Apa Salahku Hingga Bertemu Mafia

Apa Salahku Hingga Bertemu Mafia
54.jangan bersuara


__ADS_3

"nyonya bayi anda sangat sehat"kata siska


"jangan panggil aku nyonya panggil saja maudy"senyum yang merekah dibibir maudy.


"kami tidak bisa nyonya nanti tuan marah"kata siska sambil menunduk


"Kalau tuan kalian marah biar aku yang menjawab"maudy yang berusaha menyakinkan.


"bagaimana jika kami memanggil nona"sela sindy berharap usulannya diterima


"baiklah"senyum yang merekah di bibir maudy.


"apa kalian mau bantu saya"suara maudy bergetar


"bantu apa nona"mereka berdua jawab secara bersamaan


"keluar dari tempat ini.saya mohon"maudy sambil memegang tangan siska yang lebih dekat


"tapi nona kami takut dengan ancaman bos kami"siska yang menunduk karna takut nona marah


"tolong bantu saya siska,sindy apa pun akan saya berikan"maudy yang membujuk mereka


"ceklek"pintu terbuka


"ambil bayi itu waktunya sudah habis"hendra yang berbicara di ambang pintu


"bawalah"dengan nada yang berat hati


"kau sudah membaik"sambil melangkahkan kaki


"iya aku sudah baik"maudy yang berusaha menjauh


"aku tak akan menyakitimu"hendra yang menghentikan langkahnya


"dokter itu!ingin memeriksa keadaanmu tapi ingat jangan macam-macam jika tak ingin dokter itu aku habisi di depanmu"hendra dengan suara kejamnya


"kenapa kau selalu membunuh orang yang tak bersalah"tatapan kosong maudy.


Tangan hendra memegang pipi maudy dengan kasar"kau tau apa tentang diriku"rahang hendra yang mengeras dan tangan yang mengepal.

__ADS_1


"kau tak berhak menasehatiku"dilepasnya tangan hendra dari wajah maudy dengan kasar.


"permisi tuan"bodyguard


"bawa masuk"hendra yang masih kesal


"terima kasih tuan"kata dokter itu dengan sopan dan lembut


Saat dokter itu memeriksa maudy ia melihat ada kesempatan lalu hp itu diberikan pada maudy.Maudy pun menyembunyikan di bawah bantal.


"tuan wanita anda sudah membaik saya akan memberinya obat penambah darah"kata dokter


"jika sudah selesai keluarlah.mari saya antar"kata hendra sambil jalan keluar


"baik tuan"sambil melirik gadis itu


Setelah mereka keluar maudy mengenali ponsel siapa ini.ini adalah ponsel luwis.


"dddrrrttt"bergetar


"halo bella apa kau sehat"suara luwis yang cemas


"syukurlah sayang aku akan segera membawa kamu dan juga bayi kita pulang"luwis yang merasa gembira


"sayang aku harus mematikan telfon ini jaga dirimu baik-baik"luwis yang berbicara di ujung telfon


"baik"


"tut tut tut"


Maudy pun menyimpan ponsel itu di bawah bantal lagi takut-takut hendra datang.Di saat maudy hendak berbaring tiba-tiba.


"kau ngapain sayang"hendra yang memeluk pinggang maudy.


Maudy yang tidak menyadari hendra masuk.


"lepaskan tanganmu"maudy yang meronta


"baiklah akan aku lepaskan tapi kamu diam"hendra pun pelan-pelan melepas pelukannya

__ADS_1


"aku akan pergi sebentar ke rusia tiba-tiba ada rapat mendadak.aku benci situasa seperti ini.aku akan membawamu tapi itu sangat beresiko.baik-baiklah kamu disini jika situasi aman aku pasti akan membawamu pulang dan kita akan menikah"senyum manis mengembang di bibir hendra


"aku sudah menikah"suara lirih maudy


"aku tak perduli kau milik siapa yang jelas kau adalah milikku"tatapan tajam hendra


Hendra pun meninggalkan maudy tanpa kata-kata lagi.Maudy pun mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada luwis.


Senyum bahagia terpancar di wajah maudy.Kalau dia pergi jadi aku bisa lolos dari tempat neraka ini.Tidak sia-sia aku melukai lenganku sendiri.


.............................................................................


Di sisi lain sudah ada rencana yang tersusun rapi yang tidak di ketahui oleh siapa pun.


Luwis yang mendapat pesan dari maudy merasa bahagia harapannya berkumpul dengan istri dan anaknya tercapai.


"sayang kita akan pulang"lirih luwis


Luwis pun menyampaikan kabar bahagia ini kepada salden.Salden pun bahagia.


"kita harus bertindak cepat besok malam kita ambil bella dan bayi kembarnya"kata salden


"kenapa menunggu malam"luwis yang penasaran


"aku tadi mengecek daftar penerbangan ternyata dia terbang sore jadi malamnya kita baru bisa bertindak"kata salden


"Dan kamu tenang saja anak buahku juga akan membantu"kata salden


"salden kau tak usah melibatkan anak buahmu biar aku telfon"luwis yang belum selesai berbicara sudah di potong


"hay bella itu segalanya bagiku aku tak ingin ia terluka.bella sudah aku anggap sebagai adikku"sambil menepuk bahu luwis


"baiklah aku setuju tapi bella sudah ingat semuanya"kata luwis


"aku bahagia mendengarnya.ayow kita istirahat biar besok kita bangun pagi-pagi"ajakan salden kepada luwis sambil menuntun luwis untuk jalan.


Di dalam kamar masing-masing belum ada yang bisa tidur mereka sibuk dengan pemikiran-pemikiran mereka sendiri.


Bahkan yang jauh diseberang sana maudy sudah terlelap di alam mimpi.yang memimpikan keluarga kecilnya kembali utuh seperti dulu lagi.

__ADS_1


#APA SALAHKU HINGGA BERTEMU MAFIA#


__ADS_2