
aku takkan kalah darimu , akan ku buktikan siapa yang lebih hebat , tiga orang yang kalah atau satu orang yang menang. ayo!!! kerahkan keliatan kalian jangan kalah sama anak kecil.
Bang ,,,,,,,,
,,,,,,, Bang ,,,,,,, bang ,,,,,,,
aarrghh ,,,,, arghh
uwaaaahhhh ,,,,,,,,,
" bagaimana bisa?!.
" tidak mungkin " aku takkan kalah.
" aaaaaa ,,,, ku tidak mau mati ".
mereka bertiga berusaha sekuat mungkin menahan serangan energi Qi pedang kekosongan chulun , saking tak kuatnya menahan energi Qi pedang tersebut mengakibatkan tubuh mereka terbelah menjadi beberapa bagian dan mereka bertiga mati seketika.
[tring........ " selamat " membunuh ranah bumi , poin 900.
chulun " maju kalian semua , jika ingin mati " aku tidak takut dengan kekuatan kalian semua.
chulun berkata dengan gaya sombong , bagaikan seorang pendekar yang mencoba menantang mereka semua sekaligus. akibat chulun
__ADS_1
menantang mereka , membuat amarah serta emosi para ketua beserta orang bawaannya , amarah mereka meluap - luap tak bisa di tahan lagi.
ketua ke 9 memberi perintah " siapa saja yang bisa membunuh anak itu akan di berikan hadiah yang sangat besar " tak peduli kalian dari golongan miskin atau kaya.
semangat mereka langsung membara ketika ketua 9 menjanjikan sebuah hadiah , mereka berlomba - lomba ingin membunuh chulun.
tanpa perintah anggota keluarga tong yang berjumlah berjumlah 25 , langsung melancarkan serangan secara bersama.
chulun " bagus , aku suka yang begini menyerang bersama " aku tak perlu repot membunuh satu - persatu.
chekoy sebagai anggota che dan bukan anggota keluarga tong , dia tetap pada pendiriannya , memohon kepada ayahnya untuk tak ikut - ikutan menyerang , walau patriarknya sudah mati di tangan chulun.
chekoy dalam hatinya mempunyai firasat yang buruk jika mengikuti mereka , seandainya dia ikut menyerang , sudah pasti akan mati.
sebaliknya dengan ketua kelima chemen , saat mendengar putranya berbicara penuh keyakinannya , dia mulai meragukan dirinya sendiri dan mengingat kejadian sebelumnya , ketika mengucapkan kata - kata kebencian , jika perkataanya di ulang kembali , sungguh bodoh.
niat pedang " rasi bintang ilahi " taurus.
" amukan banteng emas ".
chulun berdiri secara tegap dengan kedua tangan menggenggam sebilah pedang kekosongan , pedang tersebut di acungkan ke atas kepala , esensi energi Qi mulai di aliri ke dalam pedang kekosongan , muncul siluet energi Qi padat berbentuk hewan banteng bertanduk emas setinggi 5 m kemudian ia melepaskannya.
,,,,,,, Ssswwhuuuuuuwwwhhh ,,,,,,,,
__ADS_1
energi Qi pedang yang telah di padatkan telah terbentuk , langsung melesat ke kerumunan orang.ketika mereka melihat jelas lawannya mengeluarkan energi Qi dari niat pedang membuat mereka yang menyerang chulun sangat ketakutan , mata mereka langsung melotot dan mulutnya menganga.
energi Qi padat hewan banteng emas setinggi 5m melesat kearah mereka yang berjumlah 25 orang , mata mereka langsung terbelalak tak mempercayai apa yang di lihatnya " apakah ini sebuah mimpi " kenapa begitu nyata.
" apa? " niat pedang.
" bagaimana bisa " siapa anak itu sebenarnya?.
" ketua , aku tidak mau mati ".
" tidak mungkin! " anak itu pasti turunan iblis.
" ketua ke 9 tolong aku " basi kultivasi anak itu sudah berada di atas langit dan kita tidak mungkin bisa mengalahkannya.
ketua 9 " kerahkan seluruh kekuatan di miliki kalian , bertahanlah dari serangan niat pedanhnya " aku tak percaya anak itu mampu mengalahkan kita semua.
" ketua " aku tak sudi mati.
" ketua " aku tak ingin mati ".
" ketua , aku mau pulang dulu " istriku sedang sakit parah.
niat mereka sebagiannya di urungkan , melihat kekuatan dari lawan mereka tak ingin melanjutkan pertarungannya lagi , ketika melihat energi Qi yang di keluarkan oleh chulun sangatlah besar , mereka tidak mungkin bisa menang melawan chulun , yang ada hanyalah kematian buat mereka.
__ADS_1
niat pedang yang dikeluarkan oleh chulun membuat mereka semua ketakutan , firasat mengatakan , bahaya begitu dekat dan nyata dan
percuma saja melarikan di saat bertarung , bertahan atau tidak sama saja , pasti akan terkena dampak energi Qi dari niat pedang.