
Ternyata luwis membawa maudy ke danau dimana tempat ini dulu sering dikunjungi ayah dan ibu luwis sewaktu kecil tapi sayang tempat ini sangat jauh dari perkotaan tempatnya saja masih terpencil makanya itu mobil ngak bisa masuk yang bisa masuk hanyalah sepeda.
Di danau itu ada sepasang angsa dan burung-burung asli penghuni danau ini.
"Danau ini namanya danau ozero yang artinya danau kesetiaan dulu orang tuaku sering kesini mereka percaya cinta mereka akan tetap ada seperti danau ini.kau tau sayang kenapa aku ajak kamu kesini?"mata luwis berkaca-kaca.
"Kenapa"maudy yang duduk disebelah luwis.
"Karna aku ingin cinta kita tetap ada seperti danau ini dan tempat ini jauh dari musuh-musuhku"perkataan luwis terhenti
"Maaf aku sayang tidak bisa membawa kamu ketempat yang indah sewaktu di prancis atau negara lainnya hanya ditempat seperti ini aku bisa membawamu karna tempat ini aman tidak ada yang melukaimu"
"Siapa bilang aku tidak suka tempat ini justru aku bahagia banget.Aku adalah wanita yang paling bahagia sedunia karna punya suami seperti kamu yang memikirkan keselamatanku dan anak kita"wajah bahagia maudy membuat luwis bahagia.
"Terimakasih sayang"luwis memeluk maudy dengan penuh kehangatan.
Maaf kan aku sayang mungkin ini terakhir aku bisa melihat wajah bahagiamu sebelum aku Memberi luka yang terdalam untukmu sayang.
"Coba kamu lihat itu ada angsa"kata maudy
"Kata orang angsa itu lambang kesetiaan semoga cinta kita seperti itu"kata maudy
Luwis hanya tersenyum manis.melihat tingkah laku maudy.
"sayang apa kamu bahagia"
"heem aku bahagia"
__ADS_1
"Sayang ayo kita pulang"kata maudy
"Baiklah"
Luwis dan maudy kembali menaiki sepeda.Wajah yang tampan badan yang kekar dia mau naik sepeda hanya untuk membahagiakan istrinya ckck.
Sebelum sampai ke tempat tujuan luwis dan maudy kehujanan.
"yuuuassttttt"
"yuuuussssttttt"
"yuuuusssssttttt"
"Sayang sepertinya kita tidak bisa pulang"kata luwis sambil berteduh
"Tenang sayang anak kita baik-baik saja dan lebih baik kita menginap dulu disini"
"dimana"
"dibelakang kita ini"luwis sambil menunjukkan jari
Maudy tidak menyadari bahwa luwis mengajak berteduh ditempat penginapan atau hotel tapi jangan berharap hotel bintang 5 soalnya penginapan ini seperti rumah kuno.
"Silakan masuk tuan nyonya"kata pelayan menyabut kedatangan.
"terimakasih"kata maudy
__ADS_1
"silakan tuan nyonya memakai handuk ini untuk mengeringkan badan anda"kata pelayan berbicara ramah dan sopan.
"terimakasih"maudy mengambil dan membalas dengan senyuman.
Sedang kan luwis sibuk mengurusi adminitrasi.
"Mari tuan nyonya saya antar ke kamarnya"kata pelayan sambil berjalan.
Luwis dan maudy mengikuti pelayan dari belakang.
"Tuan nyonya baju ganti anda sudah kami siapkan di dalam dan jangan segan-segan jika tuan menginginkan sesuatu"kata pelayan sambil berpamitan
"Terimakasih pak kang"luwis sambil menundukkan badan.
Maudy yang melihat tingkah laku suaminya merasa heran baru kali ini luwis ramah dan sopan kepada orang lain apa mata aku tidak salah lihat.
"sayang ayow masuk kenapa bengong"kata luwis sambil membuka pintu.
"Sayang kamu kenal dengan orang itu"perkataan maudy penuh tanda tanya.
"bersihkan badanmu dulu nanti baru aku ceritakan sayang"luwis mencoba menenangkan pikiran istrinya.
.......................................................................
#**APA SALAHKU HINGGA BERTEMU MAFIA#
terimakasi buat reader sekalian yang sudah mendukung novel saya terimakasi banyak**.
__ADS_1