga Bertemu Mafia
41.menahan


__ADS_3

Rumah salden bertingkat 2 lantai dan lantai 1 ada ruang makan,ruang tamu,dapur,kamar mandi dan ada kamar pembantu dekat dapur tapi kamar pembantu itu sudah lama tidak digunakan sedangkan lantai 2 ada 5 kamar,4 kamar tidur dengan masing-masing ada kamar mandi.Kamar salden berdekatan dengan ruang kerja memasuki lorong akan menemukan 3 kamar berikutnya yang masing-masing berderetan.


Bella pun mengantar luwis ke lantai 2 dimana kamar yang harus ia gunakan selama berada di mittelbergheim.


"Ini luwis kamar kamu memang tidak terlalu luas tapi aku jamin pasti nyaman buat kamu istirahat"bella


Luwis yang tidak memperhatikan apa yang diucapkan bella.Di dedekapnya tubuh bella luwis ingin merasakan hangatnya tubuh bella di sentuhnya perut buncit bella yang sudah semakin membesar dikecupnya leher bella yang sudah ia nantikan selama 8 bulan.Lambat laun mulai naik ke bibir bella dan.......


"Luwis.....luwis......luwis......kau baik-baik saja"bella berusaha memanggil luwis untuk membangunkannya dari lamunan panjang.


"Iya sssaaaaay......bella maaf saya tidak mendengar panggilanmu"luwis yang terbangun dari lamunan panjang


"Mungkin kamu capek beristirahatlah jika kamu butuh apa-apa kamar aku ada disebelah"bella sambil tersenyum manis.


Bella pun keluar dari kamar untuk membiarkan luwis beristirahat.

__ADS_1


"Untung saja aku tidak keceplosan panggil dia sayang"kata hati kecil luwis untuk menenangkan diri.


Salden yang melihat bella turun dari tangga.Terlihat wajah yang bahagia di wajah bella meski bella masih belum ingat siapa luwis tapi seperti ini juga lebih baik.


"Kemana luwis bella"salden yang sambil mengelus pucuk rambut bella


"Ada di kamarnya kak,sepertinya dia kelelahan"bella sambil tersenyum manis di depan kakakknya


"Kau tak ingin istirahat ini sudah malam"salden


"Tidurlah jangan pikirkan masalah itu biar kakak yang membereskan itu semua"salden dengan senyum hangatnya


"Baiklah aku tidur ya kak"bella


Sebelum bella menaiki tangga bella memeluk kakaknya"Terimakasi yaaa kak sudah menjaga dan merawatku dengan baik"bella

__ADS_1


"Apa yang kau katakan selama ini kamu juga membantu kakak mengurus kebun dan juga membantu mengurusi pembekuan kakak setiap bulan jika tidak ada kamu bella sayang apa jadinya kakak"salden yang membalas pelukan bella


Tanpa disadari bella meneteskan air mata tapi buru-buru di hapus karna tidak mau kakaknya melihat.


"Sudah sana kamu harus istirahat"salden yang mulai melepaskan pelukannya


Bella mengangguk tanda iya mengerti.Bella pun naik ke tangga untuk menuju kamarnya.


Bella pun cuci muka gosok gigi lalu ganti baju tidur yang lebih nyaman karna perut bella sudah semakin besar.Di baringkan tubuh bella di ranjang yang empuk itu tidak membutuhkan waktu lama bella sudah berada di alam mimpi.


Setiap kamar ada balkon yang menghadap ke kebun anggur yang sangat luwas.Luwas kebun anggur salden ada 4 hektar luwas banget seluar 4 kali lapangan sepak bola.


Didalam kamar luwis hanya bisa berbaring meskipun tubuhnya lelah tapi bayangan bella terus menari-nari di ingatannya luwis sangat marindukan maudy yang sekarang bernama bella.


Luwis akhirnya berdiri dari tempat tidurnya mengarah ke balkon dan memandangi kamar sebelah.Dilihatnya ada celah sempit yang bisa ia gunakan untuk ke kamar bella.

__ADS_1


#APA SALAHKU HINGGA BERTEMU MAFIA#


__ADS_2