
Setelah babysitter keluar maudy pun mengikuti dari belakang dia pun juga ingin keluar.
"Maaf nyonya anda tidak di izinkan untuk keluar kamar nyonya"di depan pintu berdiri bodyguard bertubuh tinggi besar dan kekar.
Maudy hanya berfikir bagaimana aku bisa keluar dari sini.
"Silakan nyonya masuk kembali"bodyguard itu menutup kembali pintu dan menguncinya dari luar.
Maudy berfikir keras bagaimana dia bisa keluar dari sini.ia tak mau masa lalu terulang kembali.Maudy berdiri di depan cermin melihat pipinya yang masih memar dan bibirnya yang sobek karena tamparan hendra."aku harus keluar dari sini dan membawa abid dan aqila pulang bertemu papa mereka"maudy berbicara pada dirinya sendiri
Dari tadi maudy hanya mondar-mandir sampai akhirnya dia kelelahan dan merebahkan diri di atas sofa dengan mata yang masih bengkak akibat menangis terus.
"Buka pintu"suara dari luar
"Baik tuan"sambil membukakan pintu.
Setelah hendra masuk pintu di tutup kembali.ia melihat maudy tertidur di atas sofa"Apa ranjangku kurang nyaman sehingga kau tidur disini"tangan hendra sambil menggendong maudy.
Hendra pun meletakkan maudy dengan sangat pelan dan hati-hati.
"Tidurlah sayang"hendra meletakkan gaun di atas sofa dan secarik kertas.
Hendra pun keluar dari kamar.terbukalah mata maudy sebenarnya maudy sudah terbangun saat dia mendengar pintu di buka.tapi ia berpura-pura tidur karna tak ingin bertatap muka dengan laki-laki gila itu.
Maudy pun bangun dan melihat ada gaun merah lengkap dengan wedges tinggi dan disana ada tulisan jam 8 tepat aku menjemputmu.
Kali ini maudy benar-benar takut apa yang harus dia perbuat.Maudy mencari sesuatu di meja rias siapa tau dia menemukan sesuatu!ada kertas bolpen.melihat benda itu ada rencana di benak maudy.Ia pun melihat jam.masih ada satu jam lagi aku harus bersiap-siap.Maudy pun menyembunyikan barang-barang tadi jangan sampai ada yang tau.
Maudy pun bergegas mandi dan mempersiapkan diri.kali ini maudy mengenakan gaun panjang dengan lengan pendek dan dengan belahan dada yang sedikit.Maudy menulis sesuatu yang ia simpan di bajunya"jangan sampai ketahuan laki-laki gila itu"pikiran maudy teringat bagaimana kejamnya hendra fi saat dia menghabisi wanita itu.
__ADS_1
flashback on
Saat maudy melarikan diri tengah malam ia mendengar jeritan wanita minta tolong di sudut ruangan yang tidak ada penjaganya keadaan sepi.Maudy membuka sedikit pintu alangkah terkejutnya dia melihat hendra fi sedang berhubungan badan tapi hendra menyiksa wanita itu.dia gunakan pisau untuk melukai tangan,kaki dan wajah wanita itu."uuusssssttttt kamu harus diam sayang"tangan hendra menancapkan pisau pas di jantung wanita itu.
"aahhhh"suara maudy yang keluar dari mulutnya meskipun tidak keras tapi membuat terkejut hendra.
"Sialan siapa yang mengganggu"hendra yang berjalan mendekati pintu.
Maudy pun yang menyadari langsung pergi.
flashback off
Maudy tersadar saat mendengar pintu di buka.
"kau sangat cantik"hendra mendekat.
"Kali ini tak akan aku biarkan kamu kabur lagi.mari kita makan malam"hendra dengan senyum liciknya.
"makan malam di mana?bisa kita makan diluar"suara maudy yang memohon
"Kau ingin kabur"hendra yang mendekat
"Tentu saja tidak!bukankah bayi kembarku menjadi tawananmu"maudy yang berusaha menyakinkan
"Kau benar!"sejenak hendra berfikir
"baiklah mari kita makan di luar.cup.....ini hadiah untuk aku hahaha"hendra yang berhasil mencium maudy.
Maudy berusaha tenang ia tak ingin rencananya gagal.Hendra dan maudy pergilah kesalah satu restauran terkenal di prancis.Setibanya di sana maudy melihat di meja makan ada garpu dan pisau.
__ADS_1
"Kau mau makan apa sayang"hendra yang bertanya.
Maudy yang tak tau mau pesan apa!pikirannya lagi ada di mana.
"aku sama denganmu"maudy memberikan jawaban sambil mencuri kesempatan.
Hendra lagi sibuk berbicara dengan pramusaji.
"hanya itu saja tuan"kata pramusaji
"iya hanya itu saja.tapi cepat"suara hendra yang dingin
Maudy yang hanya diam saja.
"apa kamu sakit"hendra yang merasa hawatir
"tidak.aku sedang memikirkan bayi kembarku apa mereka baik-baik saja?"maudy yang memalingkan pandangannya
"para babysitter itu sangat sangat proposional jadi kamu tak perlu hawatir"hendra yang memegang tangan maudy.
Maudy berusaha tidak membuat hendra marah kalau marah bisa gagal.
Tak selang beberapa lama pramusaji datang dengan membawa pesanan.Di atas meja sudah tersedia banyak makanan.
Maudy pun lansung memakannya begitu juga dengan hendra tak ada pembicaraan yang lain kecuali suara garpu dan sendok.
"Kenapa hanya makan sedikit"hendra yang melihat maudy berhenti makan.
#APA SALAHKU HINGGA BERTEMU MAFIA#
__ADS_1