
kakek tersebut menjawab " niat aku datang ke kota lu karena ingin menjual kayu bakar ini , jikatuan muda ingin membelinya silahkan ".
selanjutnya chulun melemparkan 10 koin emas kepada kakek tersebut " apakah ini cukup unyuk membayar kayu bakarmu ".
saat menerima 10 koin emas tubuh kakek tersebut gemetar karena seumur hidupnya ia tak pernah memegang atau memiliki koin emas , paling bantar dalam menjual kayu bakar ia hanya memegang uang paling banyak 50 tael perak.
" tuan muda , apa tidak terlalu mahal membeli kayu bakarku dengan 10 koin emas ".
chulun " anggap saja ini adalah keberuntungan kakek , jadi kakek bersedia menjual kayu bakar ini ".
" ambillah kayu bakar ini ".
kemudian chulun pergi dari tempat tersebut dengan membawa kayu bakar yang ia beli ke sebuah pojokkan tempat , chulun mulai membuat api unggun dari kayu bakar dan menyiapkan beberapa daging potong hasil buruannya yang selama ini ia simpan di cincin ruang miliknya.
sambil memandangi bintang malam , chulun bersantai menikmati cerahnya malam bersama bintang - bintang di langit di sertai dengan dahing bakar tingkat tiga.
__ADS_1
selang beberapa lama muncullah dua wanita cantik yang bernama shihuang dan shiwang dengan memakai gaun putih bercorak teratai salju ,
bibi...!! " apa yang harus kita lakukan sekarang karena hari sudah malam kita tak bisa memasuki kota sekarang " ucap shihuang kepada bibinya yang bernama shiwang.
" sebaiknya kita cari tempat untuk beristirahat " ucap shiwang.
mereka berdua menoleh kanan dan kiri mencari tempat untuk mereka istirahat , sesaat kemudian mereka berdua menemukan tempat yang di cari yaitu tempat yang di tempati seorang anak muda dengan api unggun di depannya.
mereka berdua saling menoleh dan mengangguk " ayu kita kesana ".
chulun dengan acuh menjawab " silahkan , tempat ini bukanlah milikku , carilah tempat yang kau sukai ".
shihuang merasa geram mendengar jawaban seperti itu kemudian ia di genggam oleh tangan bibinya shiwang " redakan amarahmu ".
chulun bukannya tak melihat tingkah kedua gadis tersebut hanya saja ia sedang malas menanggapi masalah hal sekecil ini.
__ADS_1
chulun memakan daging bakar yang barusan di ambil dari pembakaran api unggun tanpa menawarkan kedua wanita di samping tak jauh dari tempat duduknya.
chulun " hmmmmm... !!!! enaknyaaaa ".
kedua wanita tersebut merasa kaku dan perutnya mulai berbunyi " kriuk ,,,, kriuk , sampai terdengar oleh telinga chulun , didalam pikirannya chulun tertawa riang menertawakan kedua wanita tersebut pasalnya mereka berdua datang dengan anggun , ujung - ujungnya mengemis meminta makanan.
chulun " makanlah daging bakar itu , kasian perutmu selalu memanggil - mangil meminta untuk di masukkan makanan ".
mereka berdua gelagapan bahwa chulun mengetahui maksud dari mereka yaitu matanya selalu memperhatikan daging bakar.
" benarkah tuan , anda memberikan daging bakar itu untuk kami berdua " ucap shiwang tersebut.
chulun hanya menganggukkan kepalanya sambil menyantap daging bakar miliknya , mereka berdua tanpa sungkan lagi mengambil daging bakar tersebut saat di makan baru sekali gigitan di dalam perut mereka merasakan lonjakan energi Qi yang mengalir ke seluruh pori - pori tubuh.
aliran eneri Qi tersebut terus menerus melonjak seperti seseorang yang akan melakukan terobosan ranah , dengan duduk secara bersila mereka berdua mencoba menstabilkan energi tersebut , tak lama kemudian terdengan suara ledakan di dalam tubuh mereka berdua.
__ADS_1