
pagi hari waktu prancis
Maudy pagi-pagu sudah bangun ia bersiap-siap akan ke rusia dan sudah siap pula sarapan pagi maklum bi maria datang selalu siang.
"pagi nona maudy ada yang bisa saya bantu"kata siska
"tidak ada semua sudah beres.abid dan aqila juga sama papa mereka.luwis sangat bersemangat bersama abid dan aqila"
"Bagaimana apa keputusan kalian"
Siska yang berada di sebelah maudy sedangkan nindy berada disebelah kanan siska mereka takut jika maudy akan kecewa.
"maafkan kami nona sebelumnya jika jawaban kami tidak sesuai dengan harapan nona maudy"siska yang terbata-bata.
"Apa kalian pikir aku akan marah tentu tidak justru aku akan senang apa pun pilihan kalian berdua"senyum manis yang mengembang di bibir maudy.
Senyum maudy menyejukkan hati siska dan nindy mereka pun bertekad akan jujur kepada maudy.
"kami akan tinggal di sini nona"kata siska
"saya juga nona maudy saya akan tinggal disini"kata nindy tersipu malu.
"iya nindy akan tinggal disini dan juga siska"salden yang datang tiba-tiba menyela pembicaraan.
"Apa maksudmu kak salden"maudy yang merasa aneh
__ADS_1
"nanti kamu juga akan tau"salden yang merasa canggung
Maudy melihat ke arah nindy dilihatnya wajah nindy yang tertunduk malu sedangkan siska yang mengalihkan perhatian.
"Ditunggu undangannya sayang kita pasti akan datang"luwis yang tiba-tiba datang dengan menggendong abid sebelah kiri dan aqila sebelah kanan.
"kak salden kenapa kau tak beritahu aku langsung jika kau menikah tentu kami akan datang"maudy yang berlari ke arah luwis dan mengambil aqila dari gendongan luwis.
"Oiya siska nindy tolong ajak abid dan aqila jalan-jalan dulu yaa?"
"baik nona"
Setelah mereka keluar mengajak bayi kembarnya jalan-jalan maudy mengajak luwis dan salden untuk sarapan.setelah itu barulah siska dan nindy.
Waktu berjalan begitu cepat sampai tak terasa waktu berpisah telah tiba.
Luwis sebenarnya tau perasaan istri yang ia cintai tapi ia berusaha tenang tidak ingin mengacaukan semuanya.yang lebih penting setelah tiba dirusia.
"jaga kesehatan kak salden aku pasti sangat merindukan"
Salden dan maudy sama-sama berpelukan sangat lama.
karna terlalu berat salden tak mampu untuk berkata-kata.
"nindy jaga kak salden baik-baik ya bilang sama aku kalau dia masih tidur larut malam aku pasti akan memarahinya"
__ADS_1
maudy dan nindy berpelukan disertai siska juga berpelukan meskipun hanya sebentar tapi mereka merasakan ketulusan kebaikan dari maudy agustina meskipun dia sendiri dalam kesusahan.
Bi maria juga tidak bisa membendung kesedihannya ia merasa kehilangan yang sangat besar.karna maudy sudah dianggap sebagai putrinya sendiri.
"bibik jaga kesehatan bibik hiks hiks hiks"
mereka pun saling berpelukan sangat erat.
Helikopter luwis sudah datang.maudy tau betul bahwa suaminya tidak suka menunggu terlalu lama.Dilambaikannya tangan maudy diiringi tangis mereka semua.Didalam sudah ada luwis dan dua babysitter baru yang didatangkan luwis sendiri untuk bayi kembarnya.
Di dalam helikopter juga ada diegow.Diegow sedikit terpanah dengan paras maudy yang sudah lama tidak ia lihat.
"emhemm"suara luwis
Diegow tersadar dengan heem man sang bos.
Tidak lama helikopter berangkat menuju bandara internasional untuk naik pesawat pribadi luwis.
...................................................................
**nantikan episode2 terakhir dari APA SALAHKU HINGGA BERTEMU MAFIA disini akan muncul konflik2 baru dan permasalahan baru 100 episode terakhir
Saya ucapkan banyak terimakasi atas dukungan motifasi saya ucapkan terimakasi dan maaf belum bisa balas comen dari reader sekalian.
Jika ada kesamaan nama,tempat,cerita dan tokoh itu hanya kesalahan semata.
__ADS_1
atur nuhun buat kalian semua**.