Artifact Soul The System

Artifact Soul The System
kematian yang sia sia


__ADS_3

chulun " pulanglah , aku tak ingin membunuh kalian karena kekuatan kalian hanya bisa untuk menyangkul tanah ".


phanduk " keparat kau ".


Hhiyyaaattt ,,,,,,,,,,


" mati kau ".


pukulan tinju " kala munyeng ".


chulun " hadeeehhh,,,!!! aku sudah menyuruhmu pulang , tapi sudahlah , jika ingin mati , aku akan mengabulkan keinginanmu , kirimkan salamku kepada raja neraka ".


phanduk " kau lah yang akan mati ".


chulun " buktikan ".


hhiiiyyaaatttt ,,,,,,,,


,,,,,, Dduummm


" tidak mungkin ".


Bang ,,,,,, Bang


,,,,,Dduuaarrrr,,,,,,


" aku tidak mau mati " tolong aku.


,,,,,,, Uwaaaaahhhhhh ,,,,,,,


" akibat tidak bisa menahan pukulan yang di lancarkan chulun , phanduk langsung mati , tubuhnya hancurkan tanpa sisa dan hanya menyisakan tubuh darah yang berterbangan di udara , semua mata tertuju suara ledakan tersebut.


salah satu penduduk desa berbicara sembarangan " tuan muda..!! apakah tuan muda chu sudah mati ".


kepala pemuda tersebut langsung di pukul oleh pak tua sukun , karena berbicara sembarangan " plak " aduh kepalaku ".


sukun berkata " bodoh , apa semudah itu membunuh tuan muda chu , mereka akan menjadi kambing guling karena sudah berani menyinggung tuan muda chu ".


chareg " tidak mungkin ".


chulun " tenang saja , kau juga kebagian yang sama ".


" langkah angin surgawi ".

__ADS_1


chareg " kepara...".


sebelum chareg berkata untuk terakhir kalinya , sebuah tebasan dari sebilah pedang mengenai lehernya , chareg tak bisa melawan karena tak terlihat dan akhirnya chareg ikut mati menyusul temannya yang mati duluan.


,,,,,, SLASH ,,,,,,,,


chareg " rat..!!! ".


kepala chareg langsung terpenggal dan jatuh ke tanah dengan mata melotot , mulut menganga ,


mereka yang masih belum mati mulai ketakutan dengan tubuh yang bergetar , keringat dingin bercucuran di punggung.


chireng " kau,,,!!! kau tidak bisa membunuhku , tuan akan membalas kematianku ".


chulun " berisik , kau mengancamku , susullah temanmu ".


sebuah tebasan bilah pedang hampir mengenai kepala pria chireng dengan sigap chireng menahannya dengan sebilah pedang juga , mereka berdua hanya bertarung sebentar dan akhirnya,


,,,,,trang ,,,,,


aaahhhhh ,,,,,,,


trangk ,,,,, trangk


hiiiiaaatttt ,,,,,,


" mati kau keparat ".


akibat benturan kedua senjata , pisau chireng tak bisa menahannya dan langsung terbelah menjadi dua bagian , pedang chulun tak berhenti dan langsung memenggal leher chireng.


,,,,, uwaaahhh ,,,,,


" aku tidak rela ".


chireng mati dengan kepala yang terputus , phunduk melihat bahwa teman - teman sudah pada mati , tubuhnya gemeteran , tak tahu harus berbicara apa , phunduk mulai berpikir matang dan melihat ada seorang gadis kecil di tengah para penduduk , phunduk langsung melesat menuju qian ling.


phunduk " ikutlah denganku ".


dengan kecepatannya berada di ranah bumi tingkat 5 , phunduk ingin menangkap seorang gadis kecil untuk di jadikan sandera , qian ling mulai ketakutan saat menjadi target penangkapan , walaupun basis kultivasinya masih di ranah penguatan Qi tingkat pertama , qianling dengan gagah menghadapi ,


phunduk " gadis kecil , jangan melawan kalau tidak ingin terluka ".


chulun yang melihat qian ling akan di lukai oleh orang lain di depan matanya , chulun langsung geram dan melesat ke arah qian ling.

__ADS_1


" langkah angin surgawi ".


,,,,,,,, Slash ,,,,,,,,,


secara tiba - tiba , tebasan sebilah pedang langsung memutuskan tangan kanan phunduk dan phunduk berteriak kesakitan akibat tangannya terputus ,


uwaaaahhh,,,,,,,,,,,,


,,,,,,,, uuarrgghh


phunduk " bajingan kau , keparat kau , kau memutuskan tanganku ".


chulun " gadis kecil ,,,!!! kamu tidak apa - apa ".


qian ling " kakak chu , aku tidak apa - apa ".


chulun " baguslah ".


dengan ketakutan yang amat sangat phunduk langsung berbalik arah melarikan diri dari tempat tersebut dan tiba - tiba sebuah bilah pedang melesat mengenai punggung phunduk sampai tembus ke jantung sebelah kiri.


arrghhhhh ,,,,,,,,


" aku tidak rela mati ".


chulun " susullah teman - temanmu yang sudah pergi duluan ".


phunduk langsung mati , tubuhnya tergeletak di tanah dengan kematian yang sangat singkat , phunduk telah salah harus menyinggung orang hebat.


chulun " kalian tidak apa - apa ".


para penduduk menjawab " tuan muda chu , kami baik - baik saja ".


.


.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2