
" terima pukulanku tua bangka " ucap pemuda tersebut sambil melayangkan sebuah pukulan ke arah kepala desa.
hiiiiaattt ,,,,,,,,
kepala desa dengan sigap melawan pemuda tersebut , pukulan demi pukulan mengarah ke tubuh kepala desa
tap ,,,,,,,,
tap ,,,, tap ,,,,
kepala desa menangkis setiap serangan pemuda tersebut , sesekali kepala desa membalas dengan segala tinjuan yang ia pelajari.
3 menit kemudian.
" apa kau perlu bantuan saudaraku " ucap temannya sedikit mengolok - olok.
" tak perlu , aku bisa sendiri " ucap pemuda tersebut.
mati kau.
hiiiiiaaattt ,,,,,,,
bang ,,,,
__ADS_1
kepala desa terkena pukulan keras dari pemuda tersebut.
aaarrrghhh ,,,,,,,,,,
kepala desa sangat bingung kenapa ia sampai kalah dengan lawannya , pasalnya antara ranah kepala desa dan pemuda tersebut hanya berbeda satu tingkat saja.
kepala desa lebih tinggi ranahnya satu tingkat daripada ranah pemuda tersebut yang hanya di penguatan Qi tingkat 8.
kepala desa terpental tak jauh dari chulun beserta kuda putihnya.
" kakek " ucap anak gadis menghampiri kakeknya.
kepala desa terbatuk - batuk mengeluarkan darah segar di sudut bibirnya kemudian ia berkata " bagaimana bisa kau mengalahkanku , kau hanya di ranah penguatan Qi tingkat 8 ".
pemuda tersebut berkata " berlutut dan bunuh dirimu sendiri tua bangka atau aku akan membunuhmu dengan sadis ".
melihat kepala desa tak bisa memenangi pertarungan , chulun turun dari pelana kuda putihnya dan menghampiri kepala desa yang sedang memegang dada sebelah kiri akibat terkena pukulan keras.
chulun pun berkata kepada kepala desa tersebut " kau tidak apa - apa pak tua , apa perlu bantuan ".
kemudian kepala desa tersebut menoleh dan membalas pertanyaan chulun , ia pun berkata dengan nafas tersedak " aku tidak apa - apa anak muda ".
tidak perlu..!! biarkan orang tua ini yang menanganinya , aku sudah terlalu tua untuk hidup.
__ADS_1
anak muda...!!! " aku menitip cucuku mungkin aku tak bisa lagi merawatnya , bawalah cucuku pergi dari sini " ucap kepala desa dengan nada lesu sambil memohon.
" kakek , aku tak mau pergi , aku ingin bersama kakek " ucap gadis kecil tersebut kepada kakeknya sambil menangis sejadi - jadinya.
kepala desa langsung menasehati cucu tercintanya " pergilah bersama anak muda ini yuling jangan membantah , turuti kakek sekali saja ".
chulun mendengarnya cukup terharu kemudian ia berkata " tenang saja pak tua , kau tidak akan mati ".
anak muda jangan jangan berpura - pura untuk menjadi seorang pendekar " kau tidak mungkin bisa mengalahkan mereka ,kau hanya manusia biasa yang tak bisa berkultivasi sebaiknya kau bawa cucuku saja pergi dari sini ". ucap kepala desa.
kemudian kepala desa berkata kembali " aku mohon padamu jangan melawan orang - orang itu , kau akan mati jika berhadapan dengannya ".
kepala desa sambil memohon kepada chulun untuk segera membawa cucunya , ia beranggapan jika chulun melawannya pasti akan mati.
chulun berkata " aku hargai niat baikmu pak tua tapi itu sudah cukup , sembuhkan dirimu dan terimalah ini ".
chulun melemparkan satu botol giok berisi pil pemulihan tingkat 5 kemudian ia berdiri dan menghampiri para preman desa tersebut.
hey... !! " anak kecil berlutut , serahkan semua hartamu , merangkak 100 x pergi dari tempat ini " ucap seorang preman desa dengan aroma yang sombong.
chulun berkata dengan nada sinis " apa... !!! apa tidak terbalik kata - kata yang kau ucapkan bodoh ".
chulun pun berkata kembali sambil mengejek para preman desa " aku beri satu kesempatan untuk kalian , pergilah dengan dan jangan kembali ke desa ini atau hidup kalian akan berakhir di tempat ini ".
__ADS_1