
Luwis yang keluar kamar mandi melihat istrinya sudah tidur tapi memunggungi luwis.Tidak biasanya ia seperti itu.
Samar-samar luwis mendengar isak tangis maudy.Apa dia menangis hanya karna aku pulang terlambat atau aku tidak menghubunginya.
Luwis memeluk istrinya dari belakang dan membalikkan tubuh maudy untuk melihat wajah istrinya.
luwis tidak pernah melihat wajah istrinya seperti ini.
"Maafkan aku sayang karna pulang terlambat"luwis yang berusaha tenang.
"Lepaskan aku luwis"maudy memaksa melepas pelukannya.
"Apa kamu masih marah sayang aku kan sudah minta maaf"luwis yang meninggikan suaranya.
Setelah maudy melepaskan pelukan luwis ia pun berdiri dan menuju meja dekat meja tata rias.Maudy membuka laci dan mengambil surat.
Maudy pun memberikan surat itu kepada luwis.
"Apa ini sayang"luwis keheranan.
"Bukalah"maudy yang menahan tangisnya.
Luwis membuka surat itu dan melihat ada foto-foto dirinya dengan marta.
"Kamu dapat dari mana sayang"luwis yang berusaha tenang.
"Tidak penting aku dapat dari mana yang penting aku butuh penjelasan darimu luwis"
"itu semua masa laluku dan kamu masa depanku sekarang dan seterusnya.maka jangan lagi di permasalahkan foto-foto itu sayang"luwis yang berusaha menjelaskan
"ok tapi jawab pertanyaanku dengan jujur"maudy yang berusaha tenang.
"baik sayang"
Mata maudy sambil terpejam dan memberikan pertanyaan kepada luwis.
"Apakah kamu tadi bertemu dengan orang yang ada di foto itu"maudy yang berusaha tenang.
"iya sayang"
Seperti ada kaca yang pecah saat maudy mendengar kata iya dari bibir luwis"pyaaarrrr"
"Kenapa kamu ngak jujur kepadaku luwis"maudy yang sedikit membentak
"Itu karena aku tidak ingin kamu terluka sayang"luwis yang berusaha menjelaskan.
"Apa!justru kamu yang sudah membuat aku terluka luwis"maudy yang marah dan kesal
"aku yang membuatmu seperti ini"luwis yang juga marah.
Luwis yang berusaha menjelaskan justru malah memperkeruh keadaan.
"Kamu mau kemana"kata maudy
"Percuma kita bicara jika kamu masih marah sayang"luwis yang berjalan dan keluar.
Kenapa kamu pergi luwis tanpa menyelesaikan masalah ini.
__ADS_1
"Bruukk"
Luwis membuang semua yang ada di meja kerja.
"Dasar wanita licik dulu kamu hancurkan cintaku sekarang kau hancurkan cintaku yang telah aku bina"
"Bukkkk"luwis memukul tangannya di dinding dekat ia berdiri.
Luwis pun mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
"aku ingin bertemu denganmu"
"tut tut tut"
.....................................................................
Marta sangat bahagia laki-laki yang ia nantikan ternyata dia menelfonnya dan ingin bertemu dengannya.
Marta pun berdandan dengan make up yang tebal dan cantik.Marta menggunakan baju yang sangat sexsi.
Marta membayangkan hal-hal yang indah-indah bahwa luwis ingin bercinta dengannya.
2 jam sudah marta menunggu dan akhirnya pintunya ada yang mengetuk.
"tok tok tok"
Marta pun membenarkan diri dan berjalan menuju pintu.
"Masuklah sayang aku sudah menunggumu lama"suara marta yang menggoda.
Tidak menunggu lama lagi tangan luwis mencekik leher marta dan membuatnya kehabisan udara.
"Lepaskan aku luwis"suara marta yang sangat berat.
Nasib marta sangat beruntung luwis melepaskan tangannya dan terjatuhlah marta karena lemas dan terengah-engah.
Luwis sedikit menunduk untuk menyamakan tubuhnya terhadap marta.
"Aku tidak akan membiarkanmu mati dengan secepat itu"luwis yang marah dan ingin menghabisi seseorang.
Marta melihat di gerbang pintu yang belum tertutup ada maudy istri luwis.
Maudy pun menggunakan kesempatan ini untuk berekting jika luwis sedang ingin bercinta dengannya.
Disobeknya bajunya sendiri dan terlihatlah dua gundukan kembar yang masih tertutup bra.Di pegangnya tangan luwis dengan paksa dan meletakkan di salah satu gundukan kembar itu.
"Luwis kamu keterlaluan"maudy yang marah dan kecewa sambil berlari dengan deraian air mata.
Luwis yang sangat terkejut melihat maudy membuntutinya dari belakang.Luwis pun segera berdiri dan mengejar maudy.Terlihat senyum bahagia di bibir marta.
Luwis berlari dan menyusul maudy.Dilihatnya maudy masuk kedalam mobil.Luwis gagal meraih tangan maudy.
"Jalankan mobilnya alex"kata maudy
"Tapi tuan memanggil nyonya"alex yang takut dengan bosnya.
"apa kau ingin melihat aku mati disini"maudy yang memberikan ancaman.
__ADS_1
Alex pun menjalankan mobilnya.
Luwis yang berusaha tapi gagal.Luwis ingat bahwa yang membawa mobilnya alex.
Luwis pun berlari dan menuju mobilnya dan mengejar maudy di depannya.Luwis menghubungi alex
"Berhentikan mobilnya"kata luwis diujung sana.
"Baik tuan"kata alex diujung sana.
Mobil pun terhenti tanpa disadari maudy karna maudy yang terhanyut oleh perasaan.
Maudy sangat terkejut melihat luwis di dalam mobil.
"Kenapa kamu ada disini keluar"kata maudy.
"alex jalankan mobilnya dan suruh diegow membawa mobilku untuk pulang"kata luwis
"Baik tuan"alex yang mengangguk tanda mengerti.
"Bisa aku jelaskan sayang apa yang kamu lihat itu tidak seperti yang kamu bayangkan"kata luwis memohon.
"Jika aku yang berada di posisimu apa kamu mau percaya luwis!aku sedang percaya kepadamu tapi aku mohon jangan kamu kekang aku"maudy yang lemas dengan semua yang ada.
"tapi......."
"Aku mohon luwis aku ngak mau dengar apa pun untuk saat ini"
Disetiap sepanjang perjalanan luwis dan maudy hanya diam membisu.
Luwis yang takut kehilangan maudy dan masa depannya ia pernah merasakan satu kali dan ia tidak ingin merasakannya lagi.
Sesampainya di istanah maudy keluar dari mobil begitu saja tanpa melihat luwis.
Luwis sangat sakit mendapatkan perilakuan seperti ini gadis yang ia cintai pergi menjauh darinya.
Luwis tidak perduli lagi apa pun yang terjadi.Luwis menggendong maudy menuju kamar.
"Lepaskan aku luwis!apa yang kamu lakukan"maudy meronta dari gendongan luwis.
"Sayang kamu masih istriku terima tidak terima aku tetap suamimu dan aku punya cara untuk menyelesaikan masalah ini"luwis menaikan satu alis dengan wajah mesumnya.
"Kau menyebalkan luwis"
Kata kata luwis senjata ampuh membuat maudy terdiam.Sebenarnya luwis bahagia ada sedikit cahaya di mata maudy yang membuatnya tenang.
Di bawah sana para pegawai berbisik-bisik mengenai bos mereka.
"apa mereka lagi marahan yaaaa"kata pelayan satu.
"Baru kali ini aku melihat tuan dan nyonya marah.kira-kira kenapa yaaa"kata pelan ke dua.
"Tapi tuan terlihat rupawan dengan seperti itu aku mau dong punya suami seperti tuan"kata pelaya ke tiga.
"Kalian ini memang tak ada henti-hentinya menggosip.cepat bubar dan kembali ketempat kalian masing-masing"kata diegow
Sebenarnya apa yang dibilang mereka itu benar tuan tidak pernah seperti ini.
__ADS_1
.............................................
#APA SALAHKU HINGGA BERTEMU MAFIA#