
Luwis sangat terpana dengan kecantikan maudy agustina tiada duanya.Akan aku berikan kebahagiaan dimana kamu akan tenggelam di dalamnya.
"Diegow cepat kau laksanakan perintahku sebelum semuanya terlambat"
"baik tuan"
Akan aku kembalikan apa yang menjadi milikmu sayang.
Luwis memberikan lengannya untuk maudy.
Luwis berjalan disebelahnya ada maudy istri tercintanya.Kali ini yang berbeda luwis tanpa diiringi bodyguard yang selalu mengelilinginya.
"Tuhan biarkan aku memberikan kebahagiaan yang lebih untuknya sekali ini saja sebelum aku memberi luka terdalam untuknya"
Didalam mobil maudy terus bertanya mau diajak kemana.kita mau kemana.ditempat mana tapi sayang semua pertanyaan maudy hanya dijawab dengan senyuman.
Ini pertama kali maudy diajak luwis jalan-jalan maklumlah mafia besar disana sini banyak musuh mana mungkin leluasa keluar tapi aku heran kenapa bodyguard yang selalu mendapinginya tidak ada sama sekali sungguh ironi.
Perjalanan kurang lebih 2 jam.
"Ayow turun sayang kita sudah sampai"luwis membukakan pintu untuk maudy.
"Kita dimana sayang ini tempat apa?"maudy yang bertanya-tanya.
"Nanti kamu juga tau sayang"
Luwis mengajak maudy berjalan-jalan di sekeliling jalan ada pohon besar-besar dan banyak daun yang berjatuhan ada juga daun yang berwarna merah.
"Apa kamu capek sayang"senyum merekah luwis.
"heem"
"Tunggu sebentar disini.kamu kenapa sayang"luwis yang melihat keheranan maudy
"udaranya dingin sayang"
"Pakeklah ini"luwis melepas kemeja yang memakaikan kepada maudy.
"terimakasih sayang"
Luwis pun pergi meninggalkan maudy sendiri.
"Kenapa lama kamu dimana luwis"
"Apa kamu menunggu lama?"
__ADS_1
Mata maudy terbelalak melihat luwis membawa sepeda apa benar ini antony lokwis seorang penguasa terkenal dan seorang mafia besar menaiki sepeda.
"Ayow naik katamu capek sayang"luwis yang memecah lamunan maudy.
"iya"maudy pun duduk dibelakang
Daun-daun jatuh berguguran mengenai tubuh mereka maudy sangat bahagia ternyata suaminya bisa romantis juga ckck.
Tiba-tiba saja maudy bersenandung lagu yang luwis pun tidak tau.
Saat ku merindukan dirimû
Jiwa meronta kau ku dambâ
Ooh gerhanalah selurûh
Pancaindrâ
Ku hilang dalam memori cintâ
Membakar seluruh jiwa raga
Hanya kau untukku
Kau tiada duâ
Bagai malam tiada cahaya purnamâ
Tanpamu tiada arti hidup berduâ
Keakhir masa kau ku cintâ
Bagaikan surga tanpa bidadarî
Kau ibarat hembusan nafas terakhiř
Pulanglah sayang usah kau berpalîng
Disini ku pasrah menantî
Di kau bak salju ditiup bayû
Kan rebah di pangkuañ bumi
Ku yakini kasih restu illahî
__ADS_1
Reff: Bagaikan siang tiada mentarî
Bagai malam tiada cahaya purnamâ
Tanpamu tiada arti hidup berduâ
Ke akhir masa kau ku cintâ
Bagaikan surga tanpa bidadarî
Kau ibarat hembusan nafas terakhiř
Pulanglah sayang usah kau berpalîng
Disini ku pasrah menantî
Ku doa kau hadîr
Permaisuri mahligaikû
Hidup mati cintâ kita
Bersamâ
Di sepanjang jalan maudy bersenandung entah kenapa maudy teringat film korea yang dulu pernah ia lihat di TV.
Sungguh pemandangan yang indah mungkin karena musim gugur ckck.
Maudy berpegangan erat di pinggang luwis seakan tidak mau melepaskan maudy mencium aroma tubuh luwis membuat hati maudy tenang.
"Sayang kita sudah sampai"luwis berhenti di pinggir danau
"Wahh indah sekali sayang"maudy turun dari sepeda.
"kamu capek sayang"
"tidak memang sudah sewajarnya bukan aku menjaga kamu sayang"
Merah merona pipi maudy mendengar perkataan luwis yang bisa romantis.
.....................................................................
__ADS_1
#APA SALAHKU HINGGA BERTEMU MAFIA****#