Apa Salahku Hingga Bertemu Mafia

Apa Salahku Hingga Bertemu Mafia
91-92 makan es crim


__ADS_3

Maudy tau suaminya cemburu atas kejadian tadi makanya maudy ingin melumerkan suasana yang ia tidak sukai.


Maudy yang mengarahkan jalan tepatnya di pinggiran ibu kota dekat taman kota di sana ada kedai es crim yang maudy sukai.


"Sayang kita sudah sampai ayow turun"kata maudy


Luwis hanya mengikuti maudy kemana ia pergi.


"Ini tempatnya sayang"maudy menarik tangan suaminya dan masuk ke dalam.


"Selamat datang"salam ramah dari pegawai kedai.


"Saya pesan es crim istimewa yang ada disini dua saya tunggu disana"


"Baik kak silakan duduk"kata pelayan.


Maudy mengambil meja dekat jendela ada pemandangan taman yang indah disana.


"Tempat apa ini sayang"kata luwis


"Akhirnya ia bicara juga"kata hati maudy.


"Ini kedai es crim dan namanya kedai es crim dulu.tempat ini tidak ada yang berubah masih sama seperti dulu.Saat ulang tahunku yang ke 10 tahun orang tuaku lupa ngasih kado sekilas aku minta es crim ayahku pun kebingungan mana ada tempat seperti ini ada es crim paling tidak di mol atau supermarket tapi aku menolaknya aku bilang aku tidak mau es crim seperti itu aku mau es crim teropong yang banyak coklat di atasnya.lantas saja ayah dan ibu panik dan bingung pada saat itulah aku mendapatkan tulisan es crim dulu sejak saat itu tempat ini faforit aku meski letaknya jauh tapi es crim disini enak di buat sendiri ckckck"


Luwis mendengarkan banyak cerita dari mulut maudy.


Tidak lama pesanan es crim mereka pun datang es crim kerucut dengan coklat di atasnya dan penuh di dalamnya.


"Silakan di nikmati kak"kata pelayan.


"terimakasih"


Saat maudy ingin menyendok.


"Gadis kecilku"Suara laki-laki kisaran berumur 40 tahun.


"Ternyata kamu.memang kamu sudah lama kamu tidak kesini paman sangat rinduuuu"


"Paman yanto"maudy berdiri dan memeluk


"Heem"luwis berdeheem

__ADS_1


"eehhhh.paman kenalin ini suami aku"maudy melepas pelukannya dan memperkenalkan luwis suaminya.


"Jangan cemburu yaaa tuan ini sudah saya anggap sebagai anak sendiri karna wajahnya mirip dengan rangrang anak paman"kata paman yanto.


"Peluk saja putrimu jangan peluk istriku"wajah luwis menyeramkan.


"Putriku sudah meninggal karna sakit kangker makanya kedai ini aku dirikan untuk mengingat putriku hiks hiks hiks"paman pun menghapus air matanya.


"hehehe paman maafkan suamiku yaaa!dia tidak tau"cicit maudy.


"Iya ngak papa gadis kecilku paman balik dulu yaaa"paman yanto sambil berlalu.


"Keterlaluan kamu sayang jangan cemburu donk diakan sudah tua masih saja cemburu kasihan anaknya sudah lama meninggal saat umur 10 tahun terkena kangker otak"


Setelah bicara seperti itu maudy melanjutkan makan es crim dengan melihat wajah suaminya yang datar.


"Iya aku mengerti tapi tetap saja aku tidak suka istri aku berpelukan dengan laki-laki lain dia hanya milikku dan siapa pun tidak berhak menyentuhnya bahkan kakek-kakek sekali pun"cicit luwis


"Dasar laki-laki egois maunya menangan sendiri padahal dia di luar sana banyak wanita yang melihatnya bahkan memeluknya tidak adil"kata hati maudy.


"Kamu tidak setuju"kata nanar luwis.


Luwis melirik tajam ke arah maudy dan maudy hanya bisa menelan air liurnya.


"Aku salah lagi lebih baik aku makan saja"kata hati maudy.


30 menit pun berlalu luwis dan maudy selesai makan es crim dan mereka pun pergi.


Di dalam mobil luwis masih kesal dengan istrinya.


"Diegow carilah hotel sekitar sini aku sangat lelah"kata luwis.


"Baik tuan"


cari hotel pada hal bentar lagi juga sampai di hotel bintang 5 kenapa harus cari hotel lagi.


"Tuan di depan ada hotel"


"Pergi saja kesana dan kamu bisa pulang dulu periksa keadaan rumah.kamu bisa naik taksi"kata luwis


"Baik tuan"

__ADS_1


Semakin aneh saja luwis di mata maudy mau bertanya tapi takut suaminya marah karna kalau memang benar luwis lelah dia harus menuruti apa kata luwis kasihankan suaminya kelelahan nanti sakit.


Setelah beberapa menit berlalu kamar pun juga sudah di dapat dan diegow pun pergi.


Hotel yang di pesan kali ini hanya untuk sebentar tempatnya lumayan meskipun tidak semewah bintang lima jauh berbeda tapi sudah lumayan nyaman.


Luwis dan maudy pun pergi ke kamar hotel 111 itu nomor kamarnya.


"ceklik"


Waahhhh ada sederhana sekali kamar ini cuman ada tempat tidur ukuran besar meja sedang,almari dan kamar mandi yang lumayan luwas dan jendela kaca yang besar.


"Cup"


"Aku ingin memberimu hukuman sayang aku sudah tidak tahan menunggu di rumah akhirnya aku pesan hotel ini.sejak tadi kamu membuat bulu kudukku meremang dan kejantananku menegang itu karena kamu sayang"kata luwis yang mulai mendekat ke arah istrinya.


Maudy hanya pasrah saja dengan suaminya yang lagi seperti ini.Maudy tidak bisa menolak atau pun melarang karna luwis bisa semakin marah.


"Iya aku tau sayang maafkan aku"


"sssstttt"jemari telunjuk di letakkan di bibir maudy.


"Pelan-pelan yaaa sayang jangan lukai bayi kita"


"iya"


Hampir saja luwis ingin bertindak kasar karna di ingatkan oleh istrinya kalau maudy hamil 4 minggu jadi luwis harus berhati-hati ckckckc.


............................................................................


#**APA SALAHKU HINGGA BERTEMU MAFIA#


terimakasih banyak buat para reader yang terhormat.


Terimakasih juga untuk like,comen,bintang dan votenya.


Saya meminta maaf jika banyak tipu-tipu sana-sini itu semata hanya pemanis saja.


Jika ada kesamaan tokoh,nama karakter itu semata hanya kekhilafan saja dan cerita ini hanya fiksi belaka bukan kisah sebenarnya.


matur nuhun**

__ADS_1


__ADS_2