Artifact Soul The System

Artifact Soul The System
merasa kehilangan


__ADS_3

ketua chemenkuy menjawabnya " ketua kesembilan , aku punya alasan kenapa aku tidak bisa tenang karena aku melihatnya sendiri bagaimana kejamnya tuan muda chu saat membantai 50 orang kultivator sendirian ".


antara percaya atau tidak percaya ketua ke sembilan chexia mulai tertegun mendengar perkataan ketua ketiga chemenkuy.


putranya chemenkuy yaitu chekoy mengiyakan perkataan ayahnya dan juga di barengi dengan tiga anggota yang lain membuat ketua kesembilan makin sayup tubuhnya keluar keringat dingin.


" jadi , apa yang harus kita lakukan di sini " ucap ketua ketujuh.


" tidak ada ".


" jika kita berdiem diri saja di sini kemungkinan kita semua akan mati oleh tuan muda chu " ucap ketua ketujuh che deng.


" ketua ketujuh jangan berlebihan , kau membuatku semakin panik " ucap ketua ketiga chemenkuy.


ketua ke sembilan chexia berusaha menenangkan mereka semua , kemudian ia berucap " sebaiknya kita duduk dengan tenang dan tunggu tuan muda chu kembali ".


" semoga saja amarahnya reda ".


ketua ketiga chemenkuy kembali duduk walaupun masih ada kegelisahan dalam dirinya , apa yang harus dia katakan jika tuan muda chu kembali.

__ADS_1


tak lama kemudian chulun sudah mencapai gerbang kota lu dan melihat kedua penjaga gerbang yang ia temui pertama kali , chulun langsung menanyakan kuda putihnya yang di titipkan oleh kedua penjaga gerbang tersebut.


chulun " dimana kudaku , aku ingin melihatnya " sambil mengebrak meja dan di tonton oleh semua orang yang ingin masuk ke dalam kota lu.


penjaga kota berucap dengan nada marah " siapa kau , berani macam - macam di kota lu ".


chulun " haha... !!! apa kau sudah lupa , baru dua hari ku tinggalkan kudaku disini , cepat dimana kalian simpan kudaku ".


sebenarnya kedua prajurit tersebut sudah paham apa yang di maksud dengan chulun karena gengsinya sebagai penjaga gerbang merasa sudah di rendahkan oleh anak kecil yang lemah , mereka berdua semakin arogansi ingin menunjukkan kehebatan seorang prajurit kota kepada semua orang yang akan masuk ke dalam kota.


tiba - tiba celetuk suara terdengar dari sekelompok orang yang akan memasuki kota lu yang berjumlah lima orang kultivator , mereka sangat kesal dengan antrian yang panjang membuat mereka berinisiatif semoga prajurit gerbang kota lu memberi kelonggaran kepada mereka berlima.


chulun hanya menoleh sebentar dan kembali menghiraukan pemuda tersebut , kemudian ia menekan perkataan kembali kepada kedua prajurit gerbang kota lu.


pemuda tersebut dengan amarah yang tinggi berucap " berengsek , kau mengabaikan kata - kataku ".


" sampah tak berguna mati saja kau ".


hiiiiiiaaaatttt ,,,,,,,,,,,,

__ADS_1


" ini akibat kau merendahkanku ".


" mati ".


lesatan pukulan tinju di layangkan oleh pemuda tersebut dengan kekuatan basis kultivasinya akan membuat lawannya langsung jatuh tersungkur , sesaat kemudian chulun mengepalkan tangannya dan membenturkan pukulan lawan dengan pukulan tinju dirinya.


,,,,,,,, Bang


" tidak mungkin ".


krak ,,,,,,,,


kretek ,,,,,,, kretek


uuaarrrghhhh ,,,,,,,,


terdengar suara tulang tangan yang remuk dan pemuda tersebut tubuhnya terpental jatuh , perlahan - lahan ia mati begitu saja akibat seluruh organ dalam tubunya hancur lebur.


" ****** , kau telah membunuh muridku , hari ini kau harus mati demi keadilan yang menimpa muridku " ucap guru pemuda tersebut.

__ADS_1


chulun " tua bangka , jangan ikut campur dalam urusanku , jika kau ingin mati seperti muridmu aku akan bersedia mengabulkan segala keinginanmu untuk mati ".


__ADS_2