Apa Salahku Hingga Bertemu Mafia

Apa Salahku Hingga Bertemu Mafia
53.rencana yang berhasil


__ADS_3

"Aku ada di mana"pelan-pelan maudy membuka mata.


Membuat hendra yang tidur di sampingnya terbangun.


"kau sudah sadar sayang"berusaha melepas kantong okssigen


"aku dimana"maudy yang berusaha mengingat kejadian


"kau mencoba bunuh diri.apa kau lupa?"nada bicara hendra penuh penekanan


"bunuh diri"maudy yang berusaha mengingat


"kau melukai pergelangan tanganmu sendiri"hendra yang sedikit kesal


Maudy baru ingat bahwa dia melukai lengannya.


"kenapa kau ingin bunuh diri"suara hendra yang nanar


Sebelum maudy menjawab pertanyaan hendra maudy mendapat bentakan yang sangat keras yang di lontarkan hendra


"jika kau ingin bunuh diri kenapa tak ajak aku!aku bisa mati jika jauh darimu"rahang hendra yang mengeras dan wajah yang merah


"Bebaskan aku.biar aku hidup bahagia dengan orang yang aku cintai"maudy yang tiba-tiba menangis


Hendra memperlihatkan senyum dinginnya


"bebaskanmu tidak mungkin.kau bermimpi hahaha"hendra yang berlalu pergi tanpa melihat maudy


Maudy yang berusaha bangun dan melepas semua yang menempel di badannya.ia berjalan sempoyongan menuju pintu.


"Lagi-lagi pintu di kunci"maudy mengambil nafas panjang


Waktu pagi di prancis


Maudy yang membuka mata karena terganggu dengan sentuhan.


"apa yang kamu lakukan"maudy yang melotot.


"Ternyata kau sudah sehat sayang jadi kau tak perlu dokter lagi"hendra yang merasa lega


"maksud kamu?"wajah maudy yang terlihat cemas


"kenapa kamu terkejut?apa ada sesuatu yang membuat kamu gelisah"

__ADS_1


"ti tidak"


"pelayan akan kesini membantu membersihkan badanmu"hendra yang berlalu pergi


Maudy yang cemas jika hendra bakal curiga.jika dokter itu tidak kesini bagaimana aku bisa kabur."Tenanglah maudy siapa tau dia memancingku.aku harus hati-hati"maudy yang bicara pada dirinya sendiri.


.................................................................


Pagi-pagi buka dokter sudah bangun mencari informasi dokter rical salden.


"ddrrrrtttt"ponsel dokter bergetar


"selamat pagi tuan hendra"suara dokter yang sopan dan lembut.


"dokter hari ini dokter tidak perlu kesini"nada bicara hendra yang lantang


"tut tut tut"


Dokter belum sempat bicara sudah di putus sepihak oleh pihak penelepon.


"benar-benar gadis itu dalam bahaya.aku harus bertindak cepat"dokter bicara sendiri


Dokter menekan-nekan sesuatu entah siapa yang ia hubungi.


"iya dengan saya"


"ada yang ingin saya bicarakan.apa kita bisa ketemu?ini menyangkut seorang gadis"


"baiklah di mana"


"temui saya di rumah sakit.nanti akan saya kasih tau selanjutnya"


Dokter pun mengetik alamat yang harus di tuju salden.Hari ini dokter ada jadwal kerja di rumah sakit x.Setelah dokter berkemas-kemas diri lantas dia menuju rumah sakit x.


"tok tok tok"perawat


"iya sus ada apa?"dokter yang mendongakkan kepala


"dokter salden ingin bertemu dokter"


"persilakan dia masuk"


Perawat pun keluar untuk memberi tahukan kepada tamu dokter.

__ADS_1


Setibanya di dalam slden mengenalkan diri.


"namaku rical salden dan ini luwis"suara salden antusias


"saya sudah tau nama kamu dokter salden"mempersikan duduk


"panggil saja salden jangan pakai dokter!sayakan lagi tidak bertugas"


"kita bicara langsung saja.aku kemarin di minta tolong seorang gadis yang sedang terluka dia memohon aku untuk bertemu dengan dokter salden.sepertinya wanita itu dalam bahaya"dokter yang ketakutan jika mengingat kejadian semalam


Salden memperlihatkan foto bella.


"apa gadis yang di dalam ini yang kamu maksud?"


"benar gadis ini!tidak salah lagi"


"dimana alamatnya dokter.saya harus menolong istri dan anak saya"luwis yang langsung nyamber


"Tuan anda jangan tergesa-gesa harus di fikir benar-benar.wanita ini baru saja terluka jika tergesa-gesa bisa fatal"dokter memberi nasehat


"benar luwis apa yang di bilang dokter ega.kita harus ada rencana"salden berusaha menyakinkan luwis


"aku bisa menghubungi anak buahku"luwis yang emosi


"Jangan sepertinya orang ini sangat berbahaya bisa-bisa istri dan anakmu bisa di bunuh"dokter


"Terus saya harus gimana dokter"luwis yang nampak frustasi


"tunggu dokter berikan ponsel ini kepada gadis itu biar pas kita menyelamatkan dia waktunya tepat"luwis yang tiba-tiba mendapat ide


"baiklah nanti saya akan kesana berusaha masuk dan memberikan ponsel ini"ada rasa takut di diri dokter


"terimakasi banyak dokter ega"salden yang menepuk bahu dokter ega


"apa pun akan saya bantu sebisa saya"dokter ega memberikan senyum.


Akhirnya salden dan luwis berpamitan dan merencanakan perebutan kembali.


Untuk para reader saya ucapkan banyak terimakasi atas comen.like dan juga bintangnya


**maaf jika banyak tipu-tipu


#APA SALAHKU HINGGA BERTEMU MAFIA**#

__ADS_1


__ADS_2